Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko GERD kambuh saat puasa:
Saat sahur dan berbuka, utamakan makanan rendah lemak dan tidak terlalu pedas. Hindari gorengan, santan kental, cokelat, kopi, serta minuman bersoda karena dapat memicu asam lambung naik. Pilih karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, dan sayuran yang tidak memicu gas berlebihan.
Berbuka secara bertahap lebih aman dibanding langsung makan besar. Porsi yang terlalu banyak dalam waktu singkat dapat meningkatkan tekanan di lambung dan memicu gejala heartburn.
Berikan jeda minimal 2–3 jam sebelum tidur setelah sahur atau makan malam. Posisi berbaring memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Bagi pasien yang rutin mengonsumsi PPI atau obat lambung lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian waktu minum obat, biasanya sebelum sahur agar perlindungan berlangsung sepanjang hari.
Jika muncul nyeri dada berat, sulit menelan, muntah berulang, atau penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya, puasa sebaiknya dihentikan dan segera temui dokter.
Puasa tidak otomatis memperburuk GERD. Pada sebagian orang, pengaturan waktu makan justru dapat membantu mengurangi keluhan. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada kualitas makanan, porsi, serta kondisi masing-masing individu. Respons terhadap pola makan dengan batas waktu tertentu juga bersifat personal.
Keputusan untuk berpuasa sebaiknya tidak didasarkan pada asumsi, melainkan pada evaluasi kondisi pribadi dan konsultasi medis. Dengan strategi yang tepat, banyak pasien GERD tetap dapat menjalani puasa dengan aman dan nyaman.
Referensi
Jiang, Yan, Irene Sonu, Patricia Garcia, Nielsen Q. Fernandez-Becker, Afrin N. Kamal, Thomas A. Zikos, Sundeep Singh, et al. “The Impact of Intermittent Fasting on Patients With Suspected Gastroesophageal Reflux Disease.” Journal of Clinical Gastroenterology 57, no. 10 (November 1, 2022): 1001–6.
Bohamad, Abdullah H, Walaa A Aladhab, Sawsan S Alhashem, Mohammed S Alajmi, Turki Alhumam, Danah J Alqattan, and Ahmed M Elshebiny. “Impact of Ramadan Fasting on the Severity of Symptoms Among a Cohort of Patients With Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).” Cureus 15, no. 3 (March 28, 2023): e36831.
Mardhiyah, R., Makmun, D., Syam, A. F., & Setiati, S. (2017). The Effects of Ramadhan Fasting on Clinical Symptoms in Patients with Gastroesophageal Reflux Disease. Acta Medica Indonesiana, 48(3), 169-174.
Herdiana, Yedi. “Functional Food in Relation to Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).” Nutrients 15, no. 16 (August 15, 2023): 3583.
Lakananurak, Narisorn, Panyavee Pitisuttithum, Paweena Susantitaphong, Tanisa Patcharatrakul, and Sutep Gonlachanvit. “The Efficacy of Dietary Interventions in Patients With Gastroesophageal Reflux Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis of Intervention Studies.” Nutrients 16, no. 3 (February 5, 2024): 464.