“Esophageal Cancer — Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.
“Acid Reflux (GERD).” Cleveland Clinic Health. Diakses Februari 2026.
“Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).” MedlinePlus. Diakses Februari 2026.
“GERD — Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.
“Can Acid Reflux Kill You?” Medical News Today. Diakses Februari 2026.
“Can Acid Reflux Kill You?” Healthline. Diakses Februari 2026.
Apakah GERD Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Komplikasi Seriusnya!

- GERD terjadi ketika sfingter esofagus melemah, yang bisa disebabkan oleh obesitas, hernia hiatus, merokok, konsumsi obat-obatan, makanan dan minuman tertentu.
- Gejala GERD biasanya memburuk saat malam hari dan dapat menyebabkan sensasi terbakar di kerongkongan, dada, tenggorokan, nyeri perut bagian atas atau dada, mual, sakit tenggorokan, hingga disfagia.
- GERD bisa menyebabkan komplikasi serius seperti sinusitis, asma dewasa, asam lambung naik ke paru-paru, esofagitis, penyempitan tenggorokan hingga kanker kerongkongan.
Bisa bilang, refluks asam lambung merupakan penyakit sejuta umat. Setidaknya di Indonesia, ada banyak orang yang memiliki penyakit refluks asam lambung. Gaya hidup, hingga pola makan buruk menjadi penyebab utamanya. Mayoritas orang pernah mengalami refluks asam lambung setidaknya sekali.
Ketika itu terjadi, konsumsi obat bisa membuat kondisimu membaik. Namun jika asam lambung terjadi berulang kali, maka kemungkinan besar kamu bukan menderita penyakit refluks asam lambung biasa, melainkan gastroesophageal reflux disease atau yang lebih dikenal dengan istilah GERD. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan GERD, dan seberapa berbahayanya penyakit ini?
1. GERD terjadi ketika sfingter esofagus melemah

Tubuh kita memiliki pintu otomatis yang dikenal dengan nama sfingter esofagus. Terletak di bagian bawah kerongkongan, sfingter esofagus ini adalah pita otot melingkar yang akan membuka diri ketika makanan masuk ke dalam tubuh, dan otomatis menutup setelah makanan lewat. Dilansir Mayo Clinic, sayangnya pada orang yang menderita GERD, fungsi sfingter esofagus ini melemah.
Alhasil asam lambung yang seharusnya berada di lambung, bisa mengalir kembali ke atas dan melewati kerongkongan. Pertanyaannya, apa yang membuat sfingter esofagus melemah? Penyebabnya sendiri macam-macam, mulai dari obesitas, hernia hiatus, merokok atau jadi perokok pasif, konsumsi obat-obatan, sampai makanan serta minuman tertentu juga bisa melemahkan fungsi sfingter esofagus dan akhirnya memicu timbulnya penyakit GERD.
2. Gejala GERD biasanya memburuk saat malam hari

Asam lambung merupakan zat yang sangat kuat karena fungsi utamanya adalah untuk memecah makanan dan membuatnya jadi mudah diserap tubuh. Sementara lambung kita memiliki lapisan mukosa khusus yang berfungsi untuk melindungi diri dari zat asam, bagian lain tubuh gak memiliki perlindungan yang sama. Alhasil ketika asam lambung melewati kerongkongan, zat tersebut akan mengiritasi kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti sensasi terbakar di kerongkongan. Selain kerongkongan, sensasi terbakar ini juga sering kali terasa di dada dan tenggorokan.
Dilansir Cleveland Clinic, gejala lain GERD yang gak kalah menyiksa adalah cairan asam yang masuk kembali ke tenggorokan, nyeri perut bagian atas atau dada, mual, sakit tenggorokan, hingga disfagia atau rasa tidak enak saat menelan. Beberapa orang juga mengalami gejala mirip seperti asma yang meliputi sesak napas, mengi, hingga batuk kronis. Gejala GERD bisa memburuk kapan aja, termasuk saat berbaring di malam hari, setelah makan besar atau konsumsi makanan berlemak, setelah membungkuk, merokok, atau konsumsi minuman beralkohol.
3. Apakah GERD bisa menyebabkan kematian?

Gastroesophageal reflux disease atau GERD memang bukan penyakit yang bisa mengancam nyawa. Namun GERD yang kronis bisa memicu terjadinya sejumlah komplikasi serius, di mana beberapa di antaranya mengancam jiwa. Dilansir Medical News Today, komplikasi GERD sendiri bisa meliputi sinusitis, asma yang muncul saat usia dewasa, asam lambung naik ke paru-paru, esofagitis atau peradangan tenggorokan, penyempitan tenggorokan, hingga pendarahan pada kerongkongan.
Komplikasi paling serius yang bisa ditimbulkan oleh GERD adalah kanker kerongkongan. Kanker ini terjadi ketika sel-sel yang melapisi esofagus atau kerongkongan mengalami perubahan DNA dan membuat sel tumbuh lebih cepat. Sel-sel abnormal ini akhirnya membentuk tumor yang menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.
GERD memang gak secara langsung bisa menyebabkan kematian, tetapi penyakit ini jelas gak bisa diabaikan. Sebagian besar kasus GERD sebetulnya bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan pola makan. Misalnya dengan makan dalam porsi kecil dan menghindari makanan yang dapat memicu timbulnya gejala. Selain itu menurunkan berat badan dan berhenti merokok juga bisa membantu membuat kondisi penderita GERD jadi lebih baik.
Referensi


















