TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

8 Penyebab Mengapa Matamu Gatal, Ada yang Butuh Penanganan Dokter

Dari penggunaan lensa kontak hingga infeksi serius

Ilustrasi mata. IDN Times/Shukma Sakti

Bisa dibilang kamu adalah orang "super" kalau dalam hidupmu tak pernah sekalipun merasakan gatal di mata. Ini karena hampir setiap orang, anak-anak maupun dewasa, pernah mengalaminya. Berbagai penyebabnya pun beragam.

Mata gatal istilah medisnya adalah ocular pruritis. Kondisi ini termasuk keluhan umum dalam masyarakat. Melansir Health Direct, penyebab umum mata gatal adalah alergi, walau tak menutup kemungkinan bisa disebabkan oleh hal lain juga. Apa saja yang bisa menyebabkan mata gatal? Yuk ketahui 8 penyebab mata gatal berikut ini!

1. Alergi

Ilustrasi mata gatal karena alergi. freepik.com/stockking

Melansir Healthline, terdapat dua macam alergi yang menjadi penyebab mata gatal: alergi musiman dan alergi tahunan.

Alergi musiman terjadi dalam waktu-waktu tertentu, seperti saat musim semi ketika bunga-bunga bermekaran. Ini dipicu oleh reaksi histamin pada tubuh, komponen pelindung alergi.

Berbeda dengan alergi tahunan yang bisa disebabkan oleh debu, tungau, jamur, dan lain sebagainya. Tak seperti alergi musiman yang akan selesai saat musim berakhir, alergi tahunan terjadi terus-menerus bila kamu tidak menyingkirkan pemicu utamanya.

2. Iritasi Udara

aao.org

Beberapa orang sangat sensitif terhadap asap, polusi udara, bahkan parfum. Hal-hal tersebut bisa memunculkan masalah pada mata, salah satunya masa terasa gatal.

Solusinya adalah dengan memberi obat tetes mata atau mengompresnya dengan handuk dingin selama beberapa waktu.

Baca Juga: 5 Cara Menyegarkan Mata Lelah akibat Memandang Komputer Terlalu Lama

3. Infeksi

medicinenet.com

Perlu kamu tahu, mata adalah salah satu organ yang terkena infeksi virus, bakteri, hingga jamur, yang mana semuanya bisa menyebabkan mata gatal.

Salah satu infeksi mata paling umum adalah konjungtivitis atau pinkeye, karena bagian putih mata yang terinfeksi menjadi berwarna merah muda. Ini adalah infeksi menular dan sering disertai mata berair.

Infeksi mata lainnya yang bisa jadi penyebab adalah uveitis, yaitu peradangan pada iris, bagian warna pada mata. Penyakit ini bisa menyebabkan nyeri pada mata dan sensitivitas ekstrem terhadap cahaya.

Bila curiga mengalami salah satu dari kondisi di atas, periksakan diri ke dokter. Kamu mungkin butuh pengobatan seperti antibiotik atau steroid untuk konjungtivitis, atau obat tetes antiinflamasi untuk uveitis.

Pada uveitis, bila tidak mendapat penanganan tepat, bisa menyebabkan hilang penglihatan yang parah dan komplikasi seperti glaukoma dan katarak.

4. Mata Kering

Ilustrasi meneteskan obat tetes mata pada mata kering. freepik.com/user18526052

Sebenarnya kamu selalu memiliki air mata demi menjaga matamu tetap lembap dan segar.

Dalam beberapa kasus, mata bisa tidak memproduksi air dan itu membuat mata kering dan gatal. Salah satu kondisi penyebab masalah ini adalah bertambahnya usia. Lebih dari itu, terkena diabetes, radang sendi, hingga efek samping obat-obatan juga bisa memicu kondisi mata kering.

5. Ketegangan pada Mata

aao.org

Menghabiskan waktu di depan layar komputer dan gadget lainnya atau membaca dalam pencahayaan yang kurang memadai bisa menyebabkan ketegangan pada mata (eyestrain). Kondisi tersebut membuat mata lelah dan gatal. Berkendara jauh, pada malam hari maupun saat terik, juga bisa menimbulkan ketegangan pada mata.

Ketegangan pada mata ini juga bisa terjadi bila kamu tetap memaksakan diri untuk terjaga meski sebetulnya mengantuk dan butuh istirahat. Untuk beberapa orang, kondisi panas dalam ruangan atau ruangan ber-AC bisa bikin mata tegang, gatal, dan iritasi.

Untuk kondisi seperti ini, solusi utamanya adalah dengan beristirahat atau tidur siang.

6. Penggunaan Kontak Lensa

Penggunaan lensa kontak. freepik.com/freepik

Memang kontak lensa bisa menggantikan kacamata untuk melihat dengan jelas. Namun, memakainya juga dapat menyumbat produksi air mata. Terlalu lama memakainya akan mengiritasi mata. Karena itu, kamu perlu mengingat untuk melepaskan kala malam hari sebelum tidur serta sering memberi tetes mata.

Melansir WebMD, walau mungkin matamu sudah terbiasa dengan lensa kontak, tetapi kamu harus tetap memperlakukannya sebagai benda asing. Lensa kontak juga memerangkap debu atau kuman dan menyebabkan infeksi. Membersihkan dan mengganti lensa kontak secara berkala akan sangat membantu.

7. Blepharitis

merckmanuals.com

Blepharitis adalah kondisi peradangan pada kelopak mata. Ini terjadi ketika kelenjar minyak kecil di dasar bulu mata tersumbat, sehingga bisa menyebabkan mata merah dan iritasi.

Blepharitis tidak menular dan umumnya tidak sampai memengaruhi penglihatan. Alergi atau kondisi kulit seperti jerawat atau dermatitis bisa memperburuknya.

Bila tidak ditangani dengan benar, blepharitis bisa jadi masalah kronis yang dapat menyebabkan konjungtivitis dan komplikasi lainnya. 

Baca Juga: 5 Cara Alami Menghilangkan Kantung Mata alias Mata Panda, Seperti Apa?

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya