TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Penyakit yang Mengintai Akibat Banjir, Apa Saja?

Penting untuk menjaga kebersihan

ilustrasi banjir (unsplash.com/ Wade Austin Ellis)

Adanya curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan suatu wilayah terendam banjir. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi. 

Banjir dapat menimbulkan kerugian karena dapat merusak tempat tinggal dan fasilitas umum. Selain merusak pemukiman, banjir juga dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan. Berikut penjelasannya!

Baca Juga: 7 Bahaya Tidak Pernah Ganti Bantal, Banyak Penyakit Mengintai!

1. Demam tifoid

ilustrasi sakit (pexels.com/cottonbro)

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Bakteri tersebut menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Ketika makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi tertelan, bakteri tersebut akan berkembang biak dan menyebar di dalam tubuh sehingga menyebabkan infeksi.

Seseorang yang mengalami demam tifoid dapat membawa bakteri di aliran darah dan usus. Maka dari itu, demam tifoid lebih sering terjadi pada lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan sumber air minum bersih yang kurang memadai. Dengan akses air bersih dan sanitasi yang baik dapat mencegah demam tifoid.

Baca Juga: 5 Penyakit Mobil yang Mengintai Setelah Dipakai Mudik

2. Diare

ilustrasi diare (unsplash.com/Giorgio Trovato)

Dilansir Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, diare termasuk salah satu penyakit yang umum ditemui setelah terjadinya banjir. Biasanya, diare disebabkan mengonsumsi air minum yang tercemar oleh kuman atau zat tertentu pasca banjir.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa diare merupakan kondisi ketika frukuensi buang air besar meningkat daripada kondisi biasanya dengan tekstur tinja lebih cair. Maka dari itu, penting untuk membiasakan diri mencuci tangan dan memasak makanan maupun air sampai matang.

3. Penyakit kulit

ilustrasi kulit gatal (freepik.com/wayhomestudio)

Tidak jarang orang harus melewati genangan air saat terjadi banjir. Air banjir bisa mengandung beragam kuman yang dapat mengganggu kesehatan. Bagian tubuh yang kontak lansung dengan air yang terkontaminasi tersebut dapat memicu gangguan kulit, misalnya gatal-gatal hingga infeksi.

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa menjaga lingkungan dan kesehatan pribadi menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Mandi dengan air bersih dan sabun dapat menurunkan risiko penyakit kulit, termasuk saat terjadi banjir. 

4. Leptospirosis

ilustrasi memakai sepatu bot (unsplash.com/Jonathan Ford)

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Penyakit tersebut ditularkan melalui hewan, salah satunya tikus. Biasanya, leptospirosis ditularkan melalui air kencing tikus yang mengandung bakteri tersebut.

Apabila air kencing tikus tersebut bercampur dengan genangan banjir, maka bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit. Maka dari itu, sebisa mungkin mengenakan sepatu bot untuk melindungi kaki dari banjir dan dapat mencegah penyakit tertentu pasca banjir.

Baca Juga: 6 Penyakit Berbahaya Mengintai Ibu Hamil Akibat Makanan Mentah 

Verified Writer

Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya