TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Tanda Kontraksi Persalinan Prodromal yang Terjadi di Akhir Kehamilan

Kontraksi persiapan melahirkan 

ilustrasi bayi dalam kandungan (pixabay.com/MarjonBesteman)

Pada akhir kehamilan, banyak ibu hamil mengeluhkan beberapa kali kontraksi yang terkadang hanya “menipu” alias tidak membuahkan persalinan. Tak jarang, ini membuat mereka menjadi frustrasi, jengkel, bahkan khawatir tentang kehamilannya.

Kontraksi persalinan prodromal adalah salah satu jenis kontraksi yang umum dialami ibu hamil, terutama di masa akhir kehamilannya. Kontraksi ini biasanya muncul beberapa hari atau minggu menjelang persalinan, sehingga sering kali disalahartikan dengan kontraksi persalinan yang sesungguhnya.

Nah, bagaimana mengenal tanda-tanda kontraksi persalinan prodromal? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

1. Apa itu kontraksi persalinan prodromal? 

ilustrasi hamil (pexels.com/freestocks.org)

Kontraksi persalinan prodromal merupakan kontraksi yang menyakitkan dengan pola tertentu, tetapi tidak cukup kuat untuk menyebabkan perubahan rahim yang diperlukan untuk persalinan. Kontraksi ini biasanya dirasakan pada trimester ketiga kehamilan yang datang dan pergi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum melahirkan.

Secara bahasa, kata “prodromal” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “prekursor”, sehingga sering kali ini disebut sebagai kontraksi “latihan” sebelum persalinan aktif. Namun, persalinan prodromal bukan istilah umum yang digunakan dalam sebagian besar literatur medis. Ini hanya digunakan untuk membedakannya dengan beberapa kontraksi kehamilan lainnya, seperti Braxton-Hicks (kontraksi palsu) dan persalinan aktif.

2. Cara mengenali kontraksi persalinan prodromal 

ilustrasi ibu hamil (pexels.com/lucas mendes)

Kehadirannya di akhir masa kehamilan dan karakteristik kontraksi yang datang dan pergi, terkadang membuat kontraksi prodromal sulit dibedakan dengan kontraksi Braxton-Hicks dan kontraksi persalinan aktif. Jika kamu mengalami kontraksi dengan ciri khas di bawah ini, kemungkinan besar itu adalah persalinan prodromal.

  • Terjadi di trimester ketiga, biasanya menjelang akhir trimester. Namun, beberapa ibu hamil mungkin dapat mengalaminya di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga.
  • Kontraksi yang intens dan mungkin menyakitkan.
  • Kontraksi teratur dan memiliki pola, biasanya 5-10 menit, tetapi tidak menjadi lebih intens.
  • Kontraksi datang dan pergi.
  • Kontraksi tidak menyebabkan tanda-tanda persalinan, seperti ketuban pecah atau pendarahan vagina.

Meski kontraksi prodromal cukup umum dialami ibu hamil, tetapi tidak semua perempuan mengalaminya. Dilansir Verywell Family, kontraksi prodromal biasanya paling sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak selalu berulang pada kehamilan selanjutnya.

Baca Juga: Cara Berhubungan Seks di Trimester Ketiga Kehamilan

3. Perbedaan persalinan prodromal dengan kontraksi Braxton-Hicks 

ilustrasi ibu hamil (freepik.com/user18526052)

Kontraksi persalinan prodromal dan Braxton-Hicks sering kali sama-sama disebut sebagai kontraksi palsu karena keduanya tidak menyebabkan persalinan. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.

Nah, untuk lebih mudah mengenalinya, berikut perbedaan kontraksi persalinan prodromal dan Braxton-Hicks yang harus kamu pahami.

  • Kontraksi Braxton-Hicks dapat dimulai di awal kehamilan, sekitar bulan keempat kehamilan, sedangkan kontraksi persalinan prodromal mulai terjadi di akhir kehamilan.
  • Kontraksi Braxton-Hicks menyebabkan ketidaknyamanan, sedangkan persalinan prodormal mungkin lebih terasa menyakitkan yang terkadang mirip persalinan aktif.
  • Kontraksi Braxton-Hicks terasa seperti pengetatan di perut atau rahim, sedangkan persalinan prodromal digambarkan dengan perasaan terjepit atau kram yang intens.
  • Kontraksi Braxton-Hicks terjadi secara acak dan tidak memiliki pola yang teratur, sedangkan persalinan prodromal memiliki pola yang teratur.

4. Perbedaan kontraksi persalinan prodromal dengan persalinan sejati 

ilustrasi kontraksi ibu hamil (pexels.com/Matilda Wormwood)

Tak hanya itu, kontraksi persalinan prodromal terkadang sulit dikenali dengan kontraksi persalinan aktif karena gejalanya hampir serupa dalam banyak hal. Misalnya, kontraski yang menyakitkan, kontraksinya mungkin sedekat 5 menit, atau kontraksi secara teratur selama satu jam atau lebih.

Inilah karakteristik penting yang dapat membedakan persalinan prodromal dengan persalinan aktif.

  • Kontraksi persalinan prodromal mungkin menyakitkan dan intens, tetapi persalinan aktif jauh lebih menyakitkan, lebih lama, intens, dan semakin dekat seiring waktu.
  • Kontraksi persalinan prodromal tidak disertai tanda-tanda persalinan, sedangkan persalinan aktif akan diikuti tanda-tanda tersebut.
  • Kontraksi persalinan prodromal tidak semakin kuat, tetapi persalinan aktif akan terus meningkatkan kekuatannya.

Baca Juga: 5 Fakta KB Implan, Benarkah Efektif Cegah Kehamilan?

Verified Writer

Dwi wahyu intani

@intanio99

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya