TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Kondisi Medis yang Paling Menyakitkan, Kamu Mengalaminya?

Rasa sakitnya sangat parah, bahkan bisa melumpuhkan

Kondisi medis paling menyakitkan (pexels.com/cottonbro)

Nyeri merupakan sinyal dari sistem saraf untuk memberi tahu individu bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Nyeri dapat terasa tumpul atau tajam. Nyeri melibatkan interaksi kompleks antara saraf, otak, dan sumsum tulang belakang.

Nyeri datang dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan. Misalnya, terlokalisir pada suatu bagian atau datang dari segala penjuru, nyeri ringan yang masih bisa diabaikan hingga nyeri parah yang menyebabkan frustrasi.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan rasa sakit dengan tingkat yang berbeda-beda. Kali ini, kita akan membahas beberapa kondisi medis paling menyakitkan.

1. Endometriosis

ilustrasi endometriosis (pexels.com/Polina Zimmerman)

Endometriosis adalah kondisi saat jaringan yang biasanya melapisi endometrium tumbuh di luar rahim. Jaringan ini dapat tumbuh di saluran tuba, ovarium, dan jaringan yang melapisi panggul. 

Nyeri biasanya terjadi sebelum, selama, atau setelah menstruasi. Pada beberapa perempuan dengan endometriosis, mereka juga merasakan sakit selama atau setelah hubungan seksual, buang air kecil, atau buang air besar. Menurut News-Medical.Net, rasa sakit akibat endometriosis sangat parah, bahkan bisa melumpuhkan. 

2. Nyeri pascaoperasi

ilustrasi prosedur operasi (pixabay.com/sasint)

Orang yang menjalani operasi berisiko mengalami cedera saraf yang menyebabkan rasa sakit terus-menerus. Bahkan, menurut laman Prevention, setengah dari orang yang menjalani operasi dada mengalami nyeri kronis.

Sayangnya, belum diketahui siapa yang paling berisiko mengalami nyeri pascaoperasi. Selain itu, pasien operasi disarankan mengelola nyeri akut untuk mengurangi risiko masalah jangka panjang.

Baca Juga: Pemanis Erythritol Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

3. Serangan jantung

ilustrasi perempuan terkena serangan jantung (freepik.com/Jcomp)

Dijelaskan laman Cosmopolitan, serangan jantung umumnya menyebabkan nyeri di bagian tengah dada yang terasa seperti berat, sesak, atau diremas. Tak jarang, seseorang kemudian jatuh pingsan setelah mengalami serangan jantung.

Pada beberapa orang, rasa sakit akibat serangan jantung menyebar ke rahang, leher, punggung, lengan, atau perut. Terkadang, orang dengan diabetes juga mengalami serangan jantung tanpa benar-benar merasakan sakitnya karena ujung saraf mereka telah mengalami kerusakan.

4. Batu ginjal

ilustrasi ginjal (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Batu ginjal biasanya terbuat dari kalsium. Butiran keras ini menyumbat aliran urine, membuat ginjal membengkak dan memicu gelombang nyeri tajam di punggung tengah, perut, atau samping, dan ujung penis. Batu ginjal kerap menyebabkan mual, muntah, demam, dan adanya darah dalam urine.

Diterangkan News-Medical.Net, mencoba mengeluarkan batu ginjal yang tersangkut di saluran kemih dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa hingga orang tersebut perlu dirawat di ruang gawat darurat.

Pengobatan batu ginjal melibatkan penggunaan cairan intravena dan obat-obatan untuk menghilangkan batu dan rasa sakit. Sementara, batu ginjal yang membandel mungkin memerlukan terapi gelombang kejut atau lithotripsy untuk memecahnya.

5. Penyakit sel sabit

ilustrasi penyakit sel sabit (nationwidechildrens.org)

Penyakit sel sabit ialah sekelompok kelainan darah yang memengaruhi struktur hemoglobin, suatu komponen darah pembawa oksigen. Orang dengan penyakit sel sabit memiliki bentuk hemoglobin yang mirip bulan sabit. 

Gejala utama penyakit sel sabit adalah episode nyeri periodik, yang disebut krisis. Rasa sakit terjadi akibat penumpkan sel darah merah abnormal di dalam pembuluh darah kecil di perut, persendian, dan dada, yang menyebabkan aliran darah menjadi tersumbat. Dalam beberapa kasus, ini dapat menyebabkan nyeri tulang.

6. Skiatika

ilustrasi saraf skiatik (scientificanimations.com)

Skiatika mengacu pada rasa sakit yang menjalar di sepanjang jalur saraf skiatik. Saraf skiatik merupakan saraf terpanjang di tubuh, yang berada di pinggul hingga ke kaki.

Ketika saraf ditekan, ini dapat menyebabkan rasa sakit yang menyebar dari tulang belakang lumbar bawah ke pantat dan ke bawah kaki bagian belakang. Rasa sakit akibat skiatika bisa bersifat sedang hingga parah, disertai kesemutan, kelemahan, dan mati rasa pada kaki yang terkena. Nyeri yang parah dapat menyebabkan kesulitan bergerak.

Baca Juga: Sakit Kepala Nummular, Jenis Sakit Kepala Langka

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya