TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Penyakit yang Mengintai akibat Malas Olahraga, Yuk Aktif Bergerak!

Jangan sampai menyesal

pexels.com/Karolina Grabowska

Kita semua tahu bahwa olahraga memainkan peran penting untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Sebaliknya, tidak berolahraga atau malas beraktivitas fisik adalah faktor risiko kematian dini.

Bahkan, menurut penelitian dalam jurnalThe Lancet, tubuh yang tidak aktif dan tidak banyak bergerak menyebabkan lebih banyak kematian di seluruh dunia dibandingkan rokok.

Berikut adalah beberapa bahaya kesehatan lainnya akibat malas berolahraga yang perlu kamu waspadai. Yuk, lebih rajin berolahraga!

1. Diabetes tipe 2

pexels.com/PhotoMIX Company

Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup dapat meningkatkan risiko kamu terkena diabetes tipe 2. Sebab, aktivitas fisik membantu mengontrol glukosa darah, berat badan, dan tekanan darah, serta membantu meningkatkan kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL).

Aktivitas fisik yang memadai juga dapat membantu menurunkan risiko kamu terkena penyakit jantung dan kerusakan saraf, yang sering kali menjadi komplikasi yang menyertai diabetes tipe 2.

Baca Juga: 5 Gerakan Olahraga Sederhana Bantu Kecilkan Perut, Ingin Coba?

2. Penyakit kardiovaskular

unsplash.com/Robina Weermeijer

Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular di antara orang dewasa, anak-anak sekolah, dan remaja, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki faktor risiko.

Menurut studi dalam International Journal of Epidemiology, menonton layar dan duduk selama 2 jam per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular, masing-masing sebesar 5 dan 17 persen.

Beberapa masalah kardiovaskular yang risikonya meningkat akibat jarang olahraga adalah peningkatan tekanan darah, obesitas, kolesterol, hingga diabetes. Sementara itu, mengurangi waktu duduk dikaitkan dengan peningkatan fungsi vaskular.

3. Kanker

unsplash.com/National Cancer Institute

Malas bergerak juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, seperti kanker endometrium, kanker usus besar, dan kanker payudara.

Menurut studi dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, diperkirakan bahwa mekanisme yang mendasari bahwa duduk meningkatkan risiko kanker adalah adipositas atau kelebihan berat badan yang dapat memfasilitasi karsinogenesis melalui resistansi insulin, peradangan kronis, peningkatan kadar hormon seks, dan perubahan sekresi adipokin.

Meningkatkan aktivitas fisik sesuai dengan yang disarankan dapat menurunkan risiko banyak kanker, termasuk kanker kandung kemih, payudara, usus besar, rahim, kerongkongan, ginjal, paru-paru, dan perut. Efek ini berlaku terlepas dari status berat badan.

4. Tulang rapuh

unsplash.com/Noah

Seiring bertambahnya usia, kalsium pada tulang akan diserap kembali ke aliran darah yang memicu penurunan massa tulang dan dapat menyebabkan tulang rapuh, yang dikenal sebagai osteoporosis.

Cara terbaik yang dapat kamu lakukan untuk mencegah pengeroposan tulang adalah dengan berolahraga. Jika kamu malas olahraga, kamu meningkatkan risiko kelemahan tulang terkait usia.

American College of Sports Medicine merekomendasikan latihan menahan beban yang melibatkan aktivitas melompat, seperti tenis, bola basket, dan lari. Selain itu, National Strength and Conditioning Association juga merekomendasikan latihan ketahanan dengan beban untuk meningkatkan kepadatan tulang.

Baca Juga: Otot Gemetar setelah Olahraga? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Verified Writer

Eka Ami

https://mycollection.shop/allaboutshopee0101

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya