TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Cacar Monyet yang Merebak di Inggris, Bagaimana Penularannya?

Menular hanya dengan kontak erat

ilustrasi virus di bawah mikroskop (unsplash.com/CDC)

Temuan kasus penularan virus baru terus bermunculan akhir-akhir ini. Mulai dari hepatitis akut, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak, lalu virus Hendra. Kini ada lagi laporan kasus cacar monyet atau monkey pox yang banyak merebak di Inggris.

Cacar monyet atau monkey pox merupakan infeksi virus yang biasanya ditemukan di Afrika Tengah dan Barat. Ada dua jenis cacar monyet, yaitu varian dari Afrika Barat yang bergejala lebih ringan dan varian dari Afrika Tengah atau Kongo dengan gejala yang lebih berat.

Virus ini biasanya dibawa oleh hewan-hewan liar, seperti monyet, tikus, tupai atau benda-benda yang sudah terkontaminasi virus termasuk pakaian dan tempat tidur. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cacar monyet, berikut adalah fakta-faktanya dirangkum dari berbagai sumber.

1. Dari 1 kasus yang terdeteksi meningkat menjadi 7 laporan kasus  

ilustrasi pasien pria sedang berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/tirachardz)

Dilansir The Guardian, kasus pertama terjadi 7 Mei lalu pada seorang pria yang baru saja melakukan perjalanan dari Nigeria sebelum datang ke Inggris. Seminggu kemudian, ada 2 kasus lagi dari pria yang tinggal serumah.

Namun berdasarkan keterangan dari UK's Health Security Agency (UKHSA), dua pria ini tercatat tidak ada kaitannya dengan kasus pertama. Lalu, beberapa hari setelahnya ada lagi laporan 4 kasus yang semuanya juga pria, 3 orang dari London dan 1 orang dari timur laut Inggris.

Lagi-lagi 4 kasus terakhir juga tidak ada kaitannya dengan kasus sebelumnya. Diduga mereka terinfeksi ketika berada di London. Diperkirakan pada kasus baru ini merupakan cacar monyet varian dari Afrika Barat sehingga tergolong masih ringan.

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Inggris, Penderita Diisolasi

2. Para pasien teridentifikasi sebagai gay dan biseksual  

ilustrasi pasangan sesama jenis (IDN Times/Mardya Shakti)

Dari keseluruhan kasus yang dilaporkan, tim kesehatan juga mengidentifikasi mereka sebagai gay dan biseksual. Dr. Michael Head, seorang peneliti senior Global Health di University of Southampton mengatakan meskipun pada kasus penularan baru ini ada catatan kontak seksual, tapi hal ini masih belum bisa dikonfirmasi.

"Tidak ada bukti bahwa virus ini menular secara seksual seperti HIV. Tapi lebih dari itu, adanya kontak erat selama aktivitas seksual, termasuk kontak kulit dengan kulit secara terus menerus, mungkin menjadi faktor kunci penularan," ungkap Dr. Michael.

Oleh sebab itu, UKHSA menyarankan agar para gay dan biseksual untuk mewaspadai munculnya ruam atau luka yang tidak biasa di bagian tubuh mana pun, khususnya alat kelamin. Jika mereka merasakan gejala, disarankan memeriksakan diri  ke klinik atau layanan kesehatan untuk memastikan.

Walaupun begitu, perlu digarisbawahi, cacar monyet tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan orientasi seksual. Kasus-kasus yang terjadi umumnya hanyalah kebetulan, pasien secara tak sadar melakukan kontak erat dengan orang yang tertular. 

3. Umumnya, cacar monyet tidak menular dengan mudah 

ilustrasi jaga jarak mencegah penularan virus (freepik.com/pikisuperstar)

Dengan adanya kasus ini, apakah kita perlu khawatir terjadi penularan massal atau wabah? Menurut para ahli, tampaknya hal ini belum berada di tahap mengkhawatirkan. Dilansir BBC, UKHSA mengatakan bahwa cacar monyet tidak menyebar dengan mudah sebagaimana COVID-19 sehingga risiko terhadap masyarakat luas tergolong masih rendah.

Lantas bagaimana metode penularannya? Menurut keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penularan virus antarmanusia bisa melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau cairan lesi (lenting-lenting di permukaan kulit yang berisi cairan). Kontak tidak langsung seperti melalui pakaian atau tempat tidur yang sudah terkontaminasi virus ini juga bisa menjadi media penularan.

Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, mata, hidung dan mulut. Virus juga juga menyebar melalui kontak erat atau tergigit dari hewan liar seperti monyet, tikus, atau tupai.

4. Jika mengalami gejala seperti ini, segera periksakan diri ke dokter  

ilustrasi ruam-ruam pada kulit (freepik.com/pch.vector)

Gejala awal cacar monyet meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit pada punggung, terdapat pembengkakan pada kelenjar getah bening, menggigil dan mudah lelah. Lalu muncul ruam-ruam atau lesi yang biasanya menyebar di sekujur tubuh, dimulai dari wajah.

Pada kasus yang lebih parah, ruam juga akan muncul di alat kelamin. Namun, lama kelamaan kondisi ruam akan berubah hingga menjadi bentuk keropeng, lalu akan rontok dengan sendirinya. Kabar baiknya, kebanyakan pasien akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu.

Baca Juga: Cacar Monyet: Penularan, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

Verified Writer

Refalution

"Tidak harus jadi hebat untuk memulai, tetapi mulailah untuk menjadi hebat." - Zig Ziglar

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya