TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Risiko dari Tidur Bersama Kucing, Apa Dampaknya untuk Kesehatan?

Walau bikin nyaman, ternyata tidur bareng kucing berbahaya

vogue.com

Bagi para pencinta kucing, tak ada yang lebih menyenangkan dibanding melepas lelah di atas kasur bersama si "bola bulu". Bahkan, data Animal Behavior College mengatakan bahwa 2 dari 3 pemilik kucing mengizinkan hewan tersebut untuk tidur dengannya di satu ranjang.

Tak bisa dimungkiri bahwa kucing mampu menjadi teman tidur sekaligus teman cuddling yang menyenangkan. Mereka cenderung tenang, tidak banyak bergerak, serta memiliki tubuh yang hangat. Dengkurannya pun bisa berperan sebagai white noise yang membuat kita tidur semakin nyenyak.

Walaupun begitu, para ahli mengatakan bahwa sebenarnya kebiasaan tersebut tidak disarankan karena bisa memengaruhi kesehatan kita. Berikut ini sejumlah risiko kesehatan dari tidur dengan kucing yang harus kamu tahu!

1. Kucing membawa serpihan kotak pasir

webmd.com

Alasan pertama yang membuat tidur dengan kucing bukan ide bagus adalah risiko terkena serpihan dari litter box atau kotak pasir. Seperti yang kamu tahu, pasir-pasir tersebut tentunya telah terpapar urine serta kotoran mereka. 

Ketika kamu membiarkan kucing naik ke ranjang, serpihan litter box akan tertinggal di atasnya. Hal ini akan membuat tempat tidurmu tidak higienis, berpasir, dan lebih buruknya lagi, ada banyak parasit dan bakteri yang bisa bersarang di sana. 

Baca Juga: 7 Risiko Kesehatan Memelihara Kucing, Apakah Berbahaya untuk Kita?

2. Tidur terganggu

gopetplan.com

Tidak semua kucing bisa tenang ketika kita tidur. Ada kalanya mereka bergerak-gerak, bermain dengan tanganmu, menggaruk-garuk, mendengkur keras, atau bahkan mengeong minta makan. Terlebih lagi, sebagian kucing lebih aktif pada malam hari. 

Semua keributan dan gerakan yang mereka buat akhirnya akan mengganggu tidurmu. Bukannya bikin tenang, justru kehadiran mereka sering kali membuat kita sering terbangun tengah malam.

Hal tersebut diiyakan oleh studi dari Mayo Clinic yang mengungkapkan bahwa setidaknya 1 dari 5 orang mengalami gangguan tidur saat ada hewan peliharaan di sisinya.

Baca Juga: Gak Banyak yang Tahu, 10 Hal Sepele Ini Bikin Kucing Benci Padamu

3. Memicu reaksi alergi

comfortzone.com

Data dari Asthma and Allergy Foundation of America mengatakan bahwa setidaknya 3 dari 10 orang di dunia mengidap alergi pada bulu hewan peliharaan. Secara spesifik, orang yang mengidap alergi pada kucing dua kali lipat lebih banyak dibandingkan anjing. 

Tidur dengan si "bola bulu" tersebut bisa memicu reaksi alergi, bahkan setelah mereka tidak lagi berada di sampingmu. Ini terjadi karena bulu kucing tertinggal di sarung bantal, selimut, dan seprai setelah mereka menginjakkan kaki di sana.

Ketika bulu tersebut terhirup oleh pengidap alergi, mereka pun akan mengalami reaksi yang beragam. Mulai dari gatal-gatal, bersin, hidung berair, ruam, mata memerah, hingga sesak napas

4. Dapat menyebarkan kutu

wagwalkingweb.com

Kucing yang jarang dimandikan, sering menjelajah ke tempat-tempat kotor, dan sering berinteraksi dengan hewan liar kemungkinan besar membawa kutu di sela-sela bulunya. Jika dibiarkan tidur bersamamu, hewan berukuran kecil itu akan menyebar ke ranjang dan menggigitmu. 

Mengutip Pest World, gigitan kutu akan menyebabkan rasa tidak nyaman di kulit. Hal ini meliputi ruam kemerahan, gatal, dan bengkak. Pada sebagian orang, gigitan kutu juga bisa menimbulkan reaksi alergi yang parah seperti sesak napas.

5. Risiko penyebaran parasit lain

freepik.com/wirestock

Selain kutu, masih banyak parasit lain yang bisa ditularkan oleh kucing selagi kita tidur bersamanya. Beberapa parasit tersebut di antaranya cacing gelang, tambang, pita, ringworm, dan lain sebagainya.

Parasit tersebut biasanya menular lewat kotoran. Jangan salah, kamu tetap bisa tertular walau hanya tidur bersama mereka. Sebab, seperti yang disebutkan di atas, kucing kemungkinan membawa serpihan feses, urine, beserta pasir litter box di sela-sela jarinya. 

Parasit yang disebutkan itu bisa menular ke manusia dan menyebabkan berbagai penyakit. Di antaranya penyakit kulit hingga gangguan pencernaan

6. Infeksi bakteri dan protozoa

coleandmarmalade.com

Tidur di ranjang yang sama dengan kucing juga akan meningkatkan risiko infeksi bakteri dan protozoa. Contoh bakteri yang ditularkannya adalah Clostridium, Pasteurella, Bartonella, dan Salmonella. Sementara itu, jenis protozoa yang dibawa kucing adalah Toxoplasma gondii

Penularan bakteri dan protozoa bisa berlangsung melalui berbagai cara. Di antaranya melalui kotoran, urine, hingga cakaran serta gigitan kucing. Organ yang diserang bakteri dan protozoa pun beragam, mulai dari saluran pencernaan, pernapasan, hingga otak. 

Baca Juga: 7 Risiko Kesehatan Memelihara Kucing, Apakah Berbahaya untuk Kita?

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya