TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

4 Jenis Perawatan untuk Meremajakan Kulit, Tengok yuk!

Apakah bikin awet muda?

ilustrasi perawatan kulit (pexels.com/Gustavo Fring)

Seiring bertambahnya usia, kondisi kulit kita akan mengalami kemunduran. Cepat atau lambat, penuaan akan terjadi yang ditandai dengan kulit kering, kasar, pori-pori membesar, kendur, hingga keriput. Ini membuat kita malu dan kehilangan rasa percaya diri.

Namun, penuaan dini bisa dicegah dengan melakukan perawatan di klinik kecantikan, termasuk di Klinik Bamed. Ini dijelaskan lebih lanjut dalam virtual press conference yang diselenggarakan pada Kamis (28/7/2022).

Salah satu narasumber yang dihadirkan ialah dr. Melyawati Hermawan, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin Bamed. Ia memaparkan tentang inovasi peremajaan kulit beserta jenis-jenis perawatannya. Penasaran?

Mengapa kita perlu meremajakan kulit?

Peremajaan kulit atau skin rejuvenation merupakan perawatan kosmetik yang bertujuan untuk membuat kulit wajah tampak lebih muda. Ini bisa dicapai dengan prosedur bedah dan non-bedah.

"Pertambahan usia membuat kulit kusam, keriput, kendur, dan makeup nggak nempel. Perawatan kulit diharapkan bisa mencegah atau menghambat (penuaan)," jelas dr. Melyawati.

Kapan peremajaan kulit boleh dilakukan? Treatment boleh dilakukan sedini mungkin supaya kulit tidak cepat menua. Apalagi kalau kita sering terpapar sinar matahari, debu, atau polusi.

Jenis-jenis perawatan untuk meremajakan kulit

1. Pro yellow laser

ilustrasi mengecek kondisi kulit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menurut dr. Melyawati, pro yellow laser adalah perawatan favorit di Klinik Bamed. Ini digunakan untuk mencerahkan, meremajakan kulit, pigmentasi wajah, hingga kemerahan pasca jerawat.

Energi laser pro yellow diserap ke dalam dermis (lapisan kulit yang terletak antara epidermis dan jaringan subkutan) untuk merawat dan memperbaiki struktur pendukung kulit. Hasilnya akan terlihat hanya dengan dua kali treatment.

Baca Juga: 4 Hal yang Dikaitkan dengan Masalah Kulit di Era Pandemik

2. HIFU

Selanjutnya adalah high intensity focused ultrasound atau HIFU. Ini adalah perawatan non-invasif untuk mengatasi penuaan. Bagaimana cara kerjanya?

Mengutip Medical News Today, HIFU menggunakan ultrasound untuk menciptakan panas yang bisa merusak sel-sel kulit yang ditargetkan. Tubuh berusaha memperbaiki kerusakan tersebut dengan memproduksi kolagen.

Dokter Melyawati mengutip sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Dermatology tahun 2015. Disebutkan bahwa HIFU adalah prosedur non-invasif yang aman dan efektif untuk memperbaiki kerutan dan kulit kendur. Namun, terdapat efek samping yang ringan dan sifatnya sementara.

3. Fractional CO2

ilustrasi perawatan wajah (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Untuk individu yang memiliki banyak bekas jerawat, bisa mencoba fractional CO2. Selain itu, bisa digunakan untuk mengurangi garis-garis halus, kerutan dalam, dan masalah kulit lainnya.

"Ada bagian kulit yang (sengaja) dilukai dengan harapan remodelling collagen atau terbentuk kolagen yang baru," tutur dr. Melyawati.

Masa pemulihan atau downtime-nya antara 3-7 hari. Pada periode waktu tersebut, muka menjadi gampang merah dan muncul bintik-bintik kasar. Meski begitu, kita masih bisa beraktivitas dengan nyaman.

Baca Juga: Berjerawat, Harus ke Dokter Kulit atau Cukup Pakai Skincare?

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya