ilustrasi kanker (IDN Times/Novaya Siantita)
Penelitian ini juga mengaitkan berbagai faktor risiko yang sudah dikenal. Kelebihan berat badan (overweight dan obesitas) menjadi faktor paling dominan, terkait dengan 10 dari 11 jenis kanker yang meningkat.
Selain itu, merokok, konsumsi alkohol, pola makan rendah serat, dan kurang aktivitas fisik juga berkontribusi dalam proporsi yang berbeda.
Namun, di sinilah muncul paradoks. Dalam satu hingga dua dekade terakhir, beberapa faktor risiko justru menunjukkan perbaikan pada kelompok usia muda. Konsumsi daging merah menurun, beberapa aspek pola makan membaik, dan kesadaran gaya hidup sehat meningkat. Meski begitu, angka kasus kanker tetap naik.
Para peneliti menduga ada faktor lain yang belum sepenuhnya terukur. Di antaranya adalah paparan sejak usia dini, pola makan ultraproses, obesitas pada masa kanak-kanak, penggunaan antibiotik, hingga perubahan mikrobioma usus.
Bahkan, perubahan dalam metode diagnosis dan deteksi juga bisa berperan. Ini menunjukkan bahwa memahami kanker di usia muda membutuhkan pendekatan yang lebih luas dari sekadar faktor gaya hidup konvensional.
Temuan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi untuk memperluas cara kita memahami risiko kesehatan. Kanker masih jauh lebih umum terjadi pada usia lanjut, tetapi peningkatan pada usia muda adalah sinyal penting yang tidak bisa diabaikan.
Ke depannya, pendekatannya perlu lebih komprehensif. Tidak hanya fokus pada gaya hidup saat ini, tetapi juga mempertimbangkan faktor sejak dini, bahkan sebelum seseorang menyadari risiko tersebut. Dengan pemahaman yang lebih dalam, upaya pencegahan bisa menjadi lebih relevan dan tepat sasaran.
Referensi
Marc J Gunter et al., “Temporal Trends in Behavioural Risk Factors for Cancers With Rising Incidence in Younger Adults: An Analysis of Population-based Data in England,” SHILAP Revista De Lepidopterología, April 1, 2026, https://doi.org/10.1136/bmjonc-2025-000966.
"Bowel and Ovarian Cancers Are Dramatically Rising in Young Adults and Scientists Aren’t Sure Why." SciTechDaily. Diakses April 2026.