Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Angka Kasus Kanker Usus Ovarium Usia Muda Naik, Kenapa?
ilustrasi orang dewasa dan lansia (pexels.com/cottonbro studio)
  • Studi terbaru dalam BMJ Oncology menemukan peningkatan signifikan beberapa jenis kanker pada usia <50 tahun.

  • Kanker usus dan kanker ovarium menunjukkan pola unik: naik pada usia muda, tetapi tidak pada usia lebih tua.

  • Faktor gaya hidup berperan, tetapi tidak sepenuhnya menjelaskan tren peningkatan kasus ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun penelitian ini menunjukkan peningkatan kasus kanker pada usia muda, temuan tersebut justru membuka peluang penting untuk memahami kesehatan secara lebih mendalam. Data yang dikumpulkan selama hampir dua dekade memberi dasar ilmiah kuat bagi pendekatan baru, memperluas perspektif dari sekadar faktor gaya hidup menuju pemahaman menyeluruh tentang risiko sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada perubahan halus namun konsisten dalam pola kanker yang mulai terlihat jelas. Selama ini, kanker identik dengan usia lanjut. Namun, data terbaru dari Inggris menunjukkan arah yang berbeda. Makin banyak kasus kanker yang muncul pada kelompok usia lebih muda, di bawah 50 tahun.

Studi yang dipublikasikan dalam BMJ Oncology ini mengamati data nasional selama hampir dua dekade (2001–2019) dan menemukan bahwa peningkatan kasus kanker tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga memiliki pola yang berbeda berdasarkan usia. Yang paling menarik perhatian adalah kanker usus (bowel cancer) dan kanker ovarium, yang peningkatannya justru terkonsentrasi pada kelompok usia muda.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar. Jika faktor risiko klasik seperti merokok atau pola makan mulai membaik di sebagian populasi, mengapa angka kanker tetap meningkat?

Para peneliti menyebutkan bahwa kemungkinan besar tidak ada satu penyebab tunggal, melainkan kombinasi faktor yang bekerja secara kompleks dan belum sepenuhnya dipahami.

Temuan studi

Para peneliti menganalisis lebih dari 20 jenis kanker dan membandingkan dua kelompok usia: 20–49 tahun dan 50 tahun ke atas. Hasilnya mencolok, bahwa sebanyak 16 dari 22 jenis kanker meningkat pada perempuan muda, dan 11 dari 21 pada laki-laki muda.

Di antara berbagai jenis kanker tersebut, ada 11 yang secara signifikan meningkat pada usia muda dan terkait dengan faktor perilaku, seperti kanker tiroid, hati, ginjal, pankreas, payudara, hingga kanker usus dan ovarium.

Namun, tidak semua pola seragam. Pada kelompok usia lebih tua, sebagian besar kanker juga meningkat, kecuali dua jenis yang justru menjadi sorotan, yaitu kanker usus dan kanker ovarium.

Artinya, ada sesuatu yang berbeda terjadi pada tubuh usia muda. Bahkan, beberapa kanker seperti endometrium, ginjal, dan pankreas meningkat lebih cepat pada perempuan muda dibanding perempuan yang lebih tua. Temuan ini mengindikasikan kemungkinan adanya faktor risiko spesifik usia, baik dari paparan lingkungan, perubahan biologis, maupun pola hidup sejak dini.

Faktor risiko

ilustrasi kanker (IDN Times/Novaya Siantita)

Penelitian ini juga mengaitkan berbagai faktor risiko yang sudah dikenal. Kelebihan berat badan (overweight dan obesitas) menjadi faktor paling dominan, terkait dengan 10 dari 11 jenis kanker yang meningkat.

Selain itu, merokok, konsumsi alkohol, pola makan rendah serat, dan kurang aktivitas fisik juga berkontribusi dalam proporsi yang berbeda.

Namun, di sinilah muncul paradoks. Dalam satu hingga dua dekade terakhir, beberapa faktor risiko justru menunjukkan perbaikan pada kelompok usia muda. Konsumsi daging merah menurun, beberapa aspek pola makan membaik, dan kesadaran gaya hidup sehat meningkat. Meski begitu, angka kasus kanker tetap naik.

Para peneliti menduga ada faktor lain yang belum sepenuhnya terukur. Di antaranya adalah paparan sejak usia dini, pola makan ultraproses, obesitas pada masa kanak-kanak, penggunaan antibiotik, hingga perubahan mikrobioma usus.

Bahkan, perubahan dalam metode diagnosis dan deteksi juga bisa berperan. Ini menunjukkan bahwa memahami kanker di usia muda membutuhkan pendekatan yang lebih luas dari sekadar faktor gaya hidup konvensional.

Temuan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi untuk memperluas cara kita memahami risiko kesehatan. Kanker masih jauh lebih umum terjadi pada usia lanjut, tetapi peningkatan pada usia muda adalah sinyal penting yang tidak bisa diabaikan.

Ke depannya, pendekatannya perlu lebih komprehensif. Tidak hanya fokus pada gaya hidup saat ini, tetapi juga mempertimbangkan faktor sejak dini, bahkan sebelum seseorang menyadari risiko tersebut. Dengan pemahaman yang lebih dalam, upaya pencegahan bisa menjadi lebih relevan dan tepat sasaran.

Referensi

Marc J Gunter et al., “Temporal Trends in Behavioural Risk Factors for Cancers With Rising Incidence in Younger Adults: An Analysis of Population-based Data in England,” SHILAP Revista De Lepidopterología, April 1, 2026, https://doi.org/10.1136/bmjonc-2025-000966.

"Bowel and Ovarian Cancers Are Dramatically Rising in Young Adults and Scientists Aren’t Sure Why." SciTechDaily. Diakses April 2026.

Editorial Team