- Kulit pucat.
- Bintik-bintik merah pada kulit.
- Infeksi yang sering terjadi.
Sama-sama Kanker Darah, Ini Perbedaan Leukemia dan Limfoma

- Leukemia berkembang di sumsum tulang dan memengaruhi produksi sel darah, sedangkan limfoma muncul di sistem limfatik seperti kelenjar getah bening dengan jenis Hodgkin dan non-Hodgkin.
- Kedua kanker darah ini memiliki gejala mirip seperti kelelahan dan demam, namun leukemia ditandai kulit pucat dan infeksi sering, sementara limfoma menimbulkan gatal, batuk, serta keringat malam.
- Faktor risiko leukemia meliputi paparan radiasi, bahan kimia, dan merokok; sedangkan limfoma dipicu oleh sistem imun lemah, infeksi virus tertentu, usia lanjut, serta mutasi genetik.
Leukemia dan limfoma adalah dua jenis kanker darah yang sering kali terdengar mirip, tetapi sebenarnya karakteristiknya berbeda. Keduanya sama-sama berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dan sel darah sehingga kerap bikin bingung. Memahami perbedaan dasar antara leukemia dan limfoma sangat penting untuk mengenali gejala sejak dini. Dengan pengetahuan yang tepat, proses diagnosis bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
Secara umum, leukemia berkembang di sumsum tulang dan memengaruhi produksi sel darah, sementara limfoma muncul di sistem limfatik seperti kelenjar getah bening. Perbedaan lokasi awal inilah yang kemudian memengaruhi cara penyakit berkembang dan gejala yang dirasakan penderitanya. Selain itu, metode pengobatan yang digunakan juga bisa berbeda. Oleh karena itu, penting untuk tidak menyamakan keduanya meskipun sama-sama termasuk kanker darah.
Table of Content
1. Definisi
Leukemia
Leukemia adalah jenis kanker yang biasanya dimulai di sumsum tulang dan menyebar melalui aliran darah. Ketika ini terjadi, sumsum tulang menghasilkan sel darah putih yang bermutasi, yang disebut limfosit, yang memenuhi aliran darah dan menggeser sel darah sehat.
Leukemia terjadi dalam banyak bentuk, tetapi didiagnosis sebagai akut atau kronis. Sel leukemia akut tumbuh dengan cepat dan mungkin memerlukan perawatan agresif. Sel leukemia kronis seringkali berkembang perlahan dan tidak menimbulkan gejala segera
Limfoma
Limfoma biasanya berasal dari kelenjar getah bening atau area lain dari sistem limfatik. Kelenjar getah bening (kelenjar kecil yang ditemukan di seluruh tubuh) menyaring zat berbahaya dan mengandung limfosit, yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit. Ada berbagai jenis limfosit. Beberapa menghasilkan antibodi, sementara yang lain membantu membunuh sel tumor atau mengendalikan respons imun. Pada limfoma, tubuh memproduksi limfosit secara berlebihan.
Dua jenis utama limfoma adalah limfoma Hodgkin dan, yang paling umum, limfoma non-Hodgkin. Setiap jenis limfoma melibatkan limfosit yang berbeda, tumbuh dengan kecepatan yang berbeda, dan merespons pengobatan secara berbeda.
2. Gejala
Tanda dan gejala kanker darah bervariasi. Leukemia dan limfoma tidak didiagnosis hanya berdasarkan gejala karena keduanya memiliki gejala yang serupa. Gejala-gejala yang mirip pada keduanya, meliputi kelemahan, kelelahan, nyeri tulang, infeksi, demam, dan penurunan berat badan.
Gejala leukemia
Beberapa gejala yang unik leukemia, antara lain:
Gejala limfoma
Beberapa gejala yang sering terjadi pada pasien limfoma, antara lain:
- Demam.
- Sesak napas.
- Batuk.
- Kulit gatal.
- Penurunan berat badan.
- Keringat malam.
3. Faktor risiko

Meskipun siapa pun dapat mengembangkan leukemia dan limfoma, tetapi faktor-faktor tertentu meningkatkan risikonya.
Faktor risiko leukemia
- Paparan radiasi: Terkadang terapi radiasi yang diberikan untuk mengobati kanker dapat meningkatkan risiko terkena kanker kedua. Paparan signifikan dari kecelakaan nuklir dianggap sebagai tingkat paparan tinggi yang juga dapat memengaruhi risiko di masa mendatang.
- Paparan bahan kimia: Kontak dengan zat, seperti benzena, zat yang ditemukan di lingkungan industri yang digunakan dalam pembuatan plastik, resin, serat sintetis, pelumas karet, pewarna, deterjen, obat-obatan, dan pestisida.
- Merokok: Dikaitkan dengan beberapa bentuk leukemia.
Faktor risiko limfoma
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi seperti HIV atau penyakit autoimun.
- Infeksi: Virus seperti Epstein-Barr atau hepatitis.
- Usia: Limfoma lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.
- Riwayat keluarga: Kerabat dekat yang menderita limfoma sedikit meningkatkan peluang terkena limfoma.
- Mutasi gen: Mutasi gen tertentu—misalnya, mutasi pada gen limfoma sel B 6 (BCL6)—dapat meningkatkan risiko terkena limfoma.
4. Diagnosis
Jika seseorang memiliki gejala yang mungkin mengindikasikan leukemia atau limfoma, dokter kemungkinan besar akan:
- Menanyakan lebih lanjut tentang gejala tersebut.
- Menanyakan tentang riwayat medis pribadi dan keluarga.
- Melakukan tes medis.
Tes tersebut dapat meliputi:
- Tes darah untuk limfoma atau leukemia.
- Biopsi sumsum tulang jika dokter mencurigai leukemia.
- Biopsi jaringan jika mereka mencurigai limfoma.
- Dokter juga dapat melakukan tes untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain.
Pilihan pengobatan untuk leukemia dan limfoma dapat sangat bervariasi, dan subtipe kanker tertentu seringkali menentukan prognosis pasien, yang berarti bahwa sangat penting bagi setiap pasien untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
5. Pengobatan
Pengobatan untuk leukemia dan limfoma bervariasi tergantung pada jenis dan stadiumnya, tetapi beberapa pilihan umum, meliputi:
- Kemoterapi: Obat-obatan ampuh membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Karena kemoterapi menargetkan sel-sel yang berkembang biak dengan cepat, kemoterapi juga dapat merusak sel-sel sehat.
- Terapi target: Berfokus pada protein spesifik dalam sel kanker untuk memblokir pertumbuhannya dengan peluang lebih kecil untuk merusak sel-sel sehat.
- Pengobatan antibodi: Protein buatan laboratorium meniru bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia untuk membantunya melawan kanker.
- Transplantasi sel punca: Mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sel-sel sehat.
- Terapi radiasi: Sinar berenergi tinggi menargetkan dan mengecilkan sel kanker.
Dengan mengenali perbedaan leukemia dan limfoma, diharapkan kamu bisa lebih waspada terhadap gejala yang muncul serta tidak ragu untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis demi mendapatkan penanganan yang sesuai.
Referensi
Blood Cancer United. Diakses pada April 2026. "Leukemia vs. Lymphoma: What You Need to Know."
City of Hope. Diakses pada April 2026. "Leukemia vs. Lymphoma."
Medical News Today. Diakses pada April 2026. "What is The Difference Between Leukemia and Lymphoma?"
SERO. Diakses pada April 2026. "Lymphoma vs. Leukemia: Understanding the Difference."


![[QUIZ] Pilihan Menu Favoritmu di Aplikasi Ojol Ungkap Risiko Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20250521/seblak-4439fd7c67a33b9b7d49baed91e06faa-d0ea42c568cc86100c30fac0081628c1.png)

![[QUIZ] Kardio vs Latihan Beban, Mana yang Lebih Cocok Buatmu?](https://image.idntimes.com/post/20250508/16190-06da9cb21925c208b6c5f4982411b31d-64cf4b37dcccc6b4a69fd3cc38dec42a.jpeg)








![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250526/image-15-38aaa07364b27568f6d9ac02c74958a2.jpg)

![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Menekuni Yoga atau Pilates? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260112/2148835402_3a8446ea-72fe-4533-a1c8-63b69e7ce486.jpg)

