Sebuah studi kohort berbasis populasi di Swedia menyoroti hubungan yang jarang dibahas, yaitu penggunaan antibiotik selama kehamilan dan risiko infeksi group B Streptococcus (GBS) pada bayi baru lahir. Penelitian ini dipimpin oleh tim dari Karolinska Institute dan dipublikasikan dalam Journal of Infection.
Para peneliti menganalisis lebih dari 1 juta kelahiran tunggal hidup di Swedia antara 2006 hingga 2016, menggunakan empat registri nasional. Sekitar 24,5 persen kehamilan tercatat memiliki paparan antibiotik prenatal, dan hampir 5 persen terpapar pada lebih dari satu trimester. Pada populasi ini, angka kejadian GBS tercatat 0,71 per 1.000 kelahiran hidup.
Hasilnya menunjukkan bahwa bayi yang terpapar antibiotik selama kehamilan memiliki insiden GBS lebih tinggi dalam empat minggu pertama kehidupan dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar. Secara keseluruhan, risikonya meningkat sekitar 29 persen. Temuan ini menjadi perhatian, mengingat GBS masih menyumbang sekitar 40 persen infeksi berat dengan onset dini pada bayi baru lahir di Swedia, meskipun strategi pencegahan selama persalinan sudah diterapkan sejak 2008.
