Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu H1N1 dan H3N2 pada Virus Influenza? Ini Penjelasannya
ilustrasi influenza (magnific.com/prostooleh)
  • H1N1 dan H3N2 adalah subtipe influenza A pada manusia, dibedakan oleh kombinasi protein permukaan hemaglutinin dan neuraminidase: H1-N1 serta H3-N2.
  • H1N1 terkait pandemi 2009 dan H3N2 pandemi 1968; keduanya kini terus beredar sebagai influenza musiman serta mengalami perubahan genetik dan antigenik.
  • Gejala keduanya mirip, seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, dan lelah; penentuan subtipe memerlukan pemeriksaan laboratorium, sementara pemantauan membantu pembaruan vaksin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masih sering dengar istilah H1N1 dan H3N2 saat membahas flu, tapi belum benar-benar paham maksudnya? Kedua nama ini memang terdengar seperti kode yang rumit, padahal keduanya merupakan subtipe virus influenza A yang dapat menginfeksi manusia. Jadi, apa sebenarnya arti H1N1 dan H3N2, dan apa yang membedakan keduanya?

H1N1 dan H3N2 dibedakan berdasarkan kombinasi dua protein di permukaan virus, yaitu hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Meski sama-sama termasuk influenza A, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu, lho. Nah, supaya gak lagi bingung saat menemukan istilah H1N1 dan H3N2, yuk, kenali apa arti dan perbedaannya.

1. H1N1 dan H3N2 merupakan subtipe influenza A

ilustrasi influenza (magnific.com/magnific)

Ketika mendengar istilah H1N1 dan H3N2, jangan langsung berpikir bahwa keduanya adalah dua bentuk flu yang sama sekali berbeda, ya. Keduanya merupakan variasi dari virus influenza A, yang dibedakan berdasarkan kombinasi dua protein yang terdapat di permukaan virus, yaitu hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Saat ini, A(H1N1) dan A(H3N2) termasuk dalam kategori subtipe influenza A yang secara rutin terdeteksi pada manusia.

Meskipun namanya terdengar seperti kode yang rumit, sebenarnya ada penjelasan yang cukup sederhana di baliknya, lho. Angka yang mengikuti huruf H dan N menunjukkan tipe protein permukaan yang terdapat pada virus tersebut, di mana H1N1 menunjukkan kombinasi H1 dan N1, sementara H3N2 menunjukkan H3 dan N2. Dari sini, kamu dapat melihat perbedaan yang mendasar antara kedua subtipe ini.

2. H1N1 dikenal sebagai virus influenza yang memicu pandemik 2009

ilustrasi influenza A (magnific.com/benzoix)

H1N1 mungkin sudah tidak asing lagi karena virus ini sempat menjadi sorotan global saat terjadi pandemik influenza pada tahun 2009. Virus yang beredar saat ini dikenal sebagai A(H1N1)pdm09, yaitu keturunan dari virus H1N1 yang muncul pada masa pandemik tersebut dan terus berlanjut sebagai influenza musiman.

Meski sudah sekian lama berlalu, H1N1 gak hilang begitu saja, ya. Virus ini terus mengalami perubahan genetik dan antigenik seiring berjalannya waktu, sama seperti virus influenza lainnya. Oleh karena itu, istilah H1N1 yang kamu dengar sekarang biasanya merujuk kepada garis keturunan A(H1N1)pdm09 yang beredar secara musiman.

3. H3N2 juga terus mengalami perubahan

ilustrasi memakai masker saat sakit (freepik.com/freepik)

Berbeda dengan H1N1 yang dikenal karena pandemi pada 2009, H3N2 punya sejarah yang berbeda dan pernah menjadi penyebab pandemi influenza pada 1968. Setelah itu, virus H3N2 tetap beredar dan terus mengalami perubahan genetik serta antigenik dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut membuat H3N2 memiliki berbagai kelompok genetik yang terus dipantau, lho.

Proses perubahan ini merupakan bagian dari perjalanan hidup virus influenza. Sistem imun yang pernah mengenal virus sebelumnya mungkin tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap virus yang telah mengalami berbagai perubahan. Oleh karena itu, pemantauan terhadap H3N2 dan subtipe influenza lainnya terus dilakukan dari waktu ke waktu.

4. Perbedaan H1N1 dan H3N2 terletak pada kombinasi proteinnya

ilustrasi demam dan flu (freepik.com/benzoix)

Cara paling gampang membedakan keduanya bisa dilihat dari namanya terlebih dahulu. H1N1 punya kombinasi protein permukaan H1 dan N1, sedangkan H3N2 memiliki H3 dan N2. Nah, perbedaan kombinasi inilah yang membuat H1N1 dan H3N2 termasuk dua subtipe virus influenza A yang berbeda.

Perbedaan tersebut bukan sekadar soal angka, karena perubahan pada protein permukaan dapat memengaruhi bagaimana virus dikenali oleh sistem kekebalan tubuh. Virus influenza juga terus mengalami perubahan kecil yang dikenal sebagai antigenic drift, sehingga karakteristik virus yang beredar bisa berubah dari waktu ke waktu.  Nah, karena itulah komposisi vaksin influenza perlu terus dievaluasi dan diperbarui sesuai virus yang dipantau beredar.

5. Gejala H1NI dan H3N2 bisa terlihat mirip

ilustrasi demam dan flu (freepik.com/benzoix)

Gejala H1N1 dan H3N2 sebenarnya cukup mirip, jadi gak mudah membedakannya hanya dari apa yang dirasakan. Keduanya dapat menyebabkan demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot, pilek, dan rasa lelah yang khas pada influenza. Nah, untuk mengetahui subtipe virusnya, diperlukan pemeriksaan yang dapat mengidentifikasi jenis virus secara lebih spesifik.

Itulah kenapa jangan buru-buru menyimpulkan jenis virus hanya berdasarkan gejala, ya. Untuk mengetahui subtipe influenza secara lebih spesifik, diperlukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai. Nah, kalau gejalanya terasa berat atau kondisi tidak membaik, pemeriksaan medis bisa membantu menentukan penanganan yang tepat.

6. Orang yang terinfeksi H1N1 dan H3N2 sama-sama perlu dipantau

ilustrasi periksa ke dokter (magnific.com/freepik)

H1N1 dan H3N2 bukan virus yang hanya muncul sesekali ketika terjadi wabah besar, tetapi termasuk virus influenza A yang dapat terus beredar sebagai influenza musiman. Karena virus influenza mudah berubah, lembaga kesehatan melakukan pemantauan terhadap virus yang beredar untuk melihat perubahan karakteristik dan membantu menentukan komposisi vaksin influenza.

Jadi, gak perlu langsung panik hanya karena menemukan istilah H1N1 atau H3N2 dalam berita kesehatan, lho. Yang penting, pahami bahwa keduanya merupakan subtipe influenza A yang memiliki perbedaan pada protein permukaannya, tetapi sama-sama dapat menyebabkan influenza pada manusia. Nah, memahami istilah ini setidaknya bikin kamu gak lagi bingung ketika H1N1 dan H3N2 kembali dibahas saat musim flu.

Jadi, H1N1 dan H3N2 sama-sama merupakan subtipe virus influenza A yang dapat terus beredar dan menyebabkan flu musiman. Meski namanya terdengar seperti kode yang rumit, perbedaan keduanya sebenarnya berkaitan dengan kombinasi protein permukaan virus. Nah, dengan memahami H1N1 dan H3N2, kamu jadi gak perlu bingung lagi saat menemukan istilah ini dalam pembahasan tentang influenza.

Referensi

“Antigenic characterization of influenza and SARS-CoV-2 viruses.” Nature Reviews Microbiology. Diakses Oktober 2026.

“Discordant antigenic drift of neuraminidase and hemagglutinin in H1N1 and H3N2 influenza viruses.” Proceedings of the National Academy of Sciences. Diakses Oktober 2026.

“Global circulation patterns of seasonal influenza viruses vary with antigenic drift.” Nature. Diakses Oktober 2026.

“Influenza (seasonal).” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

“Recommendations for influenza vaccine composition for the 2026–2027 northern hemisphere season.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article