ilustrasi periksa ke dokter (magnific.com/freepik)
H1N1 dan H3N2 bukan virus yang hanya muncul sesekali ketika terjadi wabah besar, tetapi termasuk virus influenza A yang dapat terus beredar sebagai influenza musiman. Karena virus influenza mudah berubah, lembaga kesehatan melakukan pemantauan terhadap virus yang beredar untuk melihat perubahan karakteristik dan membantu menentukan komposisi vaksin influenza.
Jadi, gak perlu langsung panik hanya karena menemukan istilah H1N1 atau H3N2 dalam berita kesehatan, lho. Yang penting, pahami bahwa keduanya merupakan subtipe influenza A yang memiliki perbedaan pada protein permukaannya, tetapi sama-sama dapat menyebabkan influenza pada manusia. Nah, memahami istilah ini setidaknya bikin kamu gak lagi bingung ketika H1N1 dan H3N2 kembali dibahas saat musim flu.
Jadi, H1N1 dan H3N2 sama-sama merupakan subtipe virus influenza A yang dapat terus beredar dan menyebabkan flu musiman. Meski namanya terdengar seperti kode yang rumit, perbedaan keduanya sebenarnya berkaitan dengan kombinasi protein permukaan virus. Nah, dengan memahami H1N1 dan H3N2, kamu jadi gak perlu bingung lagi saat menemukan istilah ini dalam pembahasan tentang influenza.
Referensi
“Antigenic characterization of influenza and SARS-CoV-2 viruses.” Nature Reviews Microbiology. Diakses Oktober 2026.
“Discordant antigenic drift of neuraminidase and hemagglutinin in H1N1 and H3N2 influenza viruses.” Proceedings of the National Academy of Sciences. Diakses Oktober 2026.
“Global circulation patterns of seasonal influenza viruses vary with antigenic drift.” Nature. Diakses Oktober 2026.
“Influenza (seasonal).” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.
“Recommendations for influenza vaccine composition for the 2026–2027 northern hemisphere season.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.