Dalam keseharian, batas antara “obat” dan “bukan obat” kerap terasa samar. Ada produk yang bisa dibeli tanpa resep, dikonsumsi rutin, dan dipercaya memberi efek terapeutik, tetapi tidak terdaftar sebagai obat. Dari situ muncul istilah obat kuasi, yaitu produk yang memiliki klaim dan fungsi tertentu bagi tubuh, tetapi tidak diatur seperti obat pada umumnya.
Kategori ini dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan produk berkhasiat, sekaligus menjaga aspek keamanan. Sebab, tidak semua produk yang bekerja “seperti obat” bisa diperlakukan sebagai obat sepenuhnya. Obat kuasi pun hadir sebagai jalan tengah yang berada di antara obat dan produk kesehatan lain, dengan pengawasan khusus agar manfaatnya tetap sejalan dengan keselamatan konsumen.
