Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Obat Kapsul dan Tablet, Jangan sampai Keliru!

Perbedaan Obat Kapsul dan Tablet, Jangan sampai Keliru!
ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Tablet adalah bentuk obat padat yang terbuat dari obat kering dan mungkin mengandung aditif. Ada juga kaplet yang lebih mudah ditelan.
  • Kapsul berisi obat yang terbungkus dalam cangkang. Ada dua jenis utama: kapsul keras dan kapsul gel lunak.
  • Kelebihan tablet: masa simpan yang lama, dapat dikunyah, dosis lebih tinggi, dan mudah dibagi. Kekurangan tablet: lebih mungkin menyebabkan iritasi, kerja lebih lambat, disintegrasi tidak merata, dan kurang enak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam hal pengobatan oral, tablet dan kapsul sama-sama pilihan populer. Keduanya bekerja dengan mengirimkan obat atau suplemen melalui saluran pencernaan untuk tujuan tertentu. Kendati tablet dan kapsul bekerja dengan cara yang serupa, tetapi keduanya juga memiliki beberapa perbedaan utama. Dan, dalam beberapa kasus, satu bentuk mungkin lebih cocok untukmu daripada yang lain.

Berikut ini gambaran tentang keuntungan dan kerugian tablet dan kapsul, bagaimana perbedaannya, dan tips mengonsumsinya dengan aman.

Table of Content

1. Apa itu tablet?

1. Apa itu tablet?

Tablet adalah bentuk obat yang seluruhnya terbuat dari obat. Produsen memadatkan obat kering menjadi pil padat yang tersedia dalam beberapa bentuk. Tablet mungkin mengandung aditif untuk membantu mempertahankan bentuk dan meningkatkan rasa. Banyak tablet diberi garis pemisah, yang memudahkan pasien untuk membelahnya menjadi dua.

Kaplet adalah tablet yang berbentuk kapsul (lonjong) agar lebih mudah ditelan.

Obat dipecah ketika masuk ke sistem pencernaan. Aliran darah menyerap obat, dan hati memetabolisme obat tersebut.

Beberapa tablet memiliki lapisan yang memungkinkan tablet tetap utuh di lambung sehingga dapat terurai di usus kecil daripada di lambung. Ini disebut lapisan enterik.

Ada juga tablet kunyah atau tablet yang larut, yang terurai di mulut dan diserap lebih cepat.

2. Apa itu kapsul?

Tidak seperti tablet yang seluruhnya terbuat dari obat, kapsul berisi obat yang terbungkus dalam cangkang. Cangkang luar ini dipecah di saluran pencernaan dan obat diserap ke dalam aliran darah, kemudian didistribusikan dan dimetabolisme dengan cara yang hampir sama seperti obat berbentuk tablet.

Kapsul terdiri dari dua jenis utama, yaitu kapsul keras dan kapsul gel lunak.

3. Kelebihan tablet

Obat tablet.
ilustrasi obat berbentuk tablet (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Berikut beberapa kelebihan obat berbentuk tablet:

  • Masa simpan yang lama: Tablet cenderung lebih stabil dan bertahan lebih lama daripada kapsul. 
  • Dapat dikunyah: Beberapa tablet dirancang untuk dikunyah sehingga memudahkan konsumsi.
  • Dosis lebih tinggi: Produsen dapat memasukkan lebih banyak obat ke dalam tablet.
  • Mudah dibagi: Kamu dapat memotong tablet menjadi dua atau tiga bagian untuk mengoptimalkan dosis.

4. Kekurangan tablet

Beberapa kekurangan obat berbentuk tablet antara lain:

  • Lebih mungkin menyebabkan iritasi: Tablet lebih mungkin mengiritasi saluran pencernaan.
  • Kerja lebih lambat: Setelah masuk ke dalam tubuh, tablet diserap lebih lambat daripada kapsul. Mungkin butuh waktu lebih lama untuk bekerja.
  • Disintegrasi tidak merata: Tablet lebih mungkin hancur secara tidak konsisten, yang dapat mengurangi efektivitas obat dan penyerapan secara keseluruhan.
  • Kurang enak: Setelah ditelan, tablet dapat meninggalkan rasa tidak enak di mulut.

5. Kelebihan kapsul

Berikut beberapa kelebihan obat berbentuk kapsul:

  • Kerja cepat: Kapsul cenderung hancur lebih cepat daripada tablet. Kapsul dapat memberikan peredaan gejala yang lebih cepat daripada tablet.
  • Tidak berasa: Kapsul cenderung tidak memiliki rasa atau bau yang tidak sedap.
  • Tahan terhadap penyalahgunaan dan pemalsuan: Kapsul sering dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mudah untuk dibelah menjadi dua atau dihancurkan seperti tablet. Akibatnya, kapsul mungkin lebih mungkin dikonsumsi sesuai petunjuk.
  • Penyerapan obat yang lebih tinggi: Kapsul memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi, yang berarti lebih banyak obat yang mungkin masuk ke aliran darah.

6. Kekurangan kapsul

Obat kapsul.
ilustrasi obat berbentuk kapsul (pexels.com/Anna Shvets)

Kekurangan obat berbentuk kapsul di antaranya:

  • Tidak dapat menampung dosis tinggi: Cangkang kapsul mencegah kapsul menampung obat sebanyak tablet.
  • Biaya lebih tinggi: Gel cair lebih mahal untuk diproduksi daripada obat lain, sehingga sering kali mahal.
  • Mungkin mengandung aditif: Kapsul gel lunak mungkin menggunakan gelatin yang terbuat dari produk hewani sehingga kurang cocok untuk vegetarian.
  • Masa simpan lebih pendek: Gel cair umumnya memiliki tanggal kedaluwarsa lebih cepat daripada kapsul dan tablet bercangkang keras.

7. Pertimbangan keamanan

Ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan terkait keamanan kapsul dan tablet. Kapsul, misalnya, sering mengandung lebih sedikit bahan tambahan daripada tablet, tetapi mungkin mengandung aditif.

Kapsul gel lunak biasanya mengandung gelatin yang terbuat dari bahan sintetis. Periksa label jika kamu mengikuti diet vegetarian, vegan, atau mencari produk halal. Kapsul ini mungkin mengandung produk hewani.

Tablet biasanya mengandung beberapa bahan untuk mempertahankan bentuk dan meningkatkan rasa. Penting untuk memeriksa label jika kamu memiliki alergi atau sensitivitas terhadap bahan-bahan tertentu.

Ada pro dan kontra untuk kapsul dan tablet, dan salah satunya belum tentu lebih baik. Apakah kapsul atau tablet tepat untukmu bergantung pada beberapa faktor. Kamu mungkin lebih suka kapsul, misalnya, jika rasa tablet mengganggu. Sebaliknya, kamu mungkin memilih tablet jika mencari alternatif yang lebih murah.

Referensi

GoodRx. Diakses pada Januari 2026. "Capsule or Tablet? Pros, Cons, and Prices Explained."

Health. Diakses pada Januari 2026. "Capsule vs. Tablet? How To Choose."

Healthline. Diakses pada Januari 2026. "Tablets vs. Capsules: Pros, Cons, and How They Differ."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Postnasal Drip, Lendir Ekstra di Belakang Hidung dan Tenggorokan

04 Feb 2026, 18:02 WIBHealth