Diagnosis menjadi lebih rumit ketika GERD dan penyakit jantung hadir bersamaan. Pedoman medis menekankan bahwa penyakit jantung harus selalu disingkirkan terlebih dahulu pada pasien dengan nyeri dada, sebelum menyimpulkan GERD sebagai penyebab utama.
Namun, setelah penyebab jantung dievaluasi dan ditangani, evaluasi saluran cerna sering terlewat. Padahal, studi menunjukkan bahwa terapi GERD yang tepat, termasuk penghambat pompa proton (PPI) dan modifikasi gaya hidup, dapat mengurangi frekuensi nyeri dada pada pasien dengan nyeri dada non jantung.
Di sinilah pendekatan multidisiplin menjadi krusial. Kolaborasi antara dokter jantung dan dokter penyakit dalam atau gastroenterolog membantu memastikan bahwa kedua kondisi ditangani secara seimbang, tanpa mengabaikan salah satunya.
GERD bukan penyebab penyakit jantung, tetapi perannya sebagai amplifier gejala sering diremehkan. Pada pasien dengan gangguan jantung, refluks asam dapat memperberat nyeri dada, sesak, dan kelelahan, sekaligus mengaburkan batas antara keluhan jantung dan saluran cerna.
Dengan pendekatan komprehensif dan multidisiplin, gejala dapat dikendalikan lebih baik, kecemasan berkurang, dan risiko keterlambatan penanganan kondisi serius bisa diminimalkan.
Referensi
Jacob Gries et al., “Heartburn’s Hidden Impact: A Narrative Review Exploring Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) as a Cardiovascular Disease Risk Factor,” Journal of Clinical Medicine 12, no. 23 (November 29, 2023): 7400, https://doi.org/10.3390/jcm12237400.
“Diagnosis and Management of Noncardiac Chest Pain,” PubMed, October 1, 2024, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39484001/.
"Non-cardiac Chest Pain (NCCP)." American College of Gastroenterology. Diakses Januari 2026.
C H Knowles and Q Aziz, “Visceral Hypersensitivity in Non-erosive Reflux Disease,” Gut 57, no. 5 (December 13, 2007): 674–83, https://doi.org/10.1136/gut.2007.127886.
Jose M. Remes-Troche, “The Hypersensitive Esophagus: Pathophysiology, Evaluation, and Treatment Options,” Current Gastroenterology Reports 12, no. 5 (July 28, 2010): 417–26, https://doi.org/10.1007/s11894-010-0122-3.
Philip O. Katz et al., “ACG Clinical Guideline for the Diagnosis and Management of Gastroesophageal Reflux Disease,” The American Journal of Gastroenterology 117, no. 1 (November 22, 2021): 27–56, https://doi.org/10.14309/ajg.0000000000001538.