Apakah Normal Anak Berkeringat Banyak Saat Tidur di Malam Hari?

Pernah menemui anakmu berkeringat banyak dalam tidurnya di malam hari? Meski mengkhawatirkan, namun kondisi ini sebenarnya normal dialami anak. Dalam sebuah studi PubMed yang dikutip dari Healthline, anak dari bayi hingga usia 11 tahun sangat normal sekali berkeringat saat tidur.
WebMD mengungkapkan, kondisi ini bahkan juga bisa dialami oleh orang dewasa. Dan ini bukan berarti karena kamar terlalu panas atau baju yang digunakan terlalu tebal. Berikut penjelasan mengenai berkeringat banyak di malam hari yang sangat normal dialami. Orangtua tak perlu panik dulu ya!
1. Kenapa anak berkeringat saat tidur di malam hari?

Berbeda dengan orang dewasa, bayi dan anak kecil belum bisa mengatur suhu tubuh mereka dengan baik. Apalagi, mereka menghabiskan waktu lebih banyak dalam tahap tidur nyenyak. Ketika anak memasuki tahap tidur REM (rapid eye movement), detak jantung mereka meningkat, sehingga membuatnya lebih banyak berkeringat di malam hari setelah lama tertidur.
Lalu apa bedanya jika anak berkeringat karena suhu kamar terlalu panas? Dilansir babycenter, jika suhu kamar terlalu panas, anak sudah mulai berkeringat sejak sebelum tidur. Jika ini yang terjadi, maka orangtua perlu menurunkan suhu kamar agar lebih dingin, atau mengganti pakaiannya dengan yang lebih tipis.
Namun ada satu kondisi di mana anak bisa berkeringat sebelum tertidur, tapi bukan karena kepanasan. Kondisi ini dialami night terror, dan biasanya terjadi di anak usia 4-7 tahun. Dijelaskan The SleepDoctor, pada saat night terror anak bisa berteriak, menangis, meronta, dan berkeringat banyak. Setelah lewat 10-20 menit, anak akan tertidur seperti biasanya.
Night terror terjadi ketika anak terlalu lelah, mendapat input sensori terlalu banyak sebelum jam tidurnya, terlalu stres, sakit, atau mengonsumsi kafein terlalu banyak. Anak yang mengalami night terror tidak akan mengingat detailnya di kemudian hari. Tidak ada kaitan antara night terror dan perkembangan mental anak yang mengganggu tumbuh kembangnya.
2. Penyebab anak berkeringat dalam tidurnya

Ada beberapa penyebab anak bisa berkeringat di malam hari saat dia tidur. Dilansir Healthline, berikut penyebabnya yang paling umum:
- Kondisi genetik
Jika orangtuanya mudah berkeringat, begitu pula dengan anaknya. Hal ini membuktikan anak memiliki gen yang sehat dan sama, sehingga membuat banyak kelenjar keringat. - Flu
Jika keringat di malam hari diikuti dengan hidung tersumbat, pilek, bersin, batuk, serta sakit tenggorokan, merupakan bukti tubuh anak dengan melawan virus flu tersebut. Apalagi untuk anak di bawah usia enam tahun yang mudah sekali terserang flu. - Perubahan hormon
Anak usia delapan tahun ke atas, akan lebih mungkin mengalami keringat malam lebih banyak karena perubahan hormon. Perbedaannya, keringat ini akan diikuti dengan bau. Berbeda dengan anak bayi, keringat di malam hari mereka tidak akan berbau. Jadi bangun juga tidak dalam kondisi yang kecut.
3. Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

Anak berkeringat saat tidur merupakan suatu hal yang wajar. Namun bisa jadi bahaya, terutama jika ada tanda-tanda berikut ini:
- Radang paru-paru (Pneumonitis hipersensitivitas)
Pneumonitis hipersensitivitas (HP) adalah sejenis radang paru-paru yang disebabkan oleh debu atau jamur. HP terlihat seperti pneumonia biasa, tapi infeksi ini tidak membaik dengan antibiotik. Selain keringat, tanda anak mengalami HP adalah sesak napas, demam, mendengkur mengi, dan lelah sepanjang hari. - Kanker
Meski terdengar menyeramkan, namun kemungkinan anak menderita ini sangatlah kecil. Kecuali kalau kondisi tubuhnya sangat tidak baik. Dilansir Healthline, Kanker limfoma Hodgkin, adalah salah satu penyebab keringat malam pada anak. Biasanya didiagnosa terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun. Selain keringat, gejala lainnya adalah mudah mual, nafsu makan memburuk, sering muntah, berat badan turun drastis, sulit menelan, sulit bernapas, dan batuk.
4. Perawatan untuk anak yang banyak berkeringat di malam hari

Meski tak bahaya dan akan hilang sendiri seiring anak bertambah dewasa, tapi tentu tidak nyaman jika tidur dalam kondisi berkeringat. Menurut WebMD, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengurangi keringat anak dan membuat tidurnya makin nyaman.
- Jaga suhu kamar anak tetap sejuk.
- Gunakan pakaian yang bisa menyerap kelembapan.
- Gunakan kain seprai yang bisa menyerap kelembapan dan membuat rasa dingin.
- Mandi sebelum tidur agar suhu tubuh turun.
- Hindari berolahraga atau lari-lari mendekati jam tidur, supaya suhu tubuh anak turun.
5. Kapan perlu konsultasi ke dokter

Sebenarnya tidur malam sambil berkeringat bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun jika orangtua melihat tanda ada masalah pernapasan di anak, sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter anak.
Selain masalah pernapasan, masalah tidur lainnya juga perlu diperhatikan. Misalnya, terlalu sering terbangun atau mendengkur. Anak dengan kondisi seperti ini, tidurnya tidak akan bisa nyenyak. Sangat mungkin sekali akan mudah rewel keesokan harinya. Tidur yang tidak maksimal bisa mengganggu tumbuh kembang anak.
Jika dibandingkan anak perempuan, anak laki-laki lebih mungkin berkeringat di malam hari saat tidur. Begitu juga dengan anak yang sehari-harinya aktif. Tak perlu khawatir jika anak berkeringat saat tidur, itu semua normal kok.