ilustrasi pijat shiatsu (pexels.com/Yan Krukau)
Pijat pada dasarnya melibatkan teknik manipulasi kulit, otot, dan jaringan ikat dengan tangan atau alat bantu tertentu. Tekanannya bisa bervariasi, mulai dari lembut, sedang, hingga dalam, tergantung pada kebutuhan dan kondisi tubuh. Namun, untuk kasus artritis, disarankan dengan tekanan lembut hingga sedang.
Tekanan sedang saat pijat bisa membantu merangsang reseptor di bawah kulit yang berfungsi menurunkan sinyal nyeri dan stres ke otak. Hal ini akan memberikan efek relaksasi dan mengurangi ketegangan pada sendi.
Jenis pijat yang bisa dicoba oleh pasien artritis antara lain:
Swedish massage – pijat lembut yang membantu relaksasi otot.
Deep tissue massage – pijat dengan tekanan lebih dalam untuk mengatasi ketegangan otot kronis.
Hot stone massage – menggunakan batu panas untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi kekakuan.
Myofascial release – fokus pada pelepasan ketegangan jaringan ikat.
Rolfing – membantu memperbaiki postur tubuh dan pernapasan.
Shiatsu – pijat asal Jepang yang menggunakan tekanan jari pada titik-titik tertentu di tubuh.
Semua jenis pijat ini berpotensi membantu mengurangi nyeri dan kekakuan akibat radang sendi, tetapi pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan dan kondisi masing-masing individu.