ilustrasi pencegahan virus Nipah (pexels.com/Gustavo Fring)
Meskipun virus Nipah belum ditemukan kasus di Indonesia, kita tetap meningkatkan tindakan pencegahan. Tindakan preventif tentu digalakkan oleh pemerintah Indonesia sebagai upaya pemutusan rantai virus Nipah. Beberapa langkah pencegahan Kementerian Kesehatan RI terhadap virus Nipah antara lain:
deteksi dini pada pintu masuk antar negara, misalnya bandara dan pelabuhan;
screening kesehatan untuk pelaku perjalanan dari negara yang melaporkan kasus virus Nipah;
edukasi kepada fasilitas kesehatan dan laboratorium untuk merespons dugaan kasus;
pemantauan status penyakit Nipah oleh WHO karena berpotensi menimbulkan wabah karena keparahannya.
Jadi, virus Nipah memang berpotensi menjadi ancaman karena angka kematian yang tinggi. Selain langkah preventif dari pemerintah Indonesia, kita juga perlu melakukan tindakan pencegahan. Beberapa di antaranya rajin mencuci tangan, hindari memakan buah yang busuk atau bekas gigitan hewan, tidak bersentuhan langsung dengan hewan terinfeksi, serta mencuci bersih dan mengupas buah sebelum memakannya.
Referensi
"Virus Nipah: Ancaman Zoonotik dengan Risiko Tinggi — Fakta, Gejala, Penularan, dan Pencegahan". Kementerian Kesehatan Labkesmas Makassar 1. Diakses pada Februari 2026.
"Nipah Virus". World Health Organization. Diakses pada Februari 2026.
K, Shakirul., A, Sheikh Mohammad Fazle., et al. 2024. Twenty-five years of Nipah outbreaks in Southeast Asia: A persistent threat to global health. IJID Regions. Vol 13.
Stephen P. Luby, Emily S. Gurley, M. Jahangir Hossain. 2009. Transmission of Human Infection with Nipah Virus. Clinical Infectious Diseases, 49(11):1743-8.
"Nipah Virus Infections Reported Overseas". Australian Centre for Disease Control. Diakses pada Februari 2026.