ilustrasi minum kopi (pexels.com/Mike Jones)
“Meski hasilnya menjanjikan, tetapi penting untuk diingat bahwa besaran efeknya relatif kecil,” ujar Daniel Wang, ahli nutrisi dari Mass General Brigham, Boston.
Ia menekankan bahwa menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia tetap perlu pendekatan menyeluruh—mulai dari pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, hingga pengendalian tekanan darah dan gula darah. Dalam konteks ini, kopi atau teh berkafein mungkin hanya satu bagian kecil.
Temuan terbaru ini sejalan dengan sejumlah studi sebelumnya. Analisis data lebih dari 200 ribu orang dalam UK Biobank menunjukkan bahwa peminum kopi berkafein tanpa pemanis memiliki risiko penyakit Alzheimer 34 persen lebih rendah dan Parkinson 37 persen lebih rendah dibandingkan non peminum kopi. Studi lain juga mengaitkan konsumsi sekitar tiga cangkir kopi per hari dengan peningkatan harapan hidup hampir dua tahun.
Penelitian ini menggunakan data dari dua kohort besar di Amerika Serikat, yaitu Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-up Study, yang telah mengumpulkan data kesehatan sejak era 1980-an. Asupan kafein dihitung melalui kuesioner frekuensi makanan yang diperbarui setiap dua hingga empat tahun, disertai laporan subjektif perubahan daya ingat dan fungsi kognitif. Sebagian peserta juga mengikuti tes kognitif formal melalui sambungan telepon.
Dari total lebih dari 131 ribu partisipan, tercatat lebih dari 11 ribu kasus demensia selama masa pengamatan. Peminum kopi berkafein melaporkan penurunan kognitif yang lebih rendah secara subjektif dibanding non peminum kopi, meski perbedaan pada tes kognitif komposit tidak selalu signifikan.
Sebagai studi observasional, hasil ini tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, para peneliti telah memperhitungkan berbagai faktor lain, termasuk pola makan, riwayat medis, gaya hidup, dan risiko genetik. Menariknya, efek kafein tampak konsisten baik pada individu dengan risiko genetik demensia yang tinggi maupun rendah.
Kesimpulannya, kafein bukanlah obat pencegah demensia. Namun, jika dikonsumsi dalam batas wajar dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan, kopi atau teh berkafein bisa berkontribusi kecil namun bermakna dalam upaya menjaga kesehatan otak jangka panjang.
Referensi
"Daily Caffeine Could Reduce Your Risk of Developing Dementia, Study Shows." Science Alert. Diakses Februari 2026.
"Consuming 2-3 cups of coffee daily associated with lower dementia risk, better cognitive function." EurekAlert! Diakses Februari 2026.
Zhang Y, Liu Y, Li Y, et al. Coffee and Tea Intake, Dementia Risk, and Cognitive Function. JAMA. Published online February 09, 2026. doi:10.1001/jama.2025.27259.