Comscore Tracker

7 Gejala Kanker Usus Besar pada Pria, Perhatikan ya!

Mungkin sedikit berbeda dengan gejala pada perempuan

Kanker usus besar juga dikenal sebagai kanker kolorektal atau kanker kolon. Menurut laporan dalam Translational Oncology tahun 2021, pada tahun 2020, tingkat kejadian kanker usus besar global pada pria (23,4 kasus per 100.000 orang) adalah 44 persen lebih tinggi dibanding perempuan (16,2 kasus per 100.000 orang).

Menambahkan keterangan dari American Society of Clinical Oncology, pria memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena kanker usus besar dibanding perempuan.

Seperti semua jenis kanker, ada perbedaan dalam bagaimana laki-laki dan perempuan terpengaruh. Dalam beberapa kasus, mungkin ada hubungannya dengan anatomi atau hormon.

Faktor gaya hidup dan perbedaan dalam perawatan juga dapat memengaruhi berapa banyak laki-laki atau perempuan yang mengembangkan kanker dan mengalami hasil yang berbeda. Pilihan pola makan dan gaya hidup, serta akses ke perawatan dan sikap budaya mengenai skrining kanker, semuanya bisa berkontribusi terhadap laki-laki dan perempuan dipengaruhi secara berbeda oleh kanker usus besar.

Tanda dan gejala kanker usus besar pada pria pada dasarnya sama dengan perempuan. Akan tetapi, lokasi tumor dapat memengaruhi beberapa gejala. Misalnya, tumor di saluran pencernaan bagian bawah dapat menyebabkan darah berwarna merah terang pada tinja, sedangkan tumor yang lokasinya lebih tinggi menyebabkan tinja menjadi lembek atau hitam.

Perbedaan gejala kanker usus besar pada perempuan dan laki-laki

7 Gejala Kanker Usus Besar pada Pria, Perhatikan ya!ilustrasi kanker usus besar atau kanker kolorektal (freepik.com/brgfx)

Menurut laporan dalam Journal of Gastroenterology and Hepatology tahun 2010, gejala kanker usus besar yang dialami pria mungkin sedikit berbeda dengan perempuan. Ini karena kanker pada pria lebih sering terjadi di bagian terakhir usus besar (usus besar sigmoid) dan di rektum. Untuk perempuan, kanker cenderung terletak lebih jauh di usus besar (lebih sulit untuk didiagnosis).

Kanker usus besar di usus besar sigmoid atau rektum dapat menyebabkan gejala seperti darah dalam tinja atau perasaan ingin buang air kecil yang terus-menerus. Orang yang memiliki gejala yang mengganggu ini mungkin mencari perawatan medis sejak awal perjalanan penyakit. Ini mungkin tidak terjadi pada penderita kanker yang terletak lebih tinggi di usus besar.

Dengan kanker usus besar, deteksi dini penting untuk pengobatan yang berhasil. Oleh karena itu, gejala dari jenis kanker usus besar yang lebih umum pada pria bisa membuat kanker dideteksi pada tahap yang lebih awal. Itulah kenapa pria sedikit lebih mungkin didiagnosis kanker usus besar pada stadium 1 daripada perempuan. Secara keseluruhan, 18 persen pria didiagnosis pada stadium 1 (dibandingkan dengan 16 persen pada perempuan), 27 persen pada stadium II, dan 31 persen pada stadium 3.

Bahkan jika didiagnosis pada tahap awal, kanker usus besar masih lebih mematikan pada pria daripada pada perempuan. Salah satu alasannya adalah perbedaan hormon, karena hormon perempuan mungkin menawarkan perlindungan dalam hal kanker usus besar

Pilihan gaya hidup, termasuk diet pro-inflamasi, obesitas, dan kurang olahraga, juga berperan. Faktor-faktor ini secara negatif mempengaruhi pria lebih banyak daripada perempuan dalam hal meningkatkan risiko kanker usus besar.

Mengetahui gejala awal dapat membantu mendapatkan perawatan lebih cepat untuk meningkatkan peluang remisi. Nah, inilah gejala kanker usus besar pada pria.

1. Perubahan kebiasaan buang air besar

Sakit perut atau infeksi ringan sering kali dapat menyebabkan perubahan pada usus, seperti sembelit, diare, atau tinja yang sangat kecil dan tipis. Namun, masalah ini biasanya sembuh dalam beberapa hari saat penyakitnya mereda, mengutip Medical News Today.

Perubahan usus yang berlangsung lebih dari beberapa hari mungkin merupakan tanda dari masalah kesehatan yang mendasarinya.

Jika kamu memiliki gejala-gejala ini secara teratur atau selama lebih dari beberapa hari, sebaiknya temui dokter.

2. Kram perut dan kembung

7 Gejala Kanker Usus Besar pada Pria, Perhatikan ya!ilustrasi sakit perut dan kembung (pixabay.com/derneuemann)

Kram atau kembung sesekali adalah masalah pencernaan umum yang dapat terjadi karena sakit perut, gas, atau makan makanan tertentu.

Sering mengalami kram dan kembung yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya bisa menjadi tanda kanker usus besar, meskipun gejala ini lebih sering merupakan akibat dari masalah kesehatan lainnya.

3. Buang air besar terasa tidak tuntas

Jika tumor berubah menjadi penyumbatan di usus besar, hal itu dapat menyebabkan orang tersebut merasa seolah-olah mereka tidak pernah bisa mengosongkan isi perutnya. Bahkan, jika usus mereka kosong, mereka masih akan merasa perlu untuk buang air besar lagi.

Baca Juga: Benarkah Sel Kanker Payudara Lebih Aktif pada Malam Hari? 

4. Darah dalam tinja

7 Gejala Kanker Usus Besar pada Pria, Perhatikan ya!ilustrasi darah dalam tinja (unsplash.com/Alexandre Boucey)

Melihat darah dalam tinja tentu bukan hal yang menyenangkan. Tinja mungkin tampak seperti memiliki garis-garis darah merah segar, atau seluruh tinja mungkin terlihat lebih gelap seperti ter.

Ada banyak kemungkinan penyebab lain dari tinja berdarah, misalnya wasir. Akan tetapi, siapa pun yang melihat adanya darah dalam tinja tetap harus menemui dokter untuk diagnosis.

5. Penurunan berat badan secara tiba-tiba

Berat badan yang turun secara tiba-tiba dan tidak terduga juga bisa menjadi tanda beberapa jenis kanker. Turun 4,5 kilogram (kg) atau lebih dalam waktu 6 bulan mungkin merupakan peringatan untuk menemui dokter.

Pada orang dengan kanker, menyusutnya berat badan ini mungkin disebabkan oleh sel-sel kanker yang mengonsumsi lebih banyak energi tubuh. Sistem kekebalan tubuh juga bekerja keras untuk melawan sel kanker.

Apabila ukuran tumor besar, maka ini dapat menyebabkan penyumbatan di usus besar, yang dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar dan penurunan berat badan lebih lanjut.

6. Kelelahan

7 Gejala Kanker Usus Besar pada Pria, Perhatikan ya!ilustrasi kelelahan (freepik.com/yanalya)

Karena sel kanker menggunakan energi ekstra dan stres akibat gejala pada usus, orang dengan kanker usus besar mungkin merasakan kelelahan atau kelemahan yang konstan. Walaupun merasa lelah sesekali itu wajar, tetapi kelelahan kronis yang tidak hilang dengan istirahat.

Kelelahan kronis umumnya merupakan gejala dari kondisi yang mendasarinya. Siapa pun yang mengalami kelelahan, khususnya yang berlangsung lama dan tidak hilang dengan istirahat, sangat disarankan untuk menemui dokter.

7. Sesak napas

Ketika kanker mulai menguras energi dari tubuh dan timbul rasa lelah, biasanya akan muncul gejala terkait seperti sesak napas.

Seseorang mungkin akan merasa sulit untuk mengatur napas atau mungkin menjadi sangat cepat lelah dari melakukan sesuatu yang sederhana, seperti berjalan jarak pendek atau tertawa.

Dalam banyak kasus, gejala pencernaan tidak menunjukkan kanker. Namun, jika gejalanya tidak biasa, rutin terjadi, atau terus memburuk, langkah paling bijak adalah menemui dokter.

Jika penyebab dasarnya bukan kanker usus besar pun, dokter dapat mengidentifikasi dan mendiagnosis penyebab yang mendasarinya dan merekomendasikan pengobatan.

Banyak orang dengan kanker usus besar tidak menunjukkan gejala awal sehingga timbulnya gejala bisa menjadi tanda bahwa kanker tumbuh atau menyebar. American Cancer Society merekomendasikan laki-laki dan parempuan dengan risiko rata-rata kanker usus besar mulai melakukan skrining pada usia 45 tahun. Dokter dapat mendiagnosis dan mengobati kanker pada tahap awal jika kamu rutin melakukan pemeriksaan.

Skrining dan diagnosis dini sangat penting dalam kasus kanker usus besar (dan kanker lainnya). Ketika kanker usus besar didiagnosis sebelum menyebar, tingkat kelangsungan hidup relatif lima tahun adalah 92 persen. Namun, tingkat tersebut lebih rendah di antara orang-orang yang tidak mendapat diagnosis hingga tahap lebih lanjut.

Baca Juga: 6 Karsinogen yang Ada di Sekitar, Zat Penyebab Kanker!

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya