Kebiasaan menahan kencing dalam jangka panjang dapat mengubah cara kerja kandung kemih. Tubuh bisa kehilangan sensitivitas terhadap sinyal kandung kemih penuh, atau sebaliknya, menjadi terlalu sensitif.
Kebiasaan menahan kencing dapat memengaruhi refleks saraf yang mengatur buang air kecil. Ini bisa menyebabkan berbagai gangguan, seperti urgensi (tiba-tiba sangat ingin kencing), inkontinensia (tidak bisa menahan kencing), atau kesulitan mengosongkan kandung kemih.
Pada jemaah haji, kebiasaan ini sering terjadi berulang dalam waktu singkat, tetapi intens. Meski tampak sementara, tetapi efeknya bisa bertahan lama, terutama pada orang yang sudah memiliki masalah kandung kemih sebelumnya.
Dalam jangka panjang, gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hidup, karena seseorang menjadi lebih sering ke toilet atau justru kesulitan buang air kecil secara normal.
Menahan kencing sering dianggap sepele, terutama dalam situasi seperti haji. Namun, tubuh tidak melihatnya sebagai hal sepele. Setiap urine ditahan terlalu lama, ada proses biologis yang berubah. Mulai dari tekanan dalam kandung kemih hingga peningkatan risiko infeksi.
Menahan kencing sesekali mungkin bukan masalah besar. Namun, karena ada risiko kesehatan seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera cari toilet jika muncul keinginan untuk buang air kecil. Pada akhirnya, menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah haji tetap aman, nyaman, dan optimal.
Referensi
Ana L. Flores-Mireles et al., “Urinary Tract Infections: Epidemiology, Mechanisms of Infection and Treatment Options,” Nature Reviews Microbiology 13, no. 5 (April 8, 2015): 269–84, https://doi.org/10.1038/nrmicro3432.
Jose L. Flores, Gillean A. Cortes, and Stephen W. Leslie, “Physiology, Urination,” StatPearls - NCBI Bookshelf, September 13, 2023, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562181/.
Stephen W. Leslie and Preeti Rout, “Male Urinary Retention: Acute and Chronic,” StatPearls - NCBI Bookshelf, April 20, 2024, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538499/.
Stephen W. Leslie, Prashanth Rawla, and Joseph M. Dougherty, “Female Urinary Retention,” StatPearls - NCBI Bookshelf, May 30, 2023, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538497/.
Ana L. Flores-Mireles et al., “Urinary Tract Infections: Epidemiology, Mechanisms of Infection and Treatment Options,” Nature Reviews Microbiology 13, no. 5 (April 8, 2015): 269–84, https://doi.org/10.1038/nrmicro3432.
Gary C. Curhan, “Epidemiology of Stone Disease,” Urologic Clinics of North America 34, no. 3 (August 1, 2007): 287–93, https://doi.org/10.1016/j.ucl.2007.04.003.
William C. De Groat, Derek Griffiths, and Naoki Yoshimura, “Neural Control of the Lower Urinary Tract,” Comprehensive Physiology 5, no. 1 (January 1, 2015): 327–96, https://doi.org/10.1002/j.2040-4603.2015.tb00596.x.