Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Penyebab Urine Lebih Sedikit dari Biasanya

7 Penyebab Urine Lebih Sedikit dari Biasanya
ilustrasi laki-laki sedang buang air kecil (IDN Times/Novaya)
Intinya Sih
  • Oliguria adalah kondisi ketika produksi urine kurang dari 400 ml per hari dan bisa menandakan gangguan tubuh, mulai dari dehidrasi hingga masalah ginjal.
  • Penyebab utama urine sedikit meliputi dehidrasi, penyumbatan saluran kemih, efek obat-obatan tertentu, batu ginjal, infeksi berat, kandung kemih lemah, hingga gagal ginjal.
  • Mengenali penyebab dan gejala oliguria penting agar penanganan medis dapat dilakukan lebih awal untuk mencegah komplikasi serius pada fungsi ginjal dan kesehatan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Normalnya, manusia menghasilkan 800 ml–2.000 ml urine per 24 jam. Buang air kecil biasanya terjadi setiap 3–4 jam, tergantung pada orangnya. Jika kamu buang air kecil teratur, artinya tubuh melakukan pekerjaan yang baik dalam mengatur cairan. 

Jika kamu jarang kencing atau volume urine yang dihasilkan kurang dari 400 mililiter (ml) per 24 jam atau 20 ml per jam, ini disebut oliguria. Sekilas tampak tidak berbahaya, tetapi perubahan jumlah urine sebenarnya bisa menandakan ada yang tidak beres di tubuh.

Oliguria dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari dehidrasi ringan hingga gangguan pada organ vital, seperti ginjal. Memahami penyebabnya penting untuk mengenali kondisi kesehatan sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

1. Dehidrasi

Kamu mungkin mengalami dehidrasi jika urine berwarna kuning tua atau oranye gelap. Tubuh mencoba menghemat air dengan menggunakan lebih sedikit air dalam urine, yang dapat menyebabkan warna gelap tersebut.

Gejala dehidrasi lainnya termasuk mulut dan kulit kering, pusing, haus yang ekstrem, dan kelelahan.

Jika kamu mengalami gejala dehidrasi, penting untuk minum lebih banyak air. Segera cari pertolongan medis darurat jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala dehidrasi berat, seperti:

  • Merasa bingung.
  • Pingsan.
  • Produksi urine rendah.
  • Pernapasan dan detak jantung cepat.
  • Syok.

2. Obstruksi

Untuk sampai dari ginjal ke uretra, urine harus melewati labirin saluran air yang disebut saluran kemih. Penyumbatan di mana pun di area ini dapat menyebabkan oliguria atau bahkan anuria (ginjal berhenti atau sangat sedikit memproduksi urine), yaitu ketika kamu tidak buang air kecil sama sekali.

Banyak hal yang dapat menyumbat saluran kemih, seperti jaringan parut dari operasi, batu ginjal, atau tumor.

3. Obat-obatan

Ilustrasi obat-obatan.
ilustrasi obat-obatan (unsplash.com/Roberto Sorin)

Obat-obatan tertentu dapat mengurangi frekuensi buang air kecil dalam situasi tertentu, termasuk:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Antibiotik tertentu.
  • Beberapa obat kemoterapi.
  • Inhibitor ACE dan ARB yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah.
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kandung kemih yang terlalu aktif.
  • Cairan kontras, kadang digunakan saat tenaga medis mengambil rontgen atau gambar tubuh lainnya.

4. Batu ginjal

Gumpalan mineral, seperti kalsium, kalium, dan natrium, yang membentuk batu dapat mengurangi produksi urine dengan menghalangi alirannya. Segera konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan jika kamu memiliki gejala batu ginjal, seperti:

  • Sering buang air kecil.
  • Urine berdarah.
  • Urine keruh.
  • Urine berbau busuk.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri tajam di punggung, selangkangan, perut bagian bawah, atau samping.

5. Infeksi atau trauma berat

Infeksi berat, seperti sepsis, kehilangan darah, atau trauma lainnya, juga dapat menyebabkan penurunan produksi urine dengan menyebabkan tubuh mengalami syok. Kondisi syok ini mengurangi aliran darah ke organ seperti ginjal. Ginjal tidak dapat menghasilkan urine tanpa aliran darah ini.

Syok adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perhatian segera. Dokter akan berupaya menstabilkan pasien terlebih dahulu sebelum melakukan tes untuk menentukan penyebab yang mendasarinya dan memulai pengobatan yang tepat.

6. Kandung kemih lemah

Ilustrasi kandung kemih lemah.
ilustrasi kandung kemih lemah (freepik.com/jcomp)

Otot kandung kemih mungkin terlalu lemah untuk mengeluarkan urine, yang juga dapat menyebabkan kebocoran urine secara tidak sengaja dan inkontinensia.

Usia, kehamilan, dan cedera adalah penyebab umum kandung kemih lemah.

Kandung kemih yang terlalu penuh juga dapat melemahkannya, jadi penting untuk buang air kecil setiap kali kamu merasa perlu.

Pengobatan untuk kandung kemih lemah, meliputi perubahan pola makan dan gaya hidup, latihan otot dasar panggul, dan pelatihan kandung kemih secara rutin.

7. Gagal ginjal

Gagal ginjal merupakan penyebab yang relatif lebih jarang dari berkurangnya produksi urine. Namun, orang yang memiliki risiko tinggi mengalami gagal ginjal, memiliki riwayat kerusakan ginjal kronis, atau pernah mengalami cedera ginjal akut berulang yang akhirnya menyebabkan kerusakan ginjal kronis, lebih berpotensi mengalami gagal ginjal yang signifikan seiring berjalannya waktu.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan secara rutin pada orang yang berisiko atau yang telah mengalami penurunan fungsi ginjal. Jika terdeteksi lebih awal, ada kemungkinan untuk menghentikan atau setidaknya memperlambat penurunan fungsi ginjal. Namun, jika kondisi tersebut berkembang menjadi gagal ginjal total, pasien memerlukan penanganan lanjutan, seperti dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.

Oliguria tidak boleh disepelekan karena bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami gangguan tertentu. Mengenali penyebabnya membantu kamu lebih waspada terhadap perubahan pada tubuh. Jika jumlah urine berkurang secara drastis atau berlangsung dalam waktu lama, temui dokter. Dengan penanganan sejak dini, risiko komplikasi pun dapat diminimalkan.

Referensi

Health. Diakses pada Maret 2026. "What Causes Infrequent Urination (Oliguria)?"

Medical News Today. Diakses pada Maret 2026. "What to Know about Low Urine Output."

WebMD. Diakses pada Maret 2026. "What Is Oliguria?"

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More