Comscore Tracker

Menarik untuk Diketahui, Inilah 5 Fakta Unik seputar Suhu Tubuh Kita

Berbohong juga bisa diketahui lewat subuh tubuh, lo!

Suhu tubuh bisa menunjukkan banyak hal tentang kesehatan kita, lo! Suhu tubuh juga merupakan salah satu dari empat tanda vital utama yang dilihat dokter.

Infeksi bisa menyebabkan suhu tubuh naik, tetapi pada dasarnya banyak faktor yang memengaruhi perubahan suhu tubuh kita, seperti usia, jenis kelamin, dan masih banyak lagi. Supaya nggak penasaran, yuk, simak fakta unik seputar suhu tubuh di bawah ini!

1. Semakin tua, maka suhu semakin rendah

Menarik untuk Diketahui, Inilah 5 Fakta Unik seputar Suhu Tubuh Kitailustrasi lansia menikmati alam (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Mungkin kamu pernah mendapati orang tuamu mengeluh kedinginan padahal kamu biasa saja. Ternyata, studi membuktikan bahwa seiring kita menua, suhu tubuh rata-rata kita sedikit menurun.

Sebuah penelitian dalam Journal of Clinical Nursing tahun 2008 mengukur suhu tubuh 133 penghuni panti jompo. Dari situ, tim peneliti menemukan suhu tubuh di bawah rata-rata pada mereka yang berusia 65 hingga 74 tahun; dan paling rendah pada mereka yang berusia 85 tahun, beberapa di antaranya memiliki suhu tubuh 34,1 Celcius dalam keadaan normal. Ini penting untuk diketahui, karena lansia mungkin sebenarnya mengalami demam pada suhu yang lebih rendah daripada orang dewasa yang lebih muda.

2. Laki-laki dan perempuan punya suhu tubuh yang berbeda

Menarik untuk Diketahui, Inilah 5 Fakta Unik seputar Suhu Tubuh Kitailustrasi pasangan yang sedang bercanda (pexels.com/HelenaLopes)

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancet tahun 1998, para peneliti di University of Utah, Amerika Serikat, menemukan bahwa suhu inti tubuh perempuan rata-rata lebih tinggi 0,4 Fahrenheit daripada laki-laki, tetapi rata-rata tangan perempuan lebih dingin 2,8 derajat Fahrenheit.

Selain itu, perempuan memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan menjaga lebih banyak panas di sekitar inti tubuh, yang membantu menjaga organ vital tetap hangat, tetapi tidak pada bagian ekstremitas. Dan ketika tangan dan kaki terasa dingin, begitu pula bagian tubuh yang lain.

Tak cuma itu, dilansir The Healthy, penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki ambang batas yang lebih rendah untuk suhu dingin ketimbang laki-laki. Ketika perempuan dan laki-laki terpapar suhu beku yang sama, pembuluh darah di jari perempuan lebih menyempit daripada laki-laki, itulah sebabnya pembuluh darah lebih cepat memutih.

Baca Juga: 7 Hal Unik yang Terjadi pada Tubuh saat Kamu Menangis

3. Memakai topi tidak cukup untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat

Menarik untuk Diketahui, Inilah 5 Fakta Unik seputar Suhu Tubuh Kitailustrasi pakai topi saat musim dingin (pexels.com/LizaSummer)

Apakah seseorang pernah mengatakan kepadamu untuk memakai topi saat cuaca dingin, karena sebagian besar panas tubuh hilang melalui kepala?

Ternyata nasihat tersebut tidak sepenuhnya tepat, menurut sebuah artikel berjudul "Festive medical myths" dalam jurnal BMJ tahun 2008. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada yang "unik" tentang kepala dalam hal kehilangan panas—bagian tubuh mana pun yang tidak tertutup kehilangan panas dan akan menurunkan suhu inti tubuh secara proporsional.

4. Berbohong bisa menyebabkan suhu tubuh berubah drastis

Menarik untuk Diketahui, Inilah 5 Fakta Unik seputar Suhu Tubuh Kitailustrasi seseorang yang sedang berbohong (pexels.com/SoundOn)

Berbohong memang tidak akan membuat hidungmu memanjang seperti Pinokio, tetapi berbohong bisa membuat hidung lebih dingin.

Tim peneliti dari University of Grenada, Spanyol, menyebut temuan mereka sebagai "efek Pinokio". Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Psychology and Offender Profiling tahun 2018, tim peneliti menggunakan pencitraan termal untuk menunjukkan bahwa kecemasan karena berbohong menyebabkan suhu di hidung menurun sementara suhu di sekitar dahi meningkat.

5. Suhu tubuh bisa mengungkapkan waktu kematian

Menarik untuk Diketahui, Inilah 5 Fakta Unik seputar Suhu Tubuh Kitailustrasi pasien dalam keadaan kritis di rumah sakit (pharmaceutical-journal.com)

Dilansir Everyday Health, setelah seseorang mengembuskan napas terakhirnya, ia tak lagi memproduksi suhu tubuh dan perlahan suhu tubuhnya turun atau menjadi dingin. Proses ini disebut sebagai algor mortis (berasal dari bahasa Latin yang berarti “dinginnya kematian”).

Algor mortis telah digunakan sebagai cara dalam penyelidikan forensik untuk memperkirakan berapa lama seseorang setelah meninggal setelah tubuhnya ditemukan. Akan tetapi, ada berbagai hal yang memengaruhi suhu tubuh, sehingga ini bukanlah teknik yang paling bisa diandalkan atau akurat.

6. Suhu tubuh bisa memengaruhi berat badan

Menarik untuk Diketahui, Inilah 5 Fakta Unik seputar Suhu Tubuh Kitailustrasi kelebihan berat badan (healthbenefitstimes.com)

Sekelompok peneliti dari Italia dan Amerika Serikat menerbitkan sebuah studi dalam jurnal Chronobiology tahun 2015, yang menjelaskan beberapa hal yang menarik tentang mengapa beberapa orang rentan terhadap obesitas.

Para peneliti menemukan obesitas berhubungan dengan penurunan suhu inti tubuh yang signifikan selama siang hari. Dikatakan bahwa penurunan kemampuan orang dengan obesitas untuk menghabiskan energi sebagai panas dibandingkan dengan orang kurus dapat mengakibatkan kenaikan berat badan jangka panjang—sekitar 4,5 pon (2,3 kg)—per tahun, tergantung gaya hidup.

Peneliti menyebut bahwa penurunan suhu inti tersebut merupakan "kecacatan biologis" yang bisa memengaruhi seseorang menjadi obesitas. Meski diperlukan penelitian lebih lanjut, tetapi temuan ini bisa mengarah pada cara baru untuk penanganan obesitas.

Itulah penjelasan tentang fakta unik suhu tubuh kita yang bisa berubah-ubah. Menarik, ya?

Baca Juga: Bukan Gerah Cuma Suhu Kamar, Ini 10 Alasan Kamu Berkeringat saat Tidur

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya