ilustrasi memakai masker (pexels.com/Zain Ali)
Nah, karena partikulat debu tidak bisa kamu lihat dengan mata telanjang, tapi bisa sangat berbahaya bagi kesehatan kita, lho. Untuk polutan partikulat dari kebakaran hutan, debu, asap, dan polusi udara lainnya, usahakan mengenakan masker resiptor untuk melindungi diri dari partikulat berbahaya, termasuk PM dari proyek renovasi rumah. The New York Times menjelaskan bahwa masker respirator yang efektif untuk melindungi diri dari polutan partikulat adalah masker N95 sekali pakai berlabel 3M-8210 dan 3M-8511.
Selain itu, kamu bisa menggunakan pembersih udara atau air purifier untuk menyaring polutan partikulat dari udara dalam ruangan. Sebuah studi yang ditulis oleh Stuti Dubey, dkk., berjudul "Assessing Effectiveness of Air Purifiers (HEPA) for Controlling Indoor Particulate Pollution" (2021), yang diterbitkan di Heliyon menjelaskan bahwa air purifier dengan filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) efektif dalam menghilangkan sekitar 99,97 persen partikulat yang lebih besar dari 0,3 mikrometer.
Di samping itu, jangan membakar plastik, dedaunan dan sampah rumah tangga. Ada baiknya, sampah organik rumah tangga dijadikan kompos atau memisahkan plastik untuk di daur ulang. Adapun, kontribusi terbesar polusi partikel biasanya dari asap emisi kendaraan. Jika memungkinkan, berbagi kendaraan dengan teman atau kolega, dan utamakan untuk menaiki transportasi alternatif seperti bersepeda, berjalan kaki, atau naik transportasi umum.
Kerusakan lingkungan seperti kebakaran hutan dan polusi kendaraan memang tragedi yang tak bisa kita kendalikan. Namun, untuk melindungi paru-paru kita, ada baiknya kita selalu menggunakan masker yang sudah direkomendasikan. Semoga masalah kebakaran hutan di Indonesia juga cepat berlalu, ya. Agar masyarakat Indonesia dan negara tetangga bisa mendapatkan udara bersih yang layak.