Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bisakah TBC Diobati dalam Satu Bulan?
ilustrasi regimen pengobatan tuberkulosis (TBC) (unsplash.com/pina messina)
  • Pengobatan TBC aktif berlangsung beberapa bulan; durasinya bergantung pada jenis TBC dan obat yang dapat bekerja terhadap kumannya.

  • 1HP, terapi satu bulan yang dikenal, merupakan terapi pencegahan bagi orang tertentu setelah TBC aktif disingkirkan.

  • Gejala yang mereda bukan alasan untuk menghentikan obat. Pengobatan harus dituntaskan sesuai arahan tenaga kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batuk dan demam akibat tuberkulosis (TBC/TB) bisa mulai mereda setelah beberapa minggu minum obat. Saat badan terasa lebih baik, pengobatan mungkin terasa tak lagi diperlukan. Namun, perlu diingat bahwa gejala yang membaik tidak selalu berarti kuman penyebab TBC sudah mati seluruhnya.

TBC aktif umumnya tidak diobati dengan regimen standar selama satu bulan. Kebingungan biasanya muncul karena ada terapi pencegahan TBC yang memang dapat berlangsung satu bulan, tetapi terapi itu bukan untuk mengobati orang yang sedang sakit TBC aktif.

1. Untuk TBC aktif, pengobatan satu bulan belum cukup

TBC aktif terjadi ketika bakteri berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Lama pengobatan ditentukan antara lain oleh apakah kumannya peka terhadap obat, lokasi penyakit, dan kondisi pasien.

Untuk TBC yang peka obat, regimen enam bulan masih paling banyak digunakan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan pilihan empat bulan bagi kelompok tertentu, seperti pasien berusia 12 tahun ke atas dengan TBC paru yang peka obat, serta anak dan remaja usia 3 bulan–16 tahun dengan TBC nonberat.

Pilihan empat bulan ini tidak untuk semua pasien. Kelayakannya ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien. Regimen empat bulan juga belum digunakan secara luas di berbagai negara.

2. TBC yang resistan terhadap obat memerlukan pilihan pengobatan khusus

Pada TBC resistan, satu atau lebih obat standar tidak lagi bekerja dengan baik terhadap kumannya. Karena itu, jenis obat dan durasi pengobatan perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan resistansi.

TBC resistan obat adalah TBC yang disebabkan oleh bakteri yang tidak lagi dapat dibunuh secara efektif oleh obat anti-TBC tertentu, sehingga butuh pengobatan yang lebih kompleks dan lebih lama.

WHO merekomendasikan regimen oral enam bulan bagi pasien tertentu dengan TBC resistan rifampisin atau TBC resistan multidrug. Ada pula regimen modifikasi sembilan bulan untuk pasien tertentu jika hasil pemeriksaan menunjukkan kumannya tidak resistan terhadap fluorokuinolon.

Pedoman WHO edisi September 2026 juga memuat pembaruan pengobatan TBC resistan, termasuk regimen lebih singkat untuk pre-XDR-TB yang disesuaikan dengan tingkat keparahan. Regimen ini tetap memerlukan penilaian tenaga kesehatan dan bukan pengobatan satu bulan.

3. Terapi satu bulan ada, tetapi itu untuk pencegahan TBC

ilustrasi jadwal minum obat TBC (pexels.com/RDNE Stock project)

Ada yang disebut sebagai 1HP, yaitu terapi pencegahan TBC yang menggunakan kombinasi isoniazid (H) dan rifapentine (P) yang diminum setiap hari selama 1 bulan (28 hari). Namun, 1HP merupakan terapi untuk mencegah TBC aktif pada orang dengan infeksi TBC laten atau kelompok berisiko tertentu, bukan untuk mengobati TBC aktif.

Sebelum terapi pencegahan dimulai, tenaga kesehatan perlu memastikan bahwa orang tersebut tidak sedang mengidap TBC aktif.

Pada infeksi TBC tanpa penyakit aktif (TBC laten) seseorang biasanya tidak mengalami gejala TBC. Terapi pencegahan bertujuan mengurangi risiko infeksi tersebut berkembang menjadi penyakit. Jenis terapi dan siapa yang memerlukannya ditentukan oleh tenaga kesehatan.

4. Tetap minum obat meski merasa sudah lebih sehat

Orang yang menjalani pengobatan TBC aktif mungkin mulai merasa lebih baik setelah beberapa minggu. Namun, kuman masih dapat hidup di dalam tubuh. Menghentikan obat terlalu cepat bisa membuat seseorang kembali sakit, sedangkan penggunaan obat yang tidak teratur dapat mendorong munculnya resistansi obat.

Jadi, TBC aktif belum bisa diobati dalam satu bulan dengan regimen standar yang dijelaskan dalam panduan WHO. Pengobatannya berlangsung berbulan-bulan dan harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Terapi satu bulan memang ada, yang disebut 1HP, tetapi ini merupakan terapi pencegahan, bukan pengganti pengobatan TBC aktif.

Referensi

World Health Organization, “2.3 TB Treatment Coverage and Outcomes,” Global Tuberculosis Report 2025, diakses Oktober 2026.

World Health Organization, “2. Key Considerations in DS-TB Treatment,” WHO TB Knowledge Sharing, diakses Oktober 2026.

World Health Organization, “WHO Announces Landmark Changes in Treatment of Drug-Resistant Tuberculosis,” diakses Oktober 2026.

World Health Organization, WHO Consolidated Guidelines on Tuberculosis: Module 4: Treatment and Care, edisi ke-2, diakses Oktober 2026.

World Health Organization, WHO Consolidated Guidelines on Tuberculosis, Module 1: Prevention—Tuberculosis Preventive Treatment, edisi ke-2, diakses Oktober 2026.

World Health Organization, “3.3.5.2. Dosages,” WHO TB Knowledge Sharing, diakses Oktober 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Treating Active Tuberculosis Disease,” diakses Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article