Ketika cacar api menyerang area wajah dan mata, risikonya menjadi jauh lebih serius. Kondisi ini dikenal sebagai herpes zoster oftalmikus, yaitu infeksi virus yang mengenai saraf di sekitar mata. Jika tidak segera ditangani, virus dapat menyebabkan gangguan pada struktur mata, terutama kornea, yang berperan penting dalam penglihatan.
“Yang bisa menyebabkan kebutaan itu kalau herpes zoster yang biasanya dimulai dari wajah, mengenai mata, dan terlambat diobati,” dr. Sandra menjelaskan.
Menurutnya, keterlambatan penanganan menjadi faktor krusial yang menentukan berat ringannya komplikasi. Pada kasus herpes zoster oftalmikus, virus dapat memicu peradangan pada kornea sehingga penglihatan terganggu secara signifikan.
Tak hanya mengancam penglihatan, komplikasi juga dapat berdampak pada saraf lain di tubuh, kata dr. Sandra. Jika mengenai saraf di sekitar telinga dan wajah, pasien berisiko mengalami sindrom Ramsay Hunt, yang dapat menyebabkan kelumpuhan wajah hingga gangguan pendengaran. Dalam kondisi yang lebih berat, infeksi ini bahkan dapat memicu peradangan pada organ vital.
Selain itu, tidak semua komplikasi cacar api bersifat sementara. Dokter Sandra menegaskan bahwa pada kondisi tertentu, dampak cacar api dapat menetap dalam jangka panjang. Ia mencontohkan, pada herpes zoster oftalmikus yang terlambat ditangani, kebutaan bisa menjadi kondisi yang menetap. Selain itu, bekas luka pada kulit juga dapat bersifat permanen dan mengganggu kenyamanan serta kepercayaan diri pasien.