Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Menaikkan Trombosit saat DBD, Mana yang Terbukti?

4 min read
Cara Menaikkan Trombosit saat DBD, Mana yang Terbukti?
ilustrasi makan sup hangat saat sakit DBD (magnific.com/pvproductions)
  • Saat DBD, angka trombosit perlu dipantau bersama gejala dan kondisi pasien. Fase berisiko dapat muncul ketika demam mulai turun.

  • Istirahat, cukup minum sesuai arahan dokter, dan menggunakan obat demam yang tepat termasuk bagian perawatan pendukung.

  • Transfusi trombosit tidak otomatis diperlukan hanya karena hasil laboratorium rendah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika hasil tes darah menunjukkan trombosit turun, keluarga biasanya ingin segera memberi sesuatu yang bisa menaikkannya. Kekhawatiran itu dapat dimengerti.

Namun, pada demam dengue (kerap disebut DBD/demam berdarah) angka trombosit hanyalah bagian dari pemantauan. Dokter juga menilai gejala, kondisi sirkulasi tubuh, asupan cairan, jumlah urine, dan hasil pemeriksaan darah lainnya.

Tidak ada obat antivirus khusus untuk dengue. Perawatannya berfokus pada pemantauan dan dukungan bagi tubuh, termasuk menangani demam dan menjaga kecukupan cairan.

Fase yang perlu diwaspadai biasanya terjadi sekitar hari ke-3 hingga ke-8 sejak demam mulai, dan bisa bertepatan dengan saat demam mereda.

Berikut langkah-langkah yang dapat membantu pasien menjalani masa sakit dengan lebih aman.

  1. 1. Ikuti jadwal pemeriksaan dan pantau kondisi

    Pemeriksaan darah lengkap dapat diulang sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter. Para ahli menyarankan pemantauan secara berkala—idealnya setiap hari untuk pasien rawat jalan—dan pemeriksaan darah sesuai kebutuhan klinis.

    Keputusan perawatan didasarkan pada gambaran kondisi pasien, bukan cuma satu hasil trombosit.

    Catat kapan demam mulai, perubahan gejala, seberapa banyak pasien bisa minum, dan frekuensi buang air kecil. Informasi ini membantu dokter menilai apakah pasien masih bisa dirawat di rumah atau perlu dirawat inap di rumah sakit.

  2. 2. Cukupi kebutuhan cairan

    Pasien yang tidak memiliki tanda bahaya dan masih mampu minum biasanya dianjurkan mengonsumsi cairan oral. Air putih dan cairan lain yang dianjurkan oleh dokter dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.

    Jangan memaksa pasien menghabiskan cairan dalam jumlah berlebihan atau memasang infus sendiri. Kebutuhan cairan dan pemberian infus perlu dinilai oleh dokter, terutama jika pasien mulai memburuk. Pada pasien dengan tanda bahaya, cairan infus dapat diperlukan dan jumlahnya harus dipantau dengan cermat.

  3. 3. Utamakan istirahat

    Seseorang berbaring di tempat tidur sambil memegang kepala, mengilustrasikan istirahat saat sakit demam berdarah.
    ilustrasi beristirahat saat sedang sakit DBD (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Istirahat membantu pasien menghemat tenaga selama tubuh menghadapi infeksi. Ini merupakan bagian dari penanganan pasien dengue tanpa tanda bahaya yang dirawat jalan.

  4. 4. Pilih obat demam dengan hati-hati

    Untuk meredakan demam, gunakan parasetamol. Hindari obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, kecuali dokter secara khusus menyarankan penggunaannya. Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan pada pasien dengue.

    Periksa kandungan obat sebelum menggunakannya, karena beberapa obat flu atau nyeri juga mengandung parasetamol.

    Pada pasien anak, sedang hamil, memiliki penyakit lain, atau rutin mengonsumsi obat tertentu, tanyakan pilihan dan dosis kepada dokter.

  5. 5. Konsumsi makanan yang bisa ditoleransi

    Makanan bergizi dapat membantu pasien memenuhi kebutuhan energi selama sakit, sesuai selera dan kemampuannya untuk makan. Namun, belum ada makanan tertentu yang terbukti menjadi cara cepat menaikkan trombosit atau mencegah dengue menjadi berat.

    Daun pepaya juga kerap dibicarakan. Perlu dibedakan antara ekstrak daun pepaya yang diteliti dan jus buah pepaya biasa. Tinjauan penelitian tahun 2026 menemukan 14 studi tentang ekstrak daun pepaya. Tujuh artikel lengkap yang tersedia mencakup 829 peserta, tetapi memakai formulasi dan cara ekstraksi yang beragam. Studi-studi itu terutama menilai perubahan jumlah trombosit. Secara keseluruhan, bukti pengobatan dengue belum cukup konsisten untuk merekomendasikannya dalam praktik klinis.

    Karena itu, jus atau ekstrak daun pepaya tidak sebaiknya menggantikan pemantauan dan perawatan medis. Tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan suplemen atau jamu selama sakit.

  6. 6. Jangan meminta transfusi untuk menaikkan jumlah trombosit

    Ilustrasi transfusi trombosit atau platelet transfusion sebagai prosedur pemberian komponen darah kepada pasien.
    ilustrasi transfusi trombosit, platelet transfusion (unsplash.com/Faezeh Eslami)

    Transfusi trombosit tidak selau diberikan setiap kali jumlah trombosit rendah. Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2025 menyarankan agar transfusi trombosit pencegahan tidak diberikan kepada pasien dengan dengue berat yang trombositnya di bawah 50.000 per mikroliter jika tidak ada perdarahan aktif. Rekomendasi ini bersifat kondisional. Dokter akan tetap menilai keadaan pasien secara menyeluruh.

    Dalam uji klinis terhadap 372 orang dewasa dengan dengue dan trombosit sangat rendah, transfusi pencegahan tidak terbukti lebih baik daripada perawatan pendukung dalam mencegah perdarahan. Kejadian tidak diinginkan tercatat lebih banyak pada kelompok transfusi.

    Transfusi tetap dapat dipertimbangkan oleh dokter dalam keadaan tertentu, termasuk perdarahan yang bermakna.

  7. 7. Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda bahaya

    Jangan menunggu pemeriksaan berikutnya jika mengalami nyeri perut berat, muntah terus-menerus, perdarahan dari gusi atau hidung, muntah darah, perubahan kesadaran, atau tampak makin lemah.

    Tanda bahaya dengue lain yang akan diperiksa oleh dokter meliputi penumpukan cairan dan perubahan hematokrit. Pasien dengan tanda bahaya perlu dirawat di rumah sakit.

    Waspadai juga fase ketika demam mulai turun. Pada dengue, penurunan demam tidak selalu berarti risiko sudah berlalu. Jika pasien sulit minum, buang air kecil berkurang, atau kondisinya memburuk, segera hubungi dokter.

    Referensi

    Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Care of Dengue,” diakses 16 Oktober 2026.

    World Health Organization, "WHO Guidelines for Clinical Management of Arboviral Diseases: Dengue, Chikungunya, Zika and Yellow Fever," diakses 16 Oktober 2026.

    Tran Bang Huyen et al., “A Systematic Mapping Review of Therapeutic Clinical Trials in Dengue,” PLOS Neglected Tropical Diseases 20, no. 6 (2026): e0014382, https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0014382.

    David C. Lye et al., “Prophylactic Platelet Transfusion Plus Supportive Care versus Supportive Care Alone in Adults with Dengue and Thrombocytopenia: A Multicentre, Open-Label, Randomised, Superiority Trial,” The Lancet 389, no. 10079 (2017): 1611–18, https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)30269-6.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More