Selain pola makan dan waktu tidur, puasa Ramadan juga mengubah kebiasaan harian, salah satunya kebersihan gigi dan mulut. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah bau mulut (halitosis), dan ini berkaitan erat dengan perubahan fisiologis di dalam rongga mulut.
Saat tidak makan dan minum selama berjam-jam, produksi air liur menurun. Padahal, air liur berfungsi membersihkan bakteri dan sisa makanan di mulut. Air liur membantu menetralkan asam dan membatasi pertumbuhan bakteri penyebab bau. Ketika alirannya berkurang, bakteri lebih mudah menghasilkan senyawa sulfur volatil (volatile sulfur compounds/VSC) yang menimbulkan bau tidak sedap.
Kabar baiknya, ada langkah-langkah yang dapat membantu menjaga napas tetap segar selama puasa tanpa mengganggu ibadah. Berikut tujuh strategi yang bisa kamu terapkan.