Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang laki-laki mengalami batuk TBC.
ilustrasi batuk (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Intinya sih...

  • Batuk TBC memiliki pola dan tanda khas yang berbeda dari batuk biasa, termasuk durasi minimal tiga minggu dan bisa disertai darah.

  • Gejala lain TBC bisa bersifat sistemik (keringat malam, penurunan berat badan) atau menyasar organ lain di luar paru.

  • Jika batuk terus-menerus tak kunjung membaik atau disertai tanda serius lainnya, segera temui dokter.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian tuberkulosis (TBC/TB). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Global TB Report 2024, Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia dalam jumlah kasus TBC tertinggi, setelah India. Diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian setiap tahun, yang berarti ada sekitar 14 kematian setiap jamnya.

TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang paling sering menyerang paru-paru tetapi dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh. Penyakit ini menyebar melalui udara ketika orang dengan TBC aktif batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.

Ciri-ciri batuk TBC menjadi salah satu penanda terpenting yang harus dipahami. Batuk sebagai gejala sering kali terlihat sepele dalam kehidupan sehari-hari, misalnya karena flu atau alergi. Namun ciri-ciri batuk TBC berbeda. Yuk pahami bagaimana ciri-ciri batuk TBC dan cara membedakannya dengan batuk akibat kondisi lain.

1. Ciri-ciri batuk TBC, kenali tanda khasnya

Berikut ini ciri-ciri batuk pada TBC yang perlu diketahui:

  • Durasi batuk lebih lama

Batuk pada TBC aktif biasanya bertahan selama tiga minggu atau lebih, lebih lama dibanding batuk akut biasa (seperti flu yang umumnya kurang dari tiga minggu). Ini merupakan salah satu karakteristik paling umum.

  • Batuk berdahak, kadang disertai darah

Orang dengan TBC paru sering batuk berdahak dari dalam paru-paru. Pada banyak kasus, dahak ini bisa bercampur darah (hemoptisis), tanda jaringan paru telah rusak oleh bakteri.

  • Nyeri dada dan sesak napas

Batuk TBC sering terjadi bersamaan dengan nyeri dada, terutama saat bernapas atau batuk, karena aktivitas inflamasi bakteri di jaringan paru.

  • Pola bertahap

Tidak seperti batuk mendadak yang kuat karena alergi atau flu, batuk TBC muncul perlahan dan makin terasa lama. Banyak pasien baru menyadari gejala setelah batuk berlangsung selama berminggu-minggu.

  • Perbedaan dengan batuk biasa

Batuk biasa sering menjadi gejala singkat akibat infeksi virus, udara dingin, atau iritasi sementara dan cenderung membaik seiring waktu. Batuk TBC tidak membaik tanpa pengobatan khusus dan biasanya disertai gejala lain dari infeksi kronis.

2. Gejala TBC lainnya

ilustrasi batuk berdarah (pexels.com/Karolina Grabowska)

Selain batuk, TBC aktif juga bisa menimbulkan gejala sistemik yang cukup khas:

1. Gejala umum

  • Demam ringan atau meriang yang mungkin hilang timbul.

  • Berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas fisik sebagai respons sistem imun terhadap infeksi.

  • Penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan, karena tubuh sedang melawan bakteri.

  • Kelelahan dan rasa tidak enak badan yang menetap.

2. Gejala ekstrapulmonal

TBC tidak selalu hanya menyerang paru-paru. Jika bakteri menyebar melalui aliran darah atau getah bening, gejala bisa berbeda tergantung organ yang terlibat:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening: sering terlihat di leher atau ketiak.

  • TB ginjal: darah dalam urine.

  • TB tulang/sendi: nyeri punggung atau sendi.

  • TB otak (meningitis TB): sakit kepala hebat, kebingungan atau perubahan kesadaran.

  • TB laring: suara serak atau perubahan suara.

3. Kapan harus menemui dokter?

Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami batuk terus-menerus selama tiga minggu atau lebih, terlebih jika disertai batuk berdarah, nyeri dada, penurunan berat badan, demam yang tidak kunjung hilang, atau keringat malam, segera konsultasi dengan dokter. Ini bukan gejala batuk biasa.

Diagnosis TBC biasanya melibatkan pemeriksaan dahak, tes diagnostik molekuler, serta pemeriksaan rontgen dada untuk mencari bukti infeksi bakteri. Pengobatan harus sesuai dengan panduan klinis dan dipantau dokter.

Batuk TBC bukan memiliki karakteristik tertentu, seperti durasi panjang, dahak berdarah, disertai nyeri dada dan gejala sistemik, yang menunjukkan adanya infeksi bakteri kronis yang membutuhkan penanganan khusus. Mengenali tanda-tandanya sejak dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih luas dan mengurangi komplikasi serius.

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia, menghadapi tantangan berat dalam deteksi dan penanganan penyakit ini. Kesadaran masyarakat terhadap ciri-ciri batuk TBC serta sikap proaktif untuk segera berkonsultasi dan mendapatkan tes yang tepat dapat menyelamatkan nyawa banyak orang serta mengurangi beban penyakit ini bagi keluarga dan komunitas.

Referensi

World Health Organization (WHO). "Global Tuberculosis Report 2024." Diakses Februari 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Signs and Symptoms of Tuberculosis.” Diakses Februari 2026.

WHO. “Tuberculosis.” Diakses Februari 2026.

Kemenkes RI. "Gerakan Indonesia Akhiri TBC." Diakses Februari 2026.

Editorial Team