Menurunkan kolesterol sering dipersepsikan sebagai proses panjang yang butuh perubahan gaya hidup besar atau konsumsi obat jangka panjang. Namun, sebuah studi dari Universitas Bonn, Jerman, menunjukkan bahwa perubahan diet yang singkat, hanya dua hari, sudah bisa memberi dampak biologis yang terukur.
Dalam uji klinis acak terkontrol yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, tim peneliti melibatkan individu dengan sindrom metabolik, yaitu kondisi yang ditandai kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme lemak, dan kadar gula darah yang meningkat. Kelompok ini diketahui memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Para peserta diminta menjalani diet berbasis oatmeal hampir secara eksklusif selama dua hari, dengan asupan kalori sekitar setengah dari kebutuhan harian. Hasilnya mengejutkan: kadar kolesterol LDL alias kolesterol jahat turun sekitar 10 persen, jauh lebih besar dibanding kelompok kontrol yang hanya menjalani diet rendah kalori tanpa oatmeal.
