Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuma Dua Hari Makan Oatmeal, Kolesterol Bisa Turun
ilustrasi makan oatmeal (pexels.com/Sasha Sasha)

Intinya sih...

  • Diet oatmeal intensif selama dua hari mampu menurunkan kolesterol LDL/kolesterol jahat hingga 10 persen, dengan efek yang masih terdeteksi enam minggu kemudian.

  • Manfaat oatmeal tidak hanya berasal dari seratnya, tetapi juga dari perubahan komposisi mikrobiota usus dan senyawa metabolik yang dihasilkannya.

  • Efek paling signifikan muncul pada konsumsi oatmeal dosis tinggi dalam waktu singkat, bukan dari konsumsi kecil dalam jangka panjang tanpa pembatasan kalori.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menurunkan kolesterol sering dipersepsikan sebagai proses panjang yang butuh perubahan gaya hidup besar atau konsumsi obat jangka panjang. Namun, sebuah studi dari Universitas Bonn, Jerman, menunjukkan bahwa perubahan diet yang singkat, hanya dua hari, sudah bisa memberi dampak biologis yang terukur.

Dalam uji klinis acak terkontrol yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, tim peneliti melibatkan individu dengan sindrom metabolik, yaitu kondisi yang ditandai kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme lemak, dan kadar gula darah yang meningkat. Kelompok ini diketahui memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Para peserta diminta menjalani diet berbasis oatmeal hampir secara eksklusif selama dua hari, dengan asupan kalori sekitar setengah dari kebutuhan harian. Hasilnya mengejutkan: kadar kolesterol LDL alias kolesterol jahat turun sekitar 10 persen, jauh lebih besar dibanding kelompok kontrol yang hanya menjalani diet rendah kalori tanpa oatmeal.

Mengapa oatmeal bisa bekerja begitu cepat?

Efek positif oatmeal sebenarnya bukan temuan baru. Sejak awal abad ke-20, dokter Jerman Carl von Noorden telah menggunakan oat untuk membantu pasien diabetes. Namun, mekanisme biologis di balik manfaat ini baru benar-benar dipahami dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa konsumsi oatmeal dalam jumlah besar mengubah komposisi mikrobiota usus. Beberapa bakteri “menguntungkan” meningkat jumlahnya dan mulai memecah komponen oat menjadi senyawa fenolik, termasuk ferulic acid dan turunannya. Senyawa ini sebelumnya telah dikaitkan dengan perbaikan metabolisme kolesterol dalam studi hewan dan kini diperkuat pada manusia.

Selain itu, bakteri usus juga membantu “menghabiskan” asam amino histidin. Jika tidak diuraikan, histidin dapat diubah tubuh menjadi molekul yang diduga berperan dalam resistansi insulin, salah satu ciri utama diabetes.

Dengan kata lain, oatmeal tidak hanya memengaruhi kolesterol, tetapi juga lingkungan metabolik tubuh secara keseluruhan, melalui kerja sama dengan mikrobioma usus.

Lebih efektif singkat dan intensif

ilustrasi sajian oatmeal (pexels.com/Alesia Kozik)

Menariknya, penelitian ini juga membandingkan pendekatan jangka pendek dan jangka panjang. Konsumsi oatmeal 300 gram per hari selama dua hari memberikan efek yang jauh lebih nyata dibanding konsumsi 80 gram per hari selama enam minggu tanpa pembatasan kalori ketat.

Enam minggu setelah diet dua hari berakhir, tim peneliti masih menemukan penurunan kolesterol LDL yang stabil, meski peserta telah kembali ke pola makan normal. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi singkat namun intensif bisa “mengatur ulang” sistem metabolik untuk sementara waktu.

Para peneliti menyimpulkan bahwa diet oatmeal jangka pendek berpotensi menjadi strategi pendamping yang aman dan ditoleransi dengan baik untuk membantu menjaga kolesterol dan menurunkan risiko diabetes, walaupun ini tentunya bukan pengganti obat, terutama bagi pasien dengan risiko tinggi atau penyakit kardiovaskular.

Studi ini menantang anggapan bahwa perubahan metabolik selalu butuh waktu lama. Dalam konteks tertentu, dua hari intervensi diet yang tepat bisa memicu efek biologis yang bertahan berminggu-minggu, terutama pada individu dengan sindrom metabolik.

Walaupun menjanjikan, tetapi perlu diingat bahwa oatmeal bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari strategi pencegahan yang lebih luas—termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan pemantauan medis.

Gimana, apakah kamu akan mencoba diet oatmeal ini untuk membantu menurunkan kolesterol? Jika iya, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter, ya!

Referensi

Klümpen, Linda, et al. “Short-Term Oat-Based Diet Improves LDL Cholesterol and Alters Gut Microbiota in Individuals with Metabolic Syndrome.” Nature Communications 17 (2026): Article 68303. https://www.nature.com/articles/s41467-026-68303-9.

"Two days of oatmeal reduce cholesterol level." Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn. Diakses Februari 2026.

Editorial Team