ilustrasi membersihkan rumah (unsplash.com/CDC)
Langkah pertama adalah memantau indeks kualitas udara dan mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika polusi meningkat. Tutup jendela dan pintu saat asap masuk ke lingkungan rumah, lalu gunakan penyaring udara dalam ruangan jika tersedia. Jika harus keluar, gunakan respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat, karena masker kain biasa tidak memberikan perlindungan setara.
Kita juga perlu menghindari aktivitas yang menambah polusi di dalam rumah, seperti membakar sampah, merokok, atau memasak dengan metode yang menghasilkan banyak asap. Orang yang memiliki asma atau penyakit kronis sebaiknya mengikuti rencana penanganan dari tenaga medis dan memastikan obat yang diresepkan tersedia. Jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, atau kesulitan bernapas yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Asap karhutla merupakan campuran berbagai polutan, sehingga PM2.5 bukan satu-satunya zat yang dapat membahayakan kesehatan. Meski begitu, ukuran partikel yang sangat kecil membuatnya penting untuk dipahami ketika kebakaran menghasilkan kabut asap dalam jumlah besar. Dengan memantau kualitas udara dan mengurangi paparan, kita dapat membantu melindungi kesehatan selama karhutla berlangsung.
Referensi
“Wildfires and Health.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.
“Why Is Smoke a Health Concern?” United States Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Oktober 2026.
“Wildfire Smoke and Your Health: Risk Factors.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Oktober 2026.
“Health Effects Attributed to Wildfire Smoke.” United States Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Oktober 2026.