Comscore Tracker

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting Hipertiroidisme

Akibat hipertiroidisme bisa sampai ke jantung, lho!

Istilah hipertiroidisme mengacu pada kondisi terlalu banyaknya hormon tiroid yang diproduksi dalam tubuh atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Istilah lain yang mungkin dipakai untuk masalah ini adalah tirotoksikosis, yang mengacu pada kadar hormon tiroid yang tinggi dalam aliran darah, terlepas dari sumbernya.

Menurut keterangan dari National Health Services, tiroid yang terlalu aktif dapat menyerang siapa saja. Akan tetapi, kondisi ini sekitar 10 kali lebih sering terjadi pada perempuan, dan biasanya dialami antara usia 20 dan 40 tahun.

Berikut ini adalah beberapa fakta penting seputar hipertiroidisme, simak sampai habis, ya!

1. Apa itu hipertiroidisme?

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting HipertiroidismeIlustrasi Kanker Tiroid. flickr.com/Darryl Leja

Hipertiroidisme adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi. Hormon ini memiliki beberapa pengaruh yang penting terhadap tubuh, seperti proses pernapasan, pencernaan, detak jantung, berat badan, dan mood seseorang.

Melansir Healthline, tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Tiroid ini menghasilkan tetraiodothyronine (T4) dan triiodothyronine (T3), yang merupakan dua hormon utama yang mengontrol bagaimana sel tubuh menggunakan energi. Nah, bila kadar hormon tiroid terlalu tinggi, maka akan menyebabkan masalah serius pada jantung, tulang, otot, siklus menstruasi, dan kesuburan.

Meski begitu, tak perlu khawatir karena sekarang sudah ada beberapa perawatan yang bisa menangani hipertiroidisme.

2. Penyakit Graves adalah penyebab paling umum hipertiroidisme

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting HipertiroidismeIlustrasi Penyakit Graves. commons.wikimedia.org/Librepath

Penyebab paling umum hipertiroidisme adalah riwayat penyakit Graves. Menurut sebuah laporan dalam jurnal Medicina tahun 2019, ada laporan sebuah kasus penyakit Graves yang dialami oleh perempuan yang saat itu berusia 16 tahun.

Perempuan tersebut mendatangi Rumah Sakit Umum Sanglah, Bali, dengan keluhan mengalami benjolan yang tidak terasa sakit di lehernya. Benjolan ini berukuran sebesar telur, tetapi pasien tersebut tidak memiliki kesulitan dalam menelan dan tidak ada perubahan suara. Namun, ia mudah merasa lelah dan kurang konsentrasi.

Setelah melalui beberapa pemeriksaan, pasien tersebut terdiagnosis penyakit Graves yang berkaitan dengan tiroid

Selain itu, berdasarkan laporan dalam Jurnal Medula tahun 2016, penyakit Graves terjadi pada 0,5 persen populasi dan sebagian besar dialami perempuan yang merupakan penyebab tersering hipertiroidisme, yaitu 70 hingga 80 persen dari kasus hipertiroidisme.

Selain itu, melansir MedlinePlus, penyebab hipertiroidisme lainnya juga meliputi:

  • Nodul tiroid, yaitu benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid di leher. Umumnya benjolan ini jinak (bukan kanker). Namun, bisa jadi terlalu aktif dan menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Nodul tiroid lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.
  • Tiroiditis, yaitu inflamasi pada tiroid. Kondisi ini menyebabkan hormon tiroid yang tersimpan bocor keluar dari kelenjar tiroid seseorang.
  • Terlalu banyak yodium. Yodium ditemukan dalam beberapa obat, sirop obat batuk, rumput laut, dan suplemen berbasis rumput laut. Asupan yodium yang terlalu tinggi bisa membuat tiroid memproduksi hormon tiroid.
  • Terlalu banyak obat-obatan tiroid. Ini bisa terjadi bila seseorang mengonsumsi obat hormon tiroid untuk hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif) terlalu banyak.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertiroidisme di antaranya:

  • Riwayat kesehatan dalam keluarga, terutama penyakit Graves
  • Jenis kelamin perempuan
  • Riwayat pribadi penyakit kronis tertentu, seperti diabetes tipe 1, anemia pernisiosa, dan insufisiensi adrenal primer

Baca Juga: 6 Penyakit Tiroid Ini Paling Sering Terjadi di Segala Usia, Waspada!

3. Dilakukan dengan beberapa tes, berikut diagnosis hipertiroidisme

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting HipertiroidismeIlustrasi Tes Darah. freepik.com/freepik

Menurut keterangan dari American Thyroid Association, diagnosis hipertiroidisme dilakukan dengan cara yang cukup sederhana.

Pertama, akan dilakukan pemeriksaan fisik secara umum seperti pemeriksaan mata, denyut nadi, kelenjar tiroid yang membesar, serta refleks yang ditimbulkan oleh tubuh.

Setelah itu, dilakukan tes laboratorium (tes darah) untuk mengukur jumlah hormon tiroid.

Terakhir, diagnosis hipertiroidisme dapat dilakukan dengan cara pemindaian tiroid agar dapat diketahui seluruh kelenjar tiroid memang terlalu aktif atau ada kemungkinan lainnya.

4. Gejala-gejala hipertiroidisme yang harus diwaspai

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting HipertiroidismeIlustrasi Kelelahan (Gejala Hipertiroidisme). freepik.com/wayhomestudio

Kadar T3 dan T4 yang berlebih menyebabkan laju metabolisme yang tinggi (hipermetabolik). Dalam kondisi ini, pasien akan merasakan detak jantung yang lebih cepat, tekanan darah tinggi, serta gemetar yang hebat pada tangan.

Gejala hipertiroidisme bisa berbeda-beda pada tiap pasien, yang bisa meliputi:

  • Gugup atau mudah tersinggung
  • Kelelahan
  • Kelemahan otot
  • Sulit menoleransi suhu panas
  • Sulit tidur
  • Tremor, khususnya di tangan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Sering buang air besar atau diare
  • Penurunan berat badan
  • Mood swing
  • Penyakit gondok, yaitu pembesaran tiroid yang membuat leher tampak bengkak. Kadang ini bisa menyebabkan sulit menelan dan bernapas
  • Rambut rontok
  • Sulit konsentrasi
  • Mual dan muntah
  • Perkembangan payudara pada laki-laki
  • Peningkatan nafsu makan

Orang dewasa di atas 60 tahun mungkin bisa mengalami gejala berbeda dibanding dewasa yang lebih muda. Sebagai contoh, bisa terjadi hilang nafsu makan atau menarik diri dari orang lain. Kadang ini bisa disalahartikan sebagai depresi atau demensia.

5. Jangan anggap remeh, berikut risiko komplikasi hipertiroidisme

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting HipertiroidismeIlustrasi Komplikasi Hipertiroidisme. freepik.com/freepik

Jika tidak ditangani dengan benar, hipertiroidisme akan berpengaruh terhadap organ tubuh yang lain dan menimbulkan komplikasi. Melansir Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa risiko komplikasi pada hipertiroidisme yang tidak tertangani dengan baik:

  • Masalah jantung. Beberapa komplikasi hipertiroidisme paling serius melibatkan jantung. Ini termasuk detak jantung yang cepat, gangguan irama jantung fibrilasi atrium yang meningkatkan risiko stroke, dan gagal jantung kongestif - kondisi jantung yang tidak dapat mengedarkan cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Tulang rapuh. Hipertiroidisme yang tidak diobati juga dapat menyebabkan tulang yang lemah dan rapuh (osteoporosis). Kekuatan tulang sebagian bergantung pada jumlah kalsium dan mineral lain yang dikandungnya. Terlalu banyak hormon tiroid mengganggu kemampuan tubuh untuk memasukkan kalsium ke dalam tulang.
  • Masalah pada mata. Orang-orang dengan penyakit Graves oftalmopati mengembangkan masalah mata, termasuk mata melotot, merah atau bengkak, kepekaan terhadap cahaya, dan penglihatan kabur atau ganda. Masalah mata parah yang tidak diobati dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
  • Kulit merah dan bengkak. Dalam kasus yang jarang, orang dengan penyakit Graves mengembangkan Graves dermopati. Kondisi ini memengaruhi kulit, menyebabkan kemerahan dan bengkak, sering kali di tulang kering dan kaki.
  • Krisis tirotoksik. Kondisi merupakan peningkatan gejala yang tiba-tiba, yang menyebabkan demam, denyut nadi cepat, dan bahkan mengigau.

6. Pengobatan hipotiroidisme

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting HipertiroidismeIlustrasi Obat-Obatan. IDN Times/Mardya Shakti

Ada tiga cara umum yang bisa dilakukan dalam menangani hipertiroidisme. Melansir MedlinePlus, berikut ini di antaranya:

  • Obat-obatan: termasuk obat antitiroid (untuk mengurangi hormon tiroid) dan obat penghambat beta (untuk mengurangi gejala tremor, detak jantung cepat, dan kegugupan)
  • Terapi radioiodine: merupakan terapi yang paling efektif yang melibatkan pengambilan yodium radioaktif melalui mulut sebagai kapsul atau cairan
  • Operasi: merupakan proses pembedahan untuk mengangkat sebagian atau sebagian besar kelenjar tiroid

7. Kunci penting untuk mencegahnya adalah diet!

Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif, Ini Fakta Penting HipertiroidismeIlustrasi Diet. freepik.com/nakaridore

Bagi pasien hipertiroidisme, ada beberapa aturan dalam pola makan. Ini karena ada beberapa makanan yang dapat memperbaiki kondisi, ada pula makanan yang bisa memperburuknya.

Makanan yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi:

  • Makanan rendah yodium
  • Sayuran silangan
  • Makanan yang mengandung selenium
  • Makanan yang mengandung zat besi
  • Makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D
  • Makanan pedas

Makanan yang harus dihindari:

  • Makanan yang kaya akan yodium
  • Kedelai
  • Gluten
  • Kafein

Itulah beberapa fakta medis seputar hipertiroidisme atau kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Bila kamu mengalami gejala-gejalanya apalagi memiliki faktor risiko, jangan berpikir dua kali untuk memeriksakan diri ke dokter, ya.

Baca Juga: Penyakit Hashimoto, Penyebab Utama Hipotiroidisme pada Perempuan

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya