Comscore Tracker

5 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Menurun dalam Keluarga

Jangan khawatir, masalah ini sangat bisa diatasi

Ada banyak hal yang menyebabkan masalah kesehatan mental bisa berkembang pada seseorang. Masalah ini bisa terasa sangat rumit; ada komponen biologis, emosional, dan genetik yang terlibat, yang berarti beberapa masalah kesehatan mental bisa menurun dalam keluarga.

Meskipun secara umum riwayat penyakit mental dalam keluarga meningkatkan risiko penyakit tersebut, tetapi sebagian besar penyakit mental tidak sepenuhnya dapat diwariskan oleh satu gen. Selain itu, tidak berarti seorang anak sudah pasti mendapatkan penyakit mental yang sama dengan yang dialami orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Kabar baiknya lagi, semua penyakit tersebut bisa diobati secara efektif dengan terapi kognitif untuk membantu pasien memahami gangguan tersebut dan cara menanganinya. Jadi, jika salah satu masalah di bawah ini terdapat dalam keluargamu, jangan takut untuk meminta bantuan. Berikut beberapa masalah kesehatan mental yang lebih mungkin diturunkan dalam keluarga.

1. Skizofrenia

5 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Menurun dalam Keluargailustrasi skizofrenia (pexels.com/Engin Akyurt)

Dilansir WebMD, skizofrenia ialah gangguan mental yang ditandai dengan delusi, tidak memiliki emosi, dan masalah berpikir. Genetik memainkan peran cukup besar dalam meningkatkan risiko gangguan ini.

Misalnya, peluang seumur hidup untuk mengembangkan skizofrenia adalah sekitar satu persen untuk populasi umum, tetapi kemungkinan ini melonjak menjadi 45 persen jika kedua orang tua kandung orang tersebut juga menderita skizofrenia.

Namun, peluang tersebut bukanlah jaminan yang pasti. Jika di dalam keluargamu terdapat riwayat skizofrenia dan kamu bertanya-tanya apakah kamu juga menderita penyakit mental ini, konsultasi dengan dokter adalah cara terbaik untuk mengetahui dan mendiskusikan rencana selanjutnya.

2. Bipolar

5 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Menurun dalam Keluargailustrasi bipolar disorder (pexels.com/Alex Green)

Gangguan suasana hati, seperti bipolar, juga bisa bersifat genetik. Individu yang memiliki kerabat tingkat pertama dengan depresi atau gangguan bipolar memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan yang sama.

Menurut studi dalam Schizophrenia Bulletin, peluang seumur hidup untuk mengembangkan gangguan bipolar adalah sekitar dua hingga tiga persen untuk individu pada umumnya. Namun, kemungkinan tersebut melonjak hingga 50 persen jika kedua orang tua kandung memiliki gangguan tersebut.

Lagi-lagi, ini tidak menjamin diagnosis, tetapi bicarakan dengan dokter jika kamu khawatir juga memiliki gangguan bipolar.

Baca Juga: Ini Dampak Aplikasi Kencan Online pada Kesehatan Mental

3. Gangguan makan

5 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Menurun dalam Keluargailustrasi perempuan sedang makan (pexels.com/Vicenzo Giove)

Jika kamu sedang berjuang dengan gangguan makan, itu mungkin karena kelainan itu terjadi dalam keluarga. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal PLoS One, risiko terjadinya gangguan makan lebih dari 50 persen dipengaruhi oleh genetik.

Namun, jangan sedih dulu. Ada banyak cara yang bisa kamu usahakan untuk pulih dari gangguan makan. Jadi, kamu seharusnya tidak pernah merasa putus asa dan jangan lelah untuk mencari bantuan.

4. Fobia

5 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Menurun dalam Keluargailustrasi perempuan merasa takut (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Banyak masalah kecemasan muncul dalam keluarga karena respons yang dipelajari, jadi tidak jarang seseorang mewarisi fobia yang sama dari orang tua.

Misalnya, ibu selalu panik setiap kali melihat laba-laba atau ayah takut ketinggian. Jika kamu tumbuh dewasa dengan mengamati mereka bereaksi secara intens dalam situasi ini, kamu mungkin telah menangkap kecenderungannya. Dilansir Psychology Today, juga dijelaskan bahwa fobia terbukti diturunkan secara genetik.

Karena sering melihat ayah dan ibu bereaksi berlebihan terhadap sesuatu, ini bisa sangat tertanam pada anak. Akan tetapi, ada cara untuk mengatasi fobia. Di antara banyak metode pengobatan adalah teknik desensitisasi, pengobatan, dan bahkan kelompok pendukung.

5. Depresi pascapersalinan

5 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Menurun dalam Keluargailustrasi perempuan pascapersalinan (pexels.com/Jonathan Borba)

Dijelaskan dalam laman Bustle, jika ibumu mengalami depresi pascapersalinan, ada kemungkinan hal itu juga menjadi masalah bagimu. Depresi pascapersalinan adalah masalah kesehatan mental yang dapat muncul satu atau dua minggu setelah melahirkan, yang ditandai dengan perasaan khawatir, tidak bahagia, atau lelah.

Ketika kamu seharusnya merasa bahagia setelah melahirkan, perasaan tertekan justru bisa menjadi hal yang sangat mengejutkan. Akan tetapi, jika kamu tahu di dalam keluargamu terdapat riwayat depresi pascapersalinan, kamu mungkin dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum gejala tersebut benar-benar memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Penting untuk diingat bahwa hanya karena ada riwayat penyakit mental di dalam keluargamu, itu tidak berarti kamu sudah pasti akan mendapatkannya. Akan tetapi, dengan mengetahui riwayat keluargamu, artinya kamu bisa lebih proaktif tentang kesehatan mentalmu secara keseluruhan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah maupun mengatasinya.

Baca Juga: 9 Kesalahan Kecil Saat Tidur Ini Dapat Berdampak pada Kesehatan Mental

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya