Comscore Tracker

5 Fakta Proktitis, Kondisi saat Selaput Rektum Mengalami Peradangan

Ditandai dengan rasa ingin buang air besar terus-terusan

Proktitis adalah peradangan pada selaput rektum. Selaput rektum merupakan tabung otot yang terhubung ke ujung usus besar. Kotoran melewati rektum ketika keluar dari tubuh. Proktitis bisa menyebabkan nyeri rektal, diare, perdarahan dan keluarnya cairan, serta rasa ingin terus-menerus buang air besar.

Proktitis bisa bersifat akut, yaitu memiliki gejala dalam waktu singkat karena satu penyebab spesifik. Namun, proktitis juga bersifat kronis, yaitu akan mengalami gejala untuk waktu yang lebih lama.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan fakta medis seputar proktitis yang perlu kamu ketahui.

1. Penyakit menular seksual dan penyakit radang usus bisa menyebabkan proktitis

5 Fakta Proktitis, Kondisi saat Selaput Rektum Mengalami Peradanganilustrasi proktitis (colorectalsurgeonssydney.com.au)

Dilansir Healthline, ada berbagai penyebab proktitis baik akut maupun kronis, yaitu:

  • Penyakit menular seksual seperti gonore, sifilis, dan klamidia
  • Infeksi virus seperti herpes genital
  • Infeksi lain seperti salmonela atau infeksi bakteri yang terjadi setelah pengobatan antibiotik
  • Cedera dari seks anal atau permainan anal
  • Komplikasi dari pengobatan radiasi untuk kanker di daerah panggul
  • Penyakit radang usus yang meliputi kolitis ulseratif dan penyakit Crohn

2. Sering ingin buang air besar (tenesmus) adalah gejala umum proktitis

5 Fakta Proktitis, Kondisi saat Selaput Rektum Mengalami Peradanganilustrasi buang air besar (freepik.com/gpointstudio)

Menurut keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gejala proktitis yang paling umum yaitu tenesmus, yaitu perasaan tidak nyaman dan sering ingin buang air besar. Gejala meliputi:

  • Keluarnya lendir atau nanah dari rektum
  • Nyeri di anus atau rektum
  • Nyeri ketika buang air besar
  • Kram perut
  • Nyeri di sisi kiri perut
  • Pendarahan dari rektum
  • Buang air besar berdarah
  • Diare
  • Sembelit
  • Pembengkakan kelenjar getah betah bening atau di selangkangan

Jika seseorang positif HIV dan memiliki proktitis yang disebabkan oleh herpes genital, maka gejala yang dimilikinya mungkin bisa lebih buruk.

Baca Juga: Sering Alami Bokong Sakit? Mungkin Ini 7 Penyebab yang Gak Kamu Sadari

3. Proktitis bisa menyebabkan bisul dan anemia

5 Fakta Proktitis, Kondisi saat Selaput Rektum Mengalami Peradanganilustrasi anemia akibat proktitis (yoursmileman.com)

Proktitis yang tidak diobati atau tidak merespons pengobatan bisa menyebabkan komplikasi. Dilansir Mayo Clinic, komplikasi yang bisa terjadi antara lain:

  • Anemia. Perdarahan kronis dari rektum bisa menyebabkan anemia. Dengan anemia, seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuhnya. Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa lelah, pusing, sesak napas, sakit kepala, kulit pucat, dan mudah tersinggung.

  • Bisul. Peradangan kronis pada rektum bisa menyebabkan luka terbuka (borok) pada lapisan dalam rektum.

  • Fistula. Terkadang borok meluas sepenuhnya melalui dinding usus, menciptakan fistula, yaitu hubungan abnormal yang bisa terjadi antara berbagai bagian usus, antara usus dan kulit, atau antara usus dan organ lain, seperti kandung kemih dan vagina.

4. Diagnosis proktitis

5 Fakta Proktitis, Kondisi saat Selaput Rektum Mengalami Peradanganthis.deakin.edu.au

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan mengajukan pertanyaan seputar gejala pada pasien, termasuk sudah berapa lama ia mengalaminya dan menanyakan seputar riwayat kesehatan dan aktivitas seksual. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada rektum untuk memeriksa tanda-tanda peradangan.

Selain itu, dokter mungkin akan memesan tes laboratorium seperti tes darah, tes feses, dan kultur rektal, yang merupakan tes untuk memeriksa tanda-tanda infeksi. Jika dokter mencurigai adanya gangguan atau komplikasi pencernaan yang lebih kronis, mungkin akan dibutuhkan kolonoskopi dan proktoskopi. Pada prosedur tersebut, dokter akan memasukkan tabung tipis dan fleksibel ke dalam anus untuk memeriksa usus, rektum, dan usus besar.

Diagnosis menyeluruh kemungkinan butuh waktu, tetapi ini penting agar pasien bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

5. Pengobatan proktitis tergantung pada penyebab yang mendasarinya

5 Fakta Proktitis, Kondisi saat Selaput Rektum Mengalami Peradanganilustrasi pengobatan proktitis (ptlinktherapy.com)

Setelah diagnosis proktitis ditegakkan, dokter akan memberikan pengobatan bergantung pada penyebab proktitis. Tujuannya adalah untuk mengurangi peradangan, mengontrol rasa sakit, dan mengobati infeksi. Mengelola kondisi yang mendasari, akan membantu meredakan gejala. Selain itu, pengobatan bisa digunakan untuk mengobati penyakit menular seksual dan infeksi lainnya.

Beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengobati proktitis meliputi:

  • Obat anti radang seperti kortikosteroid bisa mengurangi peradangan dan meredakan nyeri
  • Antibiotik dan antijamur untuk menangani penyakit menular seksual dan infeksi lainnya
  • Imunosupresan dan biologis untuk mengobati penyakit Crohn dan penyakit autoimun lainnya

Dokter akan meresepkan obat berdasarkan gejala yang dimiliki pasien dan penyebab yang mendasarinya. Obat bisa diminum secara oral atau intravena, dioleskan, atau diberikan dengan enema (ditempatkan langsung ke dalam rektum pasien).

Selain itu, pasien kemungkinan juga akan disuruh mandi sitz, yakni terapi air hangat untuk merawat dan membersihkan perineum di antara anus dan organ intim.

Pasien kemungkinan membutuhkan pembedahan, jika ia menderita kolitis ulserativa atau penyakit Chron, dan kasus proktitis yang sering terjadi. Kolitis ulseratif dan penyakit Crohn merupakan dua penyakit autoimun yang memengaruhi saluran pencernaan.

Peradangan dan luka di saluran pencernaan bisa menyebabkan nyeri hebat, kurang gizi, jaringan parut pada usus, perdarahan, dan penurunan berat badan. Dalam beberapa kasus, menghilangkan area yang rusak merupakan satu-satunya pengobatan proktitis yang efektif.

Itulah deretan fakta medis seputar proktitis, yaitu peradangan pada selaput rektum. Jika memiliki tanda atau gejala yang mengarah pada kondisi ini, segera periksakan diri ke dokter. Semakin cepat proktitis terdeteksi dan mendapat penanganan, maka akan makin besar pula peluang untuk sembuh total dan terhindar dari komplikasi berbahaya.

Baca Juga: Ada Busa di Feses? Ini 5 Penyebab BAB Berbusa yang Perlu Diwaspadai

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya