Comscore Tracker

5 Fakta Penting Salpingitis, Peradangan pada Saluran Tuba 

Salah satu penyebab infertilitas paling umum pada perempuan

Salpingitis adalah peradangan pada saluran tuba. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk dari penyakit radang panggul, yang mengacu pada infeksi pada organ reproduksi perempuan. Ini berkembang saat bakteri berbahaya memasuki saluran reproduksi.

Salpingitis dan bentuk penyakit radang panggul lainnya biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual yang biasanya melibatkan bakteri, seperti klamidia atau gonore.

Dilansir Lecturio, peradangan pada saluran tuba merupakan infeksi paling umum pada perempuan usia reproduksi. Sekitar 2 persen perempuan yang aktif secara seksual mengalami salpingitis setiap tahun. Penyakit ini lebih sering terjadi pada remaja.

Mengutip Better Health Channel, salpingitis merupakan salah satu penyebab paling umum infertilitas pada perempuan. Tanpa pengobatan yang tepat, infeksi bisa merusak tuba falopi secara permanen, sehingga sel telur yang dikeluarkan setiap siklus menstruasi tidak bisa bertemu dengan sperma.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan fakta medis seputar salpingitis yang perlu kamu ketahui.

1. Penyebab salpingitis

5 Fakta Penting Salpingitis, Peradangan pada Saluran Tuba ilustrasi bakteri klamidia (microscopemaster.com)

Diperkirakan sekitar 9 dari 10 kasus salpingitis disebabkan oleh bakteri. Beberapa bakteri yang paling umum menyebabkan salpingitis meliputi:

  • Klamidia
  • Gonococcus
  • Mikoplasma
  • Streptokokus
  • Stafilokokus

Untuk bisa menyebabkan infeksi, bakteri harus mendapatkan akses ke sistem reproduksi perempuan, yakni dengan cara:

  • Berhubungan seksual
  • Pemasangan IUD atau kontrasepsi spiral
  • Keguguran
  • Persalinan
  • Abortus
  • Radang usus buntu

Selain itu, gaya hidup juga bisa memengaruhi seseorang untuk mengalami salpingitis. Ini termasuk:

  • Berhubungan seksual tanpa kondom
  • Infeksi sebelumnya dengan penyakit menular seksual

2. Apa saja gejalanya?

5 Fakta Penting Salpingitis, Peradangan pada Saluran Tuba ilustrasi nyeri perut bagian bawah (pexels.com/Sora Shimazaki)

Pada kasus yang lebih ringan, salpingitis kemungkinan tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, ini menandakan saluran tuba bisa rusak tanpa perempuan menyadari dirinya memiliki infeksi. Jika salpingitis menimbulkan gejala, ini beberapa di antaranya:

  • Nyeri saat ovulasi
  • Keputihan yang tidak normal, seperti warna dan bau yang tidak biasa
  • Bercak di antara periode
  • Tidak nyaman atau nyeri saat berhubungan seksual
  • Dismenorea (nyeri saat menstruasi)
  • Sakit perut di kedua sisi
  • Nyeri di punggung bawah
  • Demam
  • Mual dan muntah

Salpingitis bisa akut (datang tiba-tiba dengan gejala yang parah) maupun kronis (bertahan lama dengan sedikit atau tanpa gejala). Kadang, gejala bisa hilang tanpa pengobatan, sehingga memberikan kesan yang salah bahwa infeksi yang mendasarinya sudah hilang. Padahal, infeksi yang tidak diobati bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang.

Baca Juga: Penyebab Hamil Kosong, Perempuan Wajib Tahu!

3. Apa saja komplikasi yang bisa ditimbulkannya?

5 Fakta Penting Salpingitis, Peradangan pada Saluran Tuba ilustrasi perempuan mengalami nyeri panggul (rowanmedicine.com)

Jika tidak segera diobati, salpingitis bisa menyebabkan komplikasi seperti:

  • Penyebaran infeksi ke area lain dari tubuh, termasuk rahim dan ovarium
  • Jaringan parut tuba, perlengketan, dan penyumbatan, yang bisa menyebabkan infertilitas
  • Abses di saluran tuba
  • Nyeri panggul jangka panjang
  • Kehamilan ektopik

4. Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya?

5 Fakta Penting Salpingitis, Peradangan pada Saluran Tuba ilustrasi sampel urine (netdoctor.co.uk)

Dalam proses diagnosis salpingitis, dokter akan menilai gejala, meninjau riwayat kesehatan pasien, dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari area nyeri tekan dan pembengkakan. Selain itu, dokter juga akan melakukan tes berikut untuk membantu menegakkan diagnosis:

  • Tes darah dan urine: untuk mencari penanda infeksi.
  • Tes swab vagina dan leher rahim: untuk menentukan jenis infeksi bakteri yang mungkin dialami pasien.
  • USG transvaginal atau perut: tes pencitraan untuk melihat saluran tuba pasien dan area lain dari saluran reproduksi.
  • Histerosalpingogram: merupakan jenis sinar-X khusus yang menggunakan pewarna berbasis yodium yang disuntikkan melalui leher rahim. Ini akan membantu dokter untuk mencari penyumbatan di saluran tuba pasien.

Dalam beberapa kasus, dokter kemungkinan akan merekomendasikan laparoskopi diagnostik. Prosedur bedah kecil ini akan memungkinkan dokter untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang saluran tuba pasien dan organ reproduksi lainnya.

5. Bagaimana pengobatannya?

5 Fakta Penting Salpingitis, Peradangan pada Saluran Tuba ilustrasi pembedahan (ucsf.edu)

Dokter akan meresepkan antibiotik oral atau intravena untuk membersihkan bakteri. Pasangan seksual pasien juga akan memerlukan antibiotik. Pasangan seksual pasien juga didorong untuk melakukan tes penyakit menular seksual. Ini karena bila pasien sudah terbebas dari infeksi tetapi pasangan seksualnya memiliki infeksi dan tidak diobati, lalu mereka berhubungan seksual, maka infeksi akan kembali terjadi.

Jika infeksi telah menyebabkan abses, dokter mungkin akan melakukan operasi laparoskopi untuk mengeringkannya. Namun, jika infeksi telah menyebabkan bekas luka atau perlengketan, dokter mungkin akan menyarankan operasi guna mengangkat area yang rusak.

Selain itu, dokter kemungkinan besar akan merekomendasikan operasi jika pasien ingin hamil di kemudian hari. Jika saluran tuba pasien dipenuhi cairan, maka dokter akan melakukan operasi untuk mengalirkan cairan atau mengangkat area yang berisi cairan.

Itulah informasi seputar salpingitis, peradangan pada saluran tuba. Bila kamu mengalami gejala yang mengarah pada kondisi ini atau memiliki faktor risikonya, segera konsultasikan ke dokter.

Dengan diagnosis dan pengobatan dini, salpingitis bisa berhasil diobati dengan antibiotik. Namun, bila tidak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang yang serius.

Baca Juga: Miom atau Fibroid Rahim: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Eliza Ustman Photo Verified Writer Eliza Ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya