Comscore Tracker

6 Fakta Vaginitis, Kondisi saat Vagina Mengalami Peradangan

Kehamilan dan diabetes bisa meningkatkan risiko vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang bisa menyebabkan gatal, nyeri, sensasi terbakar, atau pendarahan. Ini merupakan kondisi yang umum terjadi, dan setidaknya seorang perempuan akan mengalaminya sekali dalam dalam hidupnya.

Dalam beberapa kasus, vaginitis bisa terjadi akibat organisme yang ditularkan oleh pasangan seksual, vagina kering, serta kekurangan hormon estrogen.

Vagina merupakan jalan lahir. Pada vaginitis, labia juga dapat terkena. Terkadang, uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh) dapat terinfeksi atau meradang, dan mengakibatkan gejala kemih.

Patut diwaspadai, ketahuilah fakta seputar penyebab, jenis, gejala, diagnosis, dan pengobatan vaginitis berikut ini. Simak sampai habis, ya!

1. Penyebab vaginitis

6 Fakta Vaginitis, Kondisi saat Vagina Mengalami PeradanganIlustrasi perempuan yang mengalami vaginitis. freepik.com/wayhomestudio

Melansir Medical News Today, infeksi adalah penyebab vaginitis paling umum, termasuk vaginosis bakterial, kandidiasis, dan trikomoniasis.

Sesudah pubertas, infeksi vaginitis terjadi pada 90 persen kasus. Pada kasus yang jarang, vaginitis juga bisa disebabkan oleh klamidia, herpes, gonore, mikoplasma, campylobacter, dan beberapa parasit.

Vaginitis juga bisa terjadi sebelum pubertas, dan beberapa jenis bakteri kemungkinan juga terlibat. Streptococcus spp merupakan penyebab vaginitis yang lebih mungkin pada masa ini. Selain itu, terkadang kebersihan yang buruk menyebabkan bakteri menyebar dari anus ke alat kelamin.

Dekatnya vagina dengan anus, kurangnya estrogen, kurangnya rambut kemaluan, dan kurangnya bantalan lemak labial bisa meningkatkan risiko vulvovaginitis. Vulvovaginitis adalah peradangan pada vagina dan vulva. Kondisi ini bisa memengaruhi perempuan segala usia. Setelah pubertas, infeksi paling sering disebabkan oleh bakteri Gardnerella.

Terkadang, vaginitis bisa berasal dari reaksi alergi, misalnya dari penggunaan kondom, spermisida, sabun dan parfum tertentu, douching, obat topikal, pelumas, hingga air mani. Selain itu, iritasi dari tampon juga bisa menyebabkan vaginitis pada beberapa perempuan.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko vaginitis meliputi:

  • Penggunaan antibiotik
  • Memakai celana ketat atau pakaian dalam lembap
  • Kehamilan
  • Douching dan menggunakan produk vagina seperti semprotan, alat kontrasepsi, dan spermisida
  • Tingkat estrogen yang rendah selama menopause
  • Diabetes

Hubungan seksual adalah cara penularan vaginitis yang paling umum. Beberapa ahli percaya jika mempunyai banyak pasangan seksual bisa meningkatkan risiko jenis vaginitis bakterialis. Selain itu, mempunyai pasangan seksual perempuan juga bisa meningkatkan risiko mengembangkan vaginosis bakterial hingga 60 persen.

Para ahli juga menyebut bahwa infeksi bakteri dan infeksi jamur sebagai infeksi yang berkaitan dengan hubungan seksual. Selain itu, seseorang yang aktif secara seksual juga cenderung lebih rentan tertular. Namun, infeksi tidak selalu ditularkan dari satu pasangan ke pasangan lain selama berhubungan seks.

2. Jenis-jenis vaginitis

6 Fakta Vaginitis, Kondisi saat Vagina Mengalami Peradanganthehealthysteps.com

Melansir Medical News Today, vaginitis terdiri dari beberapa jenis tergantung penyebabnya, yaitu meliputi:

  • Vaginitis atrofi: endotelium atau lapisan vagina menipis saat kadar estrogen menurun selama menopause, membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan pembengkakan.
  • Bakteri vaginosis: akibat pertumbuhan berlebih bakteri normal di vagina. Pasien biasanya mempunyai tingkat rendah dari bakteri vagina normal Lactobacilli.
  • Trichomonas vaginalis: atau dikenal dengan trikomoniasis atau trich, disebabkan oleh parasit protozoa bersel tunggal yang ditularkan secara seksual, Trichomonas vaginalis. Ini bisa menginfeksi bagian lain dari saluran urogenital, termasuk uretra.
  • Candida albicans: infeksi jamur yang juga dikenal sebagai sariawan vagina. Jamur tersebut ada dalam jumlah kecil di usus yang biasanya dikendalikan oleh bakteri usus normal.

Baca Juga: Keputihan dengan Cairan Berwarna Hijau? Ini Penjelasan Medisnya!

3. Iritasi pada area genital dan nyeri saat buang air kecil adalah gejala umum vaginitis

6 Fakta Vaginitis, Kondisi saat Vagina Mengalami Peradanganverywellheatlh.com

Melansir Medical News Today, gejala umum vaginitis meliputi:

  • Iritasi pada area genital
  • Keluarnya cairan atau keputihan yang kemungkinan berwarna putih, abu-abu, berair, atau berbusa
  • Peradangan menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada labia mayora, labia minora, dan area perineum, terutama karena kelebihan sel kekebalan
  • Disuria, yaitu nyeri atau ketidaknyaman saat buang air kecil
  • Dispareunia, yaitu nyeri saat berhubungan seks
  • Bau vagina busuk atau amis

4. Diagnosis vaginitis

6 Fakta Vaginitis, Kondisi saat Vagina Mengalami Peradanganfreepik.com/gpointstudio

Dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan seputar riwayat kesehatan pasien, termasuk riwayat penyakit menular seksual sebelumnya.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa di dalam vagina, apakah terdapat peradangan dan cairan yang berlebih. Sampel cairan terkadang akan diambil untuk menentukan penyebab peradangan.

Penyebab vaginitis bisa didiagnosis dengan memeriksa penampakan cairan vagina, kadar pH vagina, adanya amina yang mudah menguap (gas yang menyebabkan bau tidak sedap), dan deteksi mikroskopis dari sel-sel tertentu.

5. Pengobatan vaginitis

6 Fakta Vaginitis, Kondisi saat Vagina Mengalami PeradanganIlustrasi Obat-Obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

Pengobatan vaginitis tergantung penyebabnya, meliputi obat steroid oles, krim antibakteri, antijamur, dan antibiotik topikal maupun oral.

Melansir Medical News Today, vaginitis bakterial biasanya diobati dengan antibiotik, seperti klindamisin atau metronidazole. Pada vaginitis akibat jamur, bisa dengan klotrimazol dan butokonazol.

Beberapa pilihan pengobatan lainnya termasuk:

  • Krim kortison: untuk mengatasi iritasi parah
  • Antihistamin: jika peradangan berasal dari reaksi alergi
  • Krim estrogen topikal: jika vaginitis terjadi karena kadar estrogen yang rendah

Jika penderita vaginitis dalam kondisi hamil, ia harus memberi tahu dokternya. Ini karena vaginitis bisa memengaruhi janin dan karena beberapa pilihan pengobatan mungkin tidak sesuai.

6. Pencegahan vaginitis

6 Fakta Vaginitis, Kondisi saat Vagina Mengalami Peradanganbbc.com

Pencegahan vaginitis sangat penting, terutama pada perempuan yang berisiko. Melansir News Medical, beberapa jenis pakaian dikaitkan dengan risiko vaginitis yang lebih tinggi. Misalnya mengenakan pakaian berbahan sintetis dan ketat.

Maka dari itu, sebaiknya kamu pilih pakaian berbahan katun longgar. Ini bisa jadi salah satu cara untuk menurunkan risiko infeksi vagina.

Selain itu, selalu jaga kebersihan area kewanitaan. Caranya adalah:

  • Bersihkan vagina dengan air tanpa sabun dan hindari membasuh bagian dalam vagina
  • Selalu membersihkan atau menyeka vagina dari arah depan ke belakang setelah selesai buang air, dan pastikan untuk mengeringkannya dengan benar
  • Hindari penggunaan benda yang bisa mengiritasi vagina atau memicu alergi di vagina, seperti pembalut yang mengandung pewangi dan sabun pembersih vagina
  • Lakukan seks dengan aman: gunakan kondom dan setia pada satu pasangan. Ini juga bisa membantu menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, atau trikomoniasis
  • Hindari melakukan douching
  • Gunakan air hangat bila ingin berendam, jangan air yang terlalu panas
  • Pilih celana dalam yang tidak ketat dan berbahan katun
  • Kontrol kadar gula darah bila punya diabetes

Itulah fakta seputar vaginitis, mulai dari penyebab, jenis, diagnosis, dan pengobatannya. Bila mengalami gejalanya, segera periksakan diri ke dokter. Diagnosis dini dan penanganan tepat akan meningkatkan peluang kesembuhan dan terhindar dari komplikasi serius. Jangan lupa lakukan cara-cara di atas untuk mencegahnya, ya. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Baca Juga: 7 Aroma Unik Vagina dan Artinya, dari yang Asam hingga Amis dan Busuk

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya