Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Obat Flu Oseltamivir: Cara Kerja, Manfaat, dan Risiko

4 min read
Obat Flu Oseltamivir: Cara Kerja, Manfaat, dan Risiko
ilustrasi oseltamivir (commons.wikimedia.org/Mk2010)
  • Oseltamivir menghambat virus influenza A dan B; obat ini tidak bekerja untuk penyakit yang disebabkan virus lain atau bakteri.

  • Manfaatnya paling besar bila flu tanpa komplikasi ditangani dalam 48 jam pertama. Orang yang dirawat di rumah sakit atau berisiko tinggi mengalami komplikasi perlu dinilai dan ditangani secepatnya.

  • Mual dan muntah termasuk efek samping yang paling sering dilaporkan. Dosis bergantung pada usia, berat badan, tujuan penggunaan, serta fungsi ginjal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat flu menyerang, gejalanya seperti demam, nyeri badan, batuk, dan rasa lemas bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa berat.

Oseltamivir, dikenal juga dengan nama merek Tamiflu, adalah obat antivirus untuk influenza. Namun, obat ini bukan antibiotik, bukan obat untuk semua pilek, dan tidak membuat gejala hilang seketika.

  1. 1. Oseltamivir adalah antivirus, bukan antibiotik

    Oseltamivir termasuk kelompok obat yang disebut penghambat neuraminidase. Setelah diminum, obat diubah tubuh menjadi bentuk aktif yang menghambat protein neuraminidase virus influenza. Protein ini membantu partikel virus baru dilepaskan dari sel yang terinfeksi; menghambat proses tersebut dapat membatasi penyebaran virus di dalam tubuh.

    Obat ini aktif terhadap influenza tipe A dan B. Antibiotik bekerja melawan bakteri, sedangkan oseltamivir menargetkan virus influenza. Karena itu, oseltamivir bukan pengganti antibiotik untuk infeksi bakteri dan tidak bermanfaat untuk penyakit yang disebabkan virus lain.

  2. 2. Obat ini paling berguna bila dimulai dini, tetapi tidak hanya untuk 48 jam pertama

    Untuk flu tanpa komplikasi, pengobatan umumnya paling bermanfaat apabila dimulai sesegera mungkin, idealnya dalam 48 jam sejak gejala muncul.

    Oseltamivir tersedia dalam bentuk kapsul atau cairan minum. Pengobatan lazimnya berlangsung lima hari, meski dosis ditentukan berdasarkan kondisi pasien.

    Kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi—misalnya anak kecil, orang berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh lemah—sebaiknya segera menghubungi dokter saat mengalami gejala flu.

    Pasien yang dirawat di rumah sakit atau mengalami penyakit berat maupun memburuk juga perlu dinilai cepat.

    Dalam situasi tersebut, pedoman klinis menganjurkan agar antivirus diberikan sesegera mungkin, termasuk ketika gejala sudah berlangsung lebih dari 48 jam.

  3. 3. Oseltamivir juga bisa digunakan setelah seseorang terpapar flu

    Ilustrasi pil dan tablet obat oral dalam berbagai bentuk sebagai gambaran penggunaan obat yang diminum melalui mulut.
    ilustrasi obat oral pil, tablet, kapsul (IDN Times/NRF)

    Dalam keadaan tertentu, dokter dapat meresepkan oseltamivir untuk mengurangi kemungkinan seseorang terkena influenza setelah kontak dekat dengan orang yang sakit atau saat terjadi wabah. Ini disebut pencegahan setelah paparan atau profilaksis. Jadwalnya berbeda dari pengobatan untuk orang yang sudah bergejala.

  4. 4. Manfaat untuk flu ringan cenderung terbatas

    Antivirus yang diberikan dini dapat mempersingkat lama sakit sekitar satu hari. Namun, tinjauan sistematis dan metaanalisis dari 73 uji klinis dengan 34.332 peserta yang mengalami influenza nonberat, oseltamivir mempercepat peredaan gejala rata-rata sekitar 0,75 hari.

    Para peneliti menilai dampak itu kemungkinan tidak besar secara klinis; mereka juga menemukan sedikit atau tidak ada pengaruh terhadap rawat inap dan kematian pada kelompok tersebut, serta kemungkinan peningkatan efek samping terkait pengobatan.

    Temuan untuk influenza nonberat ini tidak serta-merta menjawab manfaat pengobatan pada pasien yang sakit berat atau dirawat di rumah sakit. Karena itu, keputusan untuk memakai oseltamivir mempertimbangkan tingkat keparahan, risiko komplikasi, waktu munculnya gejala, serta kondisi kesehatan pasien.

  5. 5. Efek samping yang paling umum berkaitan dengan pencernaan

    Mual dan muntah adalah efek samping yang paling sering dilaporkan.

    Sakit kepala juga dapat terjadi.

    Keluhan pencernaan biasanya muncul pada awal pengobatan dan sering mereda sendiri.

    Obat dapat diminum bersama makanan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada sebagian orang.

    Label obat juga mencatat laporan kebingungan atau perilaku tidak biasa, terutama pada anak. Namun, influenza sendiri dapat menimbulkan gejala neurologis dan perilaku, sehingga kontribusi oseltamivir terhadap laporan tersebut belum dipastikan.

    Anak yang menggunakan obat tetap perlu dipantau, dan perubahan perilaku sebaiknya segera dibicarakan dengan dokter. Reaksi alergi atau kulit yang serius juga termasuk peringatan pada label.

  6. 6. Dosis anak dan orang dengan gangguan ginjal perlu penyesuaian

    Ilustrasi obat dalam bentuk kapsul berwarna merah dan putih sebagai gambaran penggunaan sediaan farmasi oral.
    ilustrasi obat sediaan kapsul (pexels.com/Artem Podrez)

    Dosis untuk anak dihitung berdasarkan berat badan.

    Orang dengan fungsi ginjal menurun mungkin memerlukan dosis yang disesuaikan karena obat lebih sulit dikeluarkan dari tubuh.

    Ibu hamil yang mengalami flu juga perlu segera berkonsultasi. Umumnya rekomendasinya adalah oseltamivir oral untuk pengobatan flu selama kehamilan karena obat ini memiliki data keamanan dan manfaat paling banyak di antara antivirus flu yang direkomendasikan.

  7. 7. Oseltamivir tidak menggantikan vaksin flu

    Oseltamivir adalah obat untuk mengobati atau, pada situasi tertentu, mencegah influenza. Vaksinasi tahunan tetap menjadi langkah utama untuk mencegah influenza dan komplikasinya.

    Virus influenza juga dapat berubah dan mengembangkan mutasi yang mengurangi kepekaan terhadap antivirus, sehingga dokter mempertimbangkan kondisi pasien dan informasi tentang virus yang beredar saat menentukan terapi.

    Referensi

    U.S. National Library of Medicine, “TAMIFLU (Oseltamivir Phosphate) Capsules, for Oral Use; TAMIFLU for Oral Suspension,” DailyMed, revised December 2025, diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Influenza Antiviral Medications: Summary for Clinicians,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Treating Flu with Antiviral Drugs,” diakses September 2026.

    Ya Gao, Yunli Zhao, Ming Liu, Shuyue Luo, Yamin Chen, Xiaoyan Chen, Qingyong Zheng, et al., “Antiviral Medications for Treatment of Nonsevere Influenza: A Systematic Review and Network Meta-Analysis,” JAMA Internal Medicine 185, no. 3 (2025): 293–301, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2024.7193.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Influenza Antiviral Drug Resistance,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More