- Demam atau merasa meriang, walaupun beberapa orang tidak mengalami demam.
- Batuk, pilek, atau sakit tenggorokan.
- Nyeri otot dan sakit kepala.
- Lemas atau kehilangan nafsu makan.
- Iritasi mata atau mata merah.
- Mual, muntah, atau diare, yang pernah dilaporkan pada sejumlah kasus anak.
Flu Babi pada Manusia: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Flu babi pada manusia terjadi ketika virus influenza yang biasanya beredar pada babi menginfeksi manusia. Gejalanya mirip flu musiman.
Penularan paling sering dikaitkan dengan kontak dekat dengan babi yang terinfeksi atau lingkungan yang tercemar. Penularan antarmanusia jarang dan sejauh ini tidak berkelanjutan.
Kebanyakan infeksi varian bergejala ringan, tetapi kasus berat pernah terjadi. Riwayat kontak dengan babi penting disampaikan kepada dokter.
Keluhan seperti demam, batuk, dan nyeri otot setelah mengunjungi peternakan mungkin tampak seperti flu biasa. Namun, dalam beberapa kasus, gejala tersebut dapat disebabkan oleh virus influenza yang berasal dari babi. Karena tampilannya mirip dengan flu musiman, riwayat paparan terhadap babi sering menjadi petunjuk penting dalam proses diagnosis.
Meski dikenal luas sebagai "flu babi", tetapi istilah ini tidak selalu merujuk pada jenis infeksi yang sama. Berikut penjelasan mengenai apa itu influenza varian, bagaimana penularannya terjadi, serta cara mengenali, mengobati, dan mencegahnya.
Table of Content
1. Flu babi adalah influenza pada babi, sementara infeksi pada manusia disebut influenza varian
Flu babi pada babi merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan virus influenza A. Virus ini memiliki berbagai subtipe dan galur/strain. Jika virus yang biasanya beredar pada babi terdeteksi menginfeksi manusia, infeksinya disebut influenza varian dan biasanya ditandai huruf “v” setelah nama subtipe. Contohnya H1N1v, H1N2v, atau H3N2v.
Sebutan "flu babi" mengingatkan orang pada pandemi H1N1 pada 2009. Namun, virus A(H1N1)pdm09 yang menyebabkan pandemi itu kini termasuk virus flu musiman yang beredar pada manusia. Jadi, flu setelah seseorang berada di sekitar babi tidak otomatis berarti ia mengalami infeksi influenza varian.
2. Penyebabnya adalah virus influenza A yang biasanya beredar pada babi
Manusia dapat tertular ketika virus influenza A yang beredar pada babi berpindah ke manusia.
Virus influenza terus berubah. Babi juga dapat terinfeksi virus influenza dari beberapa spesies; jika dua virus berbeda menginfeksi satu inang pada waktu bersamaan, materi genetiknya dapat bercampur melalui proses yang disebut reassortment. Proses ini dapat menghasilkan kombinasi virus baru, meski tidak setiap infeksi atau paparan akan menghasilkan virus baru.
3. Penularan biasanya terkait kontak dekat dengan babi atau kandangnya

ilustrasi peternakan babi (pexels.com/Saraí Zuno) Virus dari babi yang terinfeksi dapat menyebar melalui percikan saat hewan batuk atau bersin. Percikan itu dapat masuk ke hidung atau mulut, atau terhirup.
Penularan juga mungkin terjadi jika seseorang menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi, lalu kamu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Risiko paparan dapat muncul saat merawat, memberi makan, atau membersihkan kandang babi, maupun saat berada di area yang terkontaminasi, misalnya kandang atau peternakan.
Virus varian juga pernah ditemukan pada orang yang tidak berhubungan langsung dengan babi, sehingga paparan lingkungan atau kemungkinan lain perlu dinilai oleh tenaga kesehatan.
Penularan dari manusia ke manusia jarang dan kasus penularan terbatas pernah terjadi. Sejauh ini, virus varian tidak menunjukkan penularan antarmanusia yang berkelanjutan seperti flu musiman.
Flu varian juga tidak diketahui menular melalui daging babi yang ditangani dan dimasak dengan benar.
4. Gejalanya mirip flu musiman
Gejala yang dilaporkan pada manusia dengan influenza varian meliputi:
Sebagian besar kasus yang diketahui bergejala ringan. Namun, karena gejalanya menyerupai flu musiman dan penyakit pernapasan lain, gejala saja tidak dapat memastikan apakah penyebabnya virus varian.
5. Kebanyakan kasus ringan, tetapi penyakit berat dapat terjadi
Infeksi influenza varian umumnya bergejala ringan, tetapi penyakit berat dan kematian pernah dilaporkan.
Orang yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi flu—seperti anak di bawah 5 tahun, ibu hamil, orang berusia 65 tahun ke atas, orang dengan gangguan daya tahan tubuh, serta orang dengan penyakit kronis—juga bisa lebih rentan mengalami komplikasi akibat influenza varian.
Komplikasi yang dapat terjadi pada kasus berat mencakup pneumonia dan gangguan pernapasan yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Kondisi kronis, misalnya asma, juga dapat memburuk.
6. Diagnosis perlu mempertimbangkan gejala dan riwayat paparan

ilustrasi pasien berkonsultasi dengan dokter (pexels.com/Vitaly Gariev) Dokter tidak dapat membedakan flu varian dari flu musiman hanya dengan melihat gejalanya. Riwayat paparan menjadi petunjuk penting, terutama kontak dengan babi, cairan tubuhnya, atau area tempat babi dipelihara dalam sepekan sebelum gejala muncul.
Tes cepat influenza dapat menunjukkan hasil influenza A, tetapi umumnya tidak dapat memastikan apakah virusnya berasal dari babi atau merupakan flu musiman. Beberapa tes cepat juga dapat memberi hasil negatif meski infeksi tetap ada.
Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan molekuler dan konfirmasi lanjutan di laboratorium rujukan sesuai prosedur otoritas kesehatan setempat.
7. Pengobatan ditentukan oleh dokter
Penanganannya secara umum mengikuti prinsip penanganan flu. Dokter dapat mempertimbangkan obat antivirus, terutama untuk orang yang berisiko tinggi atau mengalami penyakit berat.
Antivirus biasanya memberi manfaat paling besar apabila dimulai sedini mungkin. Pasien dengan gejala berat tetap perlu dinilai meski keluhan sudah berlangsung lebih dari dua hari.
Istirahat dan perawatan untuk meredakan gejala dapat menjadi bagian dari penanganan. Antibiotik tidak bekerja untuk membasmi virus; dokter hanya akan mempertimbangkan pemberiannya jika ada dugaan infeksi bakteri tambahan.
Jangan menggunakan antivirus atau antibiotik tanpa arahan dokter.
8. Pencegahan berfokus pada mengurangi paparan
Beberapa langkah dapat membantu menekan risiko penularan antara babi dan manusia:
- Hindari kontak dekat dengan babi yang tampak sakit dan area yang terkontaminasi.
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah berada di sekitar babi atau kandangnya.
- Jangan makan, minum, atau menyentuh wajah di area kandang.
- Jika pekerjaan mengharuskan kontak dengan babi, gunakan perlindungan yang sesuai, seperti sarung tangan, pakaian pelindung, dan masker yang pas.
- Orang yang berisiko tinggi mengalami komplikasi sebaiknya menghindari kandang atau acara yang menghadirkan babi.
- Orang yang sedang mengalami gejala flu sebaiknya menghindari kontak dengan babi.
Vaksin flu musiman tidak dirancang untuk melindungi dari influenza varian. Namun, vaksinasi tetap berguna untuk mencegah flu musiman pada manusia dan mengurangi kemungkinan virus flu manusia berpindah ke babi.
Segera cari pertolongan medis jika muncul sesak napas, nyeri atau tekanan menetap di dada, kebingungan, kejang, tidak buang air kecil, atau demam dan batuk yang sempat membaik lalu memburuk lagi. Pada anak, napas cepat atau sulit, bibir kebiruan, dada tertarik saat bernapas, sulit dibangunkan, dan tanda dehidrasi juga perlu segera ditangani.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention, “About Human Infections with Variant Influenza Viruses,” diakses Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Interim Guidance for Clinicians on Human Infections with Variant Influenza Viruses,” July 5, 2024, diakses Oktober 2026.
Nailya Klivleyeva, Tatyana Glebova, Nurbol Saktaganov, and Richard Webby, “Cases of Interspecies Transmission of Influenza A Virus from Swine to Humans,” Veterinary Sciences 12, no. 9 (2025): 873.
World Health Organization, “Influenza (Avian and Other Zoonotic),” diakses Oktober 2026.
Paola Cristina Resende, Dennis M. Junqueira, Caroline Tochetto, et al., “Zoonotic Transmission of Novel Influenza A Variant Viruses Detected in Brazil during 2020 to 2023,” Nature Communications 15 (2024): 10748.
Centers for Disease Control and Prevention, “Take Action to Prevent the Spread of Flu Between Pigs and People,” diakses Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Signs and Symptoms of Flu,” August 26, 2024, diakses Oktober 2026.
Apa itu flu babi pada manusia? Istilah ini biasanya merujuk pada infeksi influenza varian: virus influenza yang umumnya beredar pada babi dan menginfeksi manusia. Virus H1N1 yang menyebabkan pandemi 2009 kini menjadi salah satu virus flu musiman manusia.
Apa gejalanya? Demam atau meriang, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan, sakit kepala, dan lemas. Iritasi mata, mual, muntah, atau diare juga bisa terjadi. Tidak semua orang mengalami demam.
Bagaimana penularannya? Penularan ke manusia umumnya berkaitan dengan kontak dekat dengan babi yang terinfeksi atau lingkungan yang tercemar. Penularan antarmanusia jarang terjadi dan belum menunjukkan pola berkelanjutan. Flu varian tidak diketahui menular lewat daging babi yang ditangani dan dimasak dengan benar
Apakah flu babi berbahaya? Kebanyakan infeksi bergejala ringan, tetapi penyakit berat dan kematian pernah dilaporkan. Anak kecil, ibu hamil, lansia, orang dengan penyakit kronis, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Bagaimana dokter mendiagnosisnya? Gejalanya tidak bisa dibedakan dari flu musiman hanya lewat pemeriksaan fisik. Dokter perlu mengetahui riwayat kontak dengan babi; tes cepat biasa juga tidak selalu dapat menentukan apakah virus influenza A berasal dari babi.
Kapan perlu menghubungi dokter? Hubungi dokter jika gejala flu muncul setelah kontak dengan babi atau area tempat babi dipelihara. Cari pertolongan segera bila ada sesak napas, nyeri dada, kebingungan, kejang, atau gejala yang membaik lalu memburuk kembali.
Bagaimana mencegahnya? Hindari babi yang sakit, cuci tangan setelah berada di sekitar babi atau kandangnya, dan gunakan perlindungan yang sesuai jika harus bekerja dekat babi. Vaksin flu musiman tidak dirancang untuk melindungi dari influenza varian.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















