Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gejala Adenokarsinoma Paru, dari Batuk hingga Nyeri Tulang
ilustrasi batuk (magnific.com/8photo)
  • Adenokarsinoma paru dapat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal dan kadang ditemukan saat pemeriksaan pencitraan.

  • Batuk menetap, sesak napas, nyeri dada, dan batuk berdarah termasuk gejala yang dapat muncul, tetapi tidak khusus untuk kanker.

  • Gejala saja tidak dapat memastikan adenokarsinoma. Diagnosis memerlukan pemeriksaan medis, dan gejala yang menetap atau memburuk sebaiknya diperiksakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar tentang diagnosis Paus Leo XIV bermula dari temuan nodul di paru-parunya. Pernyataan resmi Vatikan menyebut pemeriksaan jaringan saat operasi pada Selasa (13/10) mengonfirmasi adenokarsinoma paru. Kanker paru memang bisa ditemukan saat pemeriksaan, bahkan sebelum seseorang menyadari adanya keluhan.

Adenokarsinoma adalah jenis kanker paru non sel kecil. Gejalanya tidak khas untuk jenis ini saja, dan pada tahap awal bisa belum terasa. Jika muncul, keluhannya dapat menyerupai infeksi atau gangguan paru lain.

Berikut ini gejala-gejala adenokarsinoma paru yang dapat muncul.

1. Batuk yang tak kunjung reda atau makin berat

Batuk yang menetap, berubah dari kebiasaan biasanya, atau makin sering dapat menjadi salah satu tanda kanker paru. Batuk juga dapat disebabkan berbagai kondisi lain, seperti infeksi atau asma.

2. Batuk berdarah

Darah dapat tampak bercampur dengan dahak. Gejala ini perlu dinilai oleh dokter karena penyebabnya tidak selalu kanker, tetapi tetap perlu dicari.

3. Sesak napas atau mengi

ilustrasi batuk dan sesak yang dapat menjadi gejala adenokarsinoma paru (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Sebagian orang merasa napas lebih pendek saat beraktivitas, atau mendengar bunyi mengi. Keluhan dapat terjadi jika tumor mengganggu saluran napas atau fungsi paru.

4. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada

Nyeri bisa terasa menetap atau memburuk ketika menarik napas dalam, batuk, atau tertawa.

5. Suara serak atau sulit menelan

Jika tumor menekan struktur di sekitar paru, suara dapat berubah menjadi serak atau seseorang merasa sulit menelan.

6. Mudah lelah, nafsu makan menurun, atau berat badan turun

ilustrasi seorang laki-laki mengalami kelelahan (pexels.com/karola-g)

Keluhan umum seperti ini bisa menyertai kanker, tetapi juga dapat terjadi pada banyak penyakit lain.

7. Infeksi paru yang berulang

Pneumonia atau infeksi saluran napas yang berulang dapat menjadi alasan untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika disertai batuk yang tak membaik.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat bahwa banyak orang dengan kanker paru belum merasakan gejala sampai penyakitnya lebih lanjut.

Dalam satu studi retrospektif yang terbit pada 2025, 60,3 persen dari 471 pasien adenokarsinoma paru yang menjalani operasi tercatat memiliki setidaknya satu gejala saat diagnosis; batuk merupakan gejala yang paling sering dicatat. Angka ini menunjukkan bahwa gejala yang muncul dapat berbeda-beda.

Jika kanker telah menyebar

Gejala dapat bergantung pada bagian tubuh yang terkena.

Penyebaran ke tulang bisa menimbulkan nyeri tulang.

Jika menyebar ke otak, maka dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, gangguan keseimbangan, kejang, atau kelemahan dan baal pada anggota tubuh.

Apabila menyebar ke hati, kulit atau bagian putih mata dapat menguning.

Gejala-gejala ini juga memiliki penyebab lain dan tidak dapat memastikan kanker telah menyebar.

Kapan perlu periksa ke dokter?

ilustrasi konsultasi dokter (magnific.com/stefamerpik)

Periksakan batuk yang tidak membaik atau makin berat, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada menetap, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Keluhan tersebut tidak otomatis berarti kanker, tetapi pemeriksaan membantu menemukan penyebab dan menentukan apakah tes lanjutan diperlukan.

Gejala saja tidak bisa membedakan adenokarsinoma dari jenis kanker paru lain atau penyakit nonkanker. Dokter dapat menggunakan pemeriksaan pencitraan dan, jika diperlukan, mengambil sampel jaringan untuk memastikan diagnosis.

Referensi

Holy See Press Office, “Holy See Press Office Press Release,” 13 Oktober 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Lung Cancer Basics,” diakses 14 Oktober 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Symptoms of Lung Cancer,” diakses 14 Oktober 2026.

Paweł Ziora et al., “Ten-Year Observational Study of Patients with Lung Adenocarcinoma: Clinical Outcomes, Prognostic Factors, and Five-Year Survival Rates,” Journal of Clinical Medicine 14, no. 8 (2025): 2552, https://doi.org/10.3390/jcm14082552.

American Cancer Society, “Signs and Symptoms of Lung Cancer,” diakses 14 Oktober 2026.

National Cancer Institute, “Non-Small Cell Lung Cancer Treatment (PDQ®)—Patient Version,” diakses 14 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article