ilustrasi tanda gejala berat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Virus Nipah yang sudah masuk dapat menyebar ke berbagai organ, termasuk otak. Studi dalam Jurnal Animals menjelaskan virus yang menyebar ke otak dan sistem saraf pusat (SSP) menyebabkan penyakit neurologis parah dan gangguan berat lain pada pasien.
Pada tahap infeksi lanjutan dan tingkat yang parah, pasien mengalami tanda dan gejala yang lebih berat dari awal infeksi. Salah satu bentuk kondisi berat virus Nipah yaitu ensefalitis atau peradangan otak). Apabila pasien mengalami ensefalitis, kondisi yang terus memburuk dapat berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. Beberapa tanda-tanda ensefalitis antara lain:
pasien nampak kebingungan;
cara bicaranya tidak jelas atau cadel;
tubuh kejang;
koma atau kehilangan kesadaran;
masalah pernapasan.
Itulah tanda dan gejala penyakit virus Nipah yang kini banyak dibicarakan. Terkadang, beberapa pasien juga tidak menunjukkan gejala apa pun. Di sisi lain, sebagian pasien juga merasakan gejala yang ringan hingga berat. Kenali gejala-gejala di atas agar penanganan bisa lebih awal.
Referensi
"About Nipah Virus". CDC. Diakses pada Februari 2026
"Nipah Virus". Cleveland Clinic. Diakses pada Februari 2026
"Virus Nipah". Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada Februari 2026
"Nipah Virus". World Health Organization. Diakses pada Februari 2026
Singh, R. K., Dhama, K., Chakraborty, S., et al. (2019). Nipah virus: epidemiology, pathology, immunobiology and advances in diagnosis, vaccine designing and control strategies - a comprehensive review. The veterinary quarterly, 39(1), 26–55.
Bruno, L., Nappo, M. A., Ferrari, L., et al. (2022). Nipah Virus Disease: Epidemiological, Clinical, Diagnostic and Legislative Aspects of This Unpredictable Emerging Zoonosis. Animals : an open access journal from MDPI, 13(1), 159.