- konsumsi buah atau nira yang sudah diterkontaminasi oleh air liur atau urine kelelawar pembawa virus Nipah;
- kontak langsung dengan urin, air liur, atau kotoran kelelawar yang terinfeksi;
- hewan ternak dapat terinfeksi dari buah yang mengandung air liur atau kotoran kelelawar pembawa virus Nipah. Selanjutnya, hewan ternak terinfeksi dan menularkan ke hewan lain atau manusia.
Apakah Virus Nipah Mematikan?

Kondisi serius mengintai pasien virus Nipah sebanyak dua kasus di India pada tahun 2026. Penyakit ini termasuk golongan zoonosis, yaitu infeksi yang ditularkan oleh hewan ke manusia secara alamiah. Nipah adalah jenis virus yang termasuk anggota henipavirus.
Karakteristik virus Nipah tidak sama dengan virus lainnya. Jika COVID-19 dapat menyebabkan wabah yang besar, virus Nipah berbeda. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan virus ini tidak menyebar secara global. Lalu, benarkah virus Nipah bisa menyebabkan kematian pada pasien-pasiennya? Simak penjelasannya lengkapnya.
1. Cara penyebaran virus Nipah ke manusia

Virus Nipah dibawa oleh kelelawar buah dari genus Pteropus. Kelelawar ini tidak menunjukkan gejala penyakit, tetapi berperan sebagai inang terbaik virus Nipah. Sejatinya, virus ini bukan infeksi yang baru. Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di peternakan babi di Sungai Nipah, Malaysia dan Singapura pada tahun September 1998 hingga Mei 1999.
Cara penularannya bisa melalui kontak langsung hewan yang membawa virus Nipah. Buku berjudul Improving Food Safety Through a One Health Approach menjelaskan cara penularan virus Nipah antara lain:
2. Tanda dan gejala virus Nipah

Sebagian orang tidak paham dirinya terjangkit virus Nipah karena gejalanya mirip dengan penyakit flu. Tidak semua orang merasakan semua tanda dan gejala yang serupa. Tanda dan gejala akan muncul 4 hari hingga 3 minggu setelah terinfeksi. Adapun tanda dan gejala virus Nipah menurut Australian Centre for Disease Control antara lain:
- kenaikan suhu tubuh yang mendadak;
- sakit kepala;
- tubuh merasa lelah;
- nyeri otot;
- mual dan muntah;
- batuk;
- sesak napas;
- sakit tenggorokan;
- sebagian orang mengalami pneumonia atau masalah pernapasan lainnya.
Apabila kasus penyakit nipah parah, penderita bisa mengalami gejala ensefalitis di antaranya:
- merasa mengantuk terus menerus;
- kebingungan;
- sensitivitas terhadap cahaya;
- leher terasa kaku.
3. Benarkah virus Nipah menyebabkan kematian?

Virus Nipah tergolong ancaman serius global lebih dari 25 tahun. Hal ini dikarenakan tingkat kematian virus Nipah yang tinggi. Sebuah studi dalam jurnal IJID Regions menyebutkan sejak tahun 1998 hingga 2024 kasus NiV sebanyak 754 orang dengan konfirmasi kematian sebanyak 435 orang (angka kematian kasus: 58 persen). Data ini mencakup kasus dari lima negara yaitu India, Singapura, Bangladesh, Malaysia, serta Filipina. Bahkan, kasus Bangladesh mencatat 341 terinfeksi NiV dengan angka Kematian tinggi sebanyak 241 kematian (angka kematian kasus: 71 persen).
4. Langkah pencegahan yang diterapkan di Indonesia

Meskipun virus Nipah belum ditemukan kasus di Indonesia, kita tetap meningkatkan tindakan pencegahan. Tindakan preventif tentu digalakkan oleh pemerintah Indonesia sebagai upaya pemutusan rantai virus Nipah. Beberapa langkah pencegahan Kementerian Kesehatan RI terhadap virus Nipah antara lain:
- deteksi dini pada pintu masuk antar negara, misalnya bandara dan pelabuhan;
- screening kesehatan untuk pelaku perjalanan dari negara yang melaporkan kasus virus Nipah;
- edukasi kepada fasilitas kesehatan dan laboratorium untuk merespons dugaan kasus;
- pemantauan status penyakit Nipah oleh WHO karena berpotensi menimbulkan wabah karena keparahannya.
Jadi, virus Nipah memang berpotensi menjadi ancaman karena angka kematian yang tinggi. Selain langkah preventif dari pemerintah Indonesia, kita juga perlu melakukan tindakan pencegahan. Beberapa di antaranya rajin mencuci tangan, hindari memakan buah yang busuk atau bekas gigitan hewan, tidak bersentuhan langsung dengan hewan terinfeksi, serta mencuci bersih dan mengupas buah sebelum memakannya.
Referensi
"Virus Nipah: Ancaman Zoonotik dengan Risiko Tinggi — Fakta, Gejala, Penularan, dan Pencegahan". Kementerian Kesehatan Labkesmas Makassar 1. Diakses pada Februari 2026.
"Nipah Virus". World Health Organization. Diakses pada Februari 2026.
K, Shakirul., A, Sheikh Mohammad Fazle., et al. 2024. Twenty-five years of Nipah outbreaks in Southeast Asia: A persistent threat to global health. IJID Regions. Vol 13.
Stephen P. Luby, Emily S. Gurley, M. Jahangir Hossain. 2009. Transmission of Human Infection with Nipah Virus. Clinical Infectious Diseases, 49(11):1743-8.
"Nipah Virus Infections Reported Overseas". Australian Centre for Disease Control. Diakses pada Februari 2026.

















