ilustrasi pingsan (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Gejala ini terjadi ketika aliran darah ke otak menurun secara signifikan.
Pada PJK, hal ini bisa disebabkan oleh:
Pingsan yang berhubungan dengan aktivitas fisik harus segera dievaluasi karena bisa menandakan masalah jantung serius.
Penyakit jantung koroner tidak selalu datang dengan gejala yang dramatis. Seringnya, tubuh sudah memberikan sinyal, yang sayangnya sering diabaikan atau disalahartikan.
Memahami gejala-gejala ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Makin cepat dikenali, makin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih berat, bahkan menyelamatkan nyawa.
Referensi
World Health Organization. “Cardiovascular Diseases (CVDs).” Diakses Maret 2026.
American Heart Association. “Coronary Artery Disease.” Diakses Maret 2026.
National Heart, Lung, and Blood Institute. “Coronary Heart Disease.” Diakses Maret 2026.
Mayo Clinic. “Coronary Artery Disease Symptoms.” Diakses Maret 2026.
Stephan D. Fihn et al., “2014 ACC/AHA/AATS/PCNA/SCAI/STS Focused Update of the Guideline for the Diagnosis and Management of Patients With Stable Ischemic Heart Disease,” Journal of the American College of Cardiology 64, no. 18 (July 28, 2014): 1929–49, https://doi.org/10.1016/j.jacc.2014.07.017.
Authors/Task Force Members, “Guidelines on the Management of Stable Angina Pectoris: Executive Summary: The Task Force on the Management of Stable Angina Pectoris of the European Society of Cardiology,” European Heart Journal 27, no. 11 (March 16, 2006): 1341–81, https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehl001.
John G. Canto, “Symptom Presentation of Women With Acute Coronary Syndromes,” Archives of Internal Medicine 167, no. 22 (December 10, 2007): 2405, https://doi.org/10.1001/archinte.167.22.2405.