Comscore Tracker

Baca Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Kamu Mulai Mengonsumsi Suplemen!

Sebetulnya tidak semua orang butuh konsumsi suplemen

Sejak pandemi COVID-19, banyak orang yang lebih memperhatikan kesehatan tubuhnya. Tidak sedikit orang yang panik dan langsung membeli berbagai suplemen atau vitamin yang ada di pasaran. Tak tanggung-tanggung, beberapa orang pun mengonsumsi suplemen tersebut dengan dosis tinggi tanpa anjuran dari ahli gizi atau dokter.

Sebenarnya seberapa penting, sih, peran suplemen dalam pemenuhan nutrisi bagi tubuh kita? Apakah suplemen bisa menggantikan pola makan sehat bergizi seimbang? Sebelum kamu mulai mengonsumsi suplemen, baiknya baca dulu fakta-fakta berikut ini.

1. Terdapat berbagai jenis suplemen

Baca Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Kamu Mulai Mengonsumsi Suplemen!ilustrasi ragam suplemen (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Dilansir Penn Medicine, terdapat berbagai kemasan suplemen, antara lain dalam bentuk pil, bubuk, atau cair. Apa pun jenisnya, tujuan dari suplemen adalah sama, yaitu melengkapi (suplementasi) pola makan supaya kamu sehat dan mendapat nutrisi yang cukup.

Suplemen biasanya mengandung minimal satu jenis bahan, antara lain vitamin, mineral, bahan herbal, asam amino, atau enzim. Beberapa suplemen yang populer juga mengandung multivitamin, sehingga orang tidak perlu mengonsumsi terlalu banyak suplemen dalam sehari. Beberapa contoh suplemen yang populer di pasaran antara lain sebagai berikut.

  • Kalsium
  • Vitamin D
  • Minyak ikan
  • Echinacea
  • Ginseng
  • Teh hijau
  • Bawang putih

2. Meskipun efektif bagi kesehatan, tidak ada suplemen yang bisa menyembuhkan penyakit tertentu

Baca Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Kamu Mulai Mengonsumsi Suplemen!ilustrasi suplemen (unsplash.com/Mika Baumeister)

Ada beberapa alasan suatu suplemen menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakat. Salah satunya karena suplemen tersebut efektif. Di sisi lain, ahli juga mengatakan bahwa suplemen bisa bermanfaat bagi kesehatan bila tetap diimbangi dengan pola makan sehat bergizi seimbang.

Berikut adalah contoh suplemen dan manfaatnya bagi tubuh:

  • Vitamin B12: membantu kesehatan sel saraf dan sel darah dan mencegah anemia
  • Asam folat: dikonsumsi oleh ibu hamil dan membantu mencegah cacat bawaan lahir pada janin
  • Vitamin D: menguatkan tulang
  • Kalsium: menyehatkan tulang
  • Vitamin C dan E: mencegah kerusakan sel tubuh
  • Minyak ikan: mendukung kesehatan jantung
  • Vitamin A: menurunkan risiko penurunan penglihatan akibat usia tua
  • Zink: menyehatkan kulit dan menurunkan risiko penurunan penglihatan akibat usia tua

Meskipun penelitian terkait manfaat suplemen bagi tubuh sudah dilakukan sejak lama, tetapi perlu diingat bahwa tidak ada satu suplemen pun yang dapat mencegah atau menyembuhkan suatu diagnosis penyakit tertentu.

Baca Juga: Dari Otak sampai Kehamilan, Ini 10 Khasiat Luar Biasa Vitamin B6

3. Tidak semua suplemen aman dikonsumsi

Baca Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Kamu Mulai Mengonsumsi Suplemen!ilustrasi konsultasi atau pemeriksaan dokter (freepik.com/ijeab)

Pada kebanyakan kasus, suplemen multivitamin tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Namun, kamu harus tetap berhati-hati. 

Bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit tertentu, suplemen bisa jadi berinteraksi dengan obat yang kamu konsumsi secara rutin. Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit lever, kamu juga tidak boleh sembarangan mengonsumsi suplemen. Beberapa suplemen juga belum diujikan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Kamu juga perlu berhati-hati akan hal tersebut.

Sebelum mengonsumsi suplemen, kamu harus kritis. Konsultasikan dengan tenaga ahli profesional terlebih dulu. Kondisi tubuh tiap individu sangat bervariasi dan tidak semua suplemen aman dan efektif.

4. Suplemen bukan pengganti pola makan sehat sehari-hari

Baca Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Kamu Mulai Mengonsumsi Suplemen!ilustrasi pola makan sehat bergizi seimbang (pexels.com/Ba Tik)

Dilansir Mayo Clinic, kebutuhan nutrisi utamanya harus dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang. Suplemen tidak dibuat untuk menggantikan makanan utama. Pola makan sehat menawarkan tiga manfaat yang tidak dimiliki suplemen, yakni sebagai berikut:

  • Tinggi nutisi. Makanan mengandung mikronutrisi yang kompleks dan bermacam-macam.
  • Mengandung serat esensial. Makanan seperti biji-bijian utuh, buah, dan sayur kaya akan serat. Serat dapat menurunkan risiko beberapa penyakit antara lain diabetes, kanker usus, stroke, dan penyakit jantung.
  • Memiliki kandungan yang bersifat protektif. Banyak jenis makanan yang mengandung antioksidan (senyawa yang menghambat kerusakan sel dan jaringan).

5. Kamu sebenarnya tidak butuh suplemen jika kamu dalam kondisi sehat dengan pola makan yang baik

Baca Dulu 5 Fakta Ini Sebelum Kamu Mulai Mengonsumsi Suplemen!ilustrasi pola makan sehat (pexels.com/Rachel Claire)

Kamu sebenarnya tidak membutuhkan suplemen jika kamu adalah orang sehat dengan kebiasaan pola makan yang bervariasi (mengonsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, serta daging dan ikan rendah lemak). 

Suplemen atau makanan yang difortifikasi dibutuhkan oleh orang dengan kondisi sebagai berikut:

  • Hamil atau sedang mempersiapkan kehamilan
  • Usia di atas 50 tahun
  • Memiliki nafsu makan rendah
  • Menjalankan diet yang mengharuskan untuk mengeliminasi sekelompok makanan tertentu
  • Memiliki kondisi kesehatan yang mengganggu penyerapan nutrisi, misalnya diare kronis, alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit lever, penyakit kandung empedu, atau penyakit pada organ usus dan pankreas
  • Telah menjalani operasi saluran pencernaan yang memengaruhi cara tubuh mencerna makanan

Itulah ulasan singkat terkait manfaat suplemen dan penggunaannya. Sebelum kamu mengonsumsi suplemen apa pun, pastikan terlebih dulu bahwa pola makanmu sehari-hari sudah bergizi seimbang. Saat mengonsumsi suplemen, bukan berarti kamu mengabaikan pola makan sehat, karena ini tetap yang terpenting dan suplemen cuma bersifat sebagai pelengkap.

Baiknya sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, konsultasikan terlebih dulu dengan ahli gizi atau dokter. Tanyakan apakah kamu benar-benar membutuhkannya atau tidak. Pastikan juga menanyakan dosis, efek samping, dan interaksi obat yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Manfaat Vitamin B3 atau Niasin bagi Kesehatan, Asupanmu Sudah Cukup?

Rebecca L Photo Verified Writer Rebecca L

Health enthusiast ❤️

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya