Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Meningitis Sedunia: 7 Fakta yang Perlu Kamu Tahu
ilustrasi sakit kepala akibat meningitis (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap 5 Oktober. Pada 2026, kampanyenya menyerukan, “Now is the time for action” atau “Saatnya bertindak.”

  • Meningitis bisa disebabkan bakteri, virus, jamur, atau parasit. Meningitis bakteri dapat berakibat fatal dan membutuhkan penanganan segera.

  • Masyarakat bisa ikut menyebarkan informasi yang akurat, membagikan pengalaman, dan berpartisipasi dalam kampanye “Light the road ahead”.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meningitis dapat berkembang cepat dan meninggalkan dampak jangka panjang. Karena itu, Hari Meningitis Sedunia bukan hanya momen untuk membicarakan penyakit ini, tetapi juga kesempatan menyebarkan informasi tentang gejala, pencegahan, dan pentingnya pertolongan medis segera.

Peringatan global ini berlangsung setiap 5 Oktober. Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang Hari Meningitis Sedunia, termasuk tema kampanye tahun ini dan cara ikut serta.

1. Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap 5 Oktober

Hari Meningitis Sedunia merupakan kampanye global untuk meningkatkan pemahaman tentang meningitis dan mendorong dukungan bagi orang-orang yang terdampak.

Peringatan ini digagas pada 2009 oleh Confederation of Meningitis Organisations (CoMO), jaringan organisasi yang menghimpun kelompok advokasi, tenaga kesehatan, penyintas, dan keluarga.

Saat ini, kampanye dikoordinasikan Meningitis Research Foundation.

2. Seruan kampanye 2026: “Now is the time for action”

Laman resmi kampanye tahun ini menampilkan pesan “Now is the time for action”, yang berarti “Saatnya bertindak.”

Ajakan ini mengingatkan bahwa meningitis masih menjadi masalah kesehatan global yang butuh perhatian, mulai dari edukasi publik hingga upaya pencegahan dan perawatan.

Salah satu kegiatan kampanyenya adalah “Light the road ahead” atau “Terangi jalan ke depan”.

3. Tanggal peringatannya pernah berbeda

ilustrasi otak manusia (unsplash.com/Ecliptic Graphic).

Pada tahun 2021, laman WHO mencatat Hari Meningitis Sedunia pada 24 April. Dokumen pertemuan gugus tugas WHO pada Desember 2022 menyebut peringatan tahun itu berlangsung pada 5 Oktober.

Sejak itu, penyelenggara kampanye menggunakan tanggal 5 Oktober.

4. Meningitis masih berdampak pada jutaan orang

Meningitis adalah peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyebabnya beragam, termasuk bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Studi Global Burden of Disease 2023 yang terbit dalam jurnal The Lancet Neurology memperkirakan ada 2,54 juta kasus baru dan 259.000 kematian akibat meningitis di dunia pada 2023. Lebih dari sepertiga kematian terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

5. Meningitis bakteri perlu diwaspadai sebagai kondisi gawat

Tidak semua meningitis disebabkan oleh bakteri, tetapi meningitis bakteri dapat berkembang cepat dan berakibat fatal.

WHO memperkirakan sekitar 1 dari 6 orang yang terkena meningitis bakteri meninggal, sementara 1 dari 5 penyintas mengalami komplikasi serius. Dampaknya dapat berupa gangguan pendengaran, kejang, kelemahan anggota tubuh, serta masalah penglihatan, bicara, atau ingatan.

Gejala umum meningitis meliputi demam, sakit kepala, leher kaku, mual atau muntah, sensitif terhadap cahaya, dan perubahan kesadaran seperti kebingungan. Pada bayi, tanda-tandanya bisa berupa sulit dibangunkan, lebih rewel, menangis lemah terus-menerus, sulit menyusu, atau ubun-ubun tampak menonjol. Gejala dapat berbeda pada setiap orang. Ruam kulit tidak selalu muncul.

6. Vaksin dapat mencegah beberapa penyebab meningitis

ilustrasi vaksin (IDN Times/NRF)

Vaksin tersedia untuk melindungi dari beberapa penyebab umum meningitis bakteri, seperti meningokokus, pneumokokus, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Namun, belum ada satu vaksin yang melindungi dari semua penyebab meningitis.

Karena perlindungannya bergantung pada jenis kuman dan vaksin yang tersedia, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai vaksinasi yang sesuai.

WHO memiliki peta jalan global untuk mengalahkan meningitis pada 2030. Targetnya mencakup mengakhiri epidemi meningitis bakteri, mengurangi kasus meningitis bakteri yang dapat dicegah dengan vaksin sebesar 50 persen dan kematian sebesar 70 persen, serta mengurangi disabilitas dan meningkatkan kualitas hidup penyintas.

7. Ada beberapa cara untuk ikut serta

Kamu bisa berpartisipasi dalam Hari Meningitis Sedunia dengan cara sederhana:

  • Sebarkan informasi akurat. Bagikan materi dari perangkat kampanye resmi dan gunakan tagar #WorldMeningitisDay serta #DefeatMeningitis.

  • Ikuti “Light the road ahead”. Pada 5 Oktober pukul 20.30 waktu setempat—pukul 20.30 WIB bagi pembaca di Indonesia—nyalakan lampu atau pilih objek bercahaya yang aman, lalu bagikan fotonya. Kampanye ini menjadi simbol dukungan dan pengingat bagi orang-orang yang terdampak.

  • Ceritakan pengalaman, jika bersedia. Penyintas dan keluarga dapat membagikan kisah melalui kanal kampanye. Pengalaman pribadi membantu orang lain memahami dampak meningitis; pastikan privasi dan persetujuan pihak yang terlibat tetap dijaga.

  • Ingat tanda bahaya. Jika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada meningitis, segera cari pertolongan medis. WHO menyebut meningitis sebagai kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Hari Meningitis Sedunia mengajak masyarakat untuk mengenali penyakit ini lebih dini dan mendukung upaya pencegahan serta perawatan. Informasi yang benar dapat membantu seseorang mengambil langkah yang tepat ketika gejala muncul.

Referensi

World Meningitis Day, “About Us,” diakses 5 Oktober 2026, https://worldmeningitisday.org/about/.

World Meningitis Day, “World Meningitis Day 2026,” diakses 5 Oktober 2026, https://worldmeningitisday.org/; World Meningitis Day, “Light the Road Ahead,” diakses 5 Oktober 2026, https://worldmeningitisday.org/get-involved/light-the-road-ahead/.

World Health Organization (WHO), “World Meningitis Day,” 24 April 2021, https://www.who.int/news-room/events/detail/2021/04/24/default-calendar/world-meningitis-day; WHO, Defeating Meningitis by 2030: A Global Roadmap—From Regional Implementation to Impact in Countries: Eighth Meeting of the Technical Taskforce, 13–15 Desember 2022, hlm. 14, PDF; World Meningitis Day, “About Us.”

WHO, “Meningitis,” diakses 5 Oktober 2026, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/meningitis.

GBD 2023 Meningitis & Antimicrobial Resistance Collaborators, “Global, Regional, and National Burden of Meningitis, Its Risk Factors, and Aetiologies, 1990–2023: A Systematic Analysis for the Global Burden of Disease Study 2023,” The Lancet Neurology 25, no. 5 (2026): 451–68, https://doi.org/10.1016/S1474-4422(26)00101-8.

WHO, “Defeating Meningitis by 2030,” diakses 5 Oktober 2026, https://www.who.int/initiatives/defeating-meningitis-by-2030.

Curated For You

Editorial Team

Related Article