- Pelajar yang tinggal di asrama.
- Personel militer.
- Individu dengan gangguan sistem imun tertentu.
- Orang yang bepergian ke wilayah dengan wabah meningokokus.
- Petugas laboratorium yang bekerja dengan bakteri meningokokus.
Perbedaan Vaksin Meningitis dan Japanese Encephalitis, Jangan Keliru

Vaksin meningitis dan Japanese encephalitis (JE) berbeda dari segi penyebab, cara penularan, serta organ yang diserang meski sama-sama berkaitan dengan infeksi sistem saraf.
Vaksin meningitis melindungi dari bakteri Neisseria meningitidis dan wajib bagi jemaah haji atau umrah, sedangkan vaksin JE melindungi dari virus JEV yang ditularkan nyamuk Culex.
Kedua vaksin efektif mencegah penyakit berat, namun perlindungan tambahan seperti menghindari gigitan nyamuk tetap penting; konsultasi medis disarankan sebelum bepergian ke wilayah berisiko.
Karena sama-sama berkaitan dengan infeksi pada otak atau sistem saraf, tidak sedikit orang yang menganggap vaksin meningitis dan Japanese encephalitis serupa. Ada juga yang menganggap setelah menerima vaksin meningitis, mereka otomatis juga terlindungi dari Japanese encephalitis. Padahal, keduanya adalah vaksin yang berbeda.
Perbedaannya tidak hanya pada jenis vaksin, tetapi juga penyebab penyakit, cara penularan, kelompok yang berisiko, hingga tujuan pemberiannya.
Table of Content
Apa itu vaksin meningitis dan vaksin Japanese encephalitis?
Vaksin meningitis
Vaksin meningitis yang umum diberikan kepada calon jemaah haji dan umrah bertujuan melindungi dari penyakit meningokokus.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis, salah satu penyebab utama meningitis bakterial di berbagai negara. Meningitis sendiri adalah peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.
Infeksi meningokokus dapat berkembang sangat cepat. Seseorang yang awalnya hanya mengalami demam dan sakit kepala dapat mengalami kondisi kritis dalam hitungan jam apabila infeksi tidak segera ditangani.
Vaksin Japanese encephalitis
Vaksin Japanese encephalitis dirancang untuk melindungi dari Japanese encephalitis (JE), yaitu infeksi virus yang disebabkan oleh Japanese encephalitis virus (JEV).
Berbeda dengan meningitis meningokokus yang ditularkan dari manusia ke manusia melalui droplet pernapasan, JE ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama nyamuk dari genus Culex.
Virus ini banyak ditemukan di wilayah Asia dan Pasifik, termasuk beberapa daerah di Indonesia.
Sebagian besar infeksi JE memang tidak menimbulkan gejala. Namun, saat virus berhasil menyerang sistem saraf pusat, penyakit dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan otak yang serius.
Menurut WHO, sekitar 30 persen kasus ensefalitis akibat JE berakhir dengan kematian, sementara 30–50 persen penyintas mengalami gangguan neurologis atau psikologis jangka panjang.
Perbedaan utama: penyebab penyakitnya berbeda
Perbedaan paling mendasar antara kedua vaksin ini terletak pada penyebab penyakit yang dicegah.
Vaksin meningitis melindungi dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis, sedangkan vaksin JE melindungi dari infeksi JEV.
Karena targetnya berbeda, antibodi yang dibentuk tubuh setelah vaksinasi juga berbeda. Antibodi terhadap bakteri meningokokus tidak dapat melindungi seseorang dari virus JE, begitu pula sebaliknya.
Cara penularannya juga tidak sama

Meningitis meningokokus dan JE memiliki jalur penularan yang sangat berbeda.
Meningitis meningokokus menyebar melalui percikan saluran napas, misalnya saat seseorang batuk, bersin, berbicara dalam jarak dekat, atau tinggal dalam lingkungan yang padat.
Karena itu, wabah meningokokus sering terjadi di asrama, kamp militer, kamp pengungsian, atau acara keagamaan berskala besar seperti haji.
Sebaliknya, JE tidak menyebar dari satu orang ke orang lain. Virus JE berpindah melalui gigitan nyamuk yang sebelumnya terinfeksi setelah menggigit hewan reservoir seperti babi atau burung air tertentu. Oleh karena itu, risiko JE lebih banyak ditemukan di daerah pedesaan, area persawahan, atau wilayah dengan populasi nyamuk yang tinggi.
Organ yang diserang tidak persis sama
Kedua penyakit memang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, tetapi bagian yang terkena berbeda.
Meningitis menyerang selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang disebut meninges. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala berat, leher kaku, mual, muntah, hingga penurunan kesadaran.
Sementara itu, JE terutama menyerang jaringan otak secara langsung. Akibatnya, pasien dapat mengalami kejang, perubahan perilaku, gangguan gerakan, kelumpuhan, penurunan kesadaran, hingga koma.
Keduanya serius, tetapi mekanisme penyakitnya berbeda sehingga pendekatan pencegahannya juga berbeda.
Siapa yang butuh vaksin meningitis?
Vaksin meningokokus direkomendasikan untuk beberapa kelompok. Yang paling dikenal adalah calon jemaah haji dan umrah. Selain itu, vaksin ini juga dianjurkan bagi:
Siapa yang perlu mendapat vaksin Japanese encephalitis?

Vaksin JE terutama direkomendasikan bagi:
- Wisatawan yang akan tinggal dalam waktu lama di daerah endemis.
- Orang yang sering melakukan aktivitas luar ruangan di daerah pedesaan.
- Pekerja lapangan, peneliti, atau tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah berisiko.
- Penduduk yang tinggal di daerah endemis tertentu.
Di Indonesia, vaksin JE juga telah digunakan dalam program imunisasi di beberapa daerah yang memiliki risiko penularan lebih tinggi.
Keputusan vaksinasi biasanya mempertimbangkan tujuan perjalanan, lama tinggal, musim, dan aktivitas yang akan dilakukan.
Apakah efektif?
Kedua vaksin memiliki efektivitas yang tinggi.
Vaksin meningokokus konjugat modern terbukti mampu memberikan perlindungan yang baik terhadap beberapa serogrup utama penyebab penyakit meningokokus invasif.
Sementara itu, berbagai studi menunjukkan vaksin JE mampu menghasilkan respons imun protektif yang kuat dan bertahan lama pada sebagian besar penerima vaksin.
Akan tetapi, tidak ada vaksin yang memberikan perlindungan 100 persen. Jadi, langkah pencegahan tambahan tetap diperlukan.
Pada JE misalnya, perlindungan dari gigitan nyamuk tetap penting walaupun kamu sudah divaksinasi.
Mana yang harus dipilih?
Kalau kamu akan menunaikan haji atau umrah, vaksin meningitis meningokokus merupakan kebutuhan utama karena menjadi syarat perjalanan dan melindungi dari penyakit yang berpotensi mematikan.
Jika kamu akan tinggal atau beraktivitas di wilayah dengan risiko JE, terutama dalam waktu lama atau di daerah pedesaan, vaksin JE mungkin perlu dipertimbangkan.
Dalam beberapa situasi, kamu mungkin butuh keduanya.
Karena itu, sebelum bepergian ke luar negeri, konsultasi dengan dokter atau klinik kesehatan perjalanan (travel clinic) dapat membantu menentukan vaksin yang paling sesuai.
Referensi
World Health Organization (WHO). "Meningococcal Meningitis." Diakses Juni 2026.
WHO. "Japanese Encephalitis." Diakses Juni 2026.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). "Meningococcal Disease." Diakses Juni 2026.
CDC. "Japanese Encephalitis." Diakses Juni 2026.
CDC. "Japanese Encephalitis Vaccine Information for Healthcare Providers." Diakses Juni 2026.
WHO. "Meningococcal Meningitis Factsheet." Diakses Juni 2026.
Tomohiro Ishikawa and Eiji Konishi, “Japanese Encephalitis: Epidemiology, Prevention and Current Status of Antiviral Drug Development,” Expert Opinion on Orphan Drugs 2, no. 9 (June 27, 2014): 923–36, https://doi.org/10.1517/21678707.2014.934222.
Susan Hills et al., “Control of Japanese Encephalitis in Asia: The Time Is Now,” Expert Review of Anti-Infective Therapy 12, no. 8 (June 13, 2014): 901–4, https://doi.org/10.1586/14787210.2014.929498.
Sydel R. Parikh et al., “The Everchanging Epidemiology of Meningococcal Disease Worldwide and the Potential for Prevention Through Vaccination,” Journal of Infection 81, no. 4 (June 3, 2020): 483–98, https://doi.org/10.1016/j.jinf.2020.05.079.
WHO. "Weekly Epidemiological Record: Japanese Encephalitis Vaccines Position Paper." Diakses Juni 2026.
CDC. "Yellow Book: Health Information for International Travel." Diakses Juni 2026.






![[QUIZ] Cek Kebutuhan Air Harian Berdasarkan Gaya Hidup Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260526/tips-efektif-minum-air-untuk-detoks-pasca-idul-adha_968e84b8-5723-485e-b544-dde813648a5c.jpeg)

![[QUIZ] Dari Cara Kamu Menyikapi Rasa Haus, Ini Kebutuhan Cairan Tubuhmu](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-maumascaro-907865-98578fc533dc034ea3dc70254c5ffc9d-6806676fc951453ca0eb738eb04487e0.jpg)

![[QUIZ] Dari Olahan Daging Favoritmu, Ini Penyakit yang Mengintai](https://image.idntimes.com/post/20260505/resep-daging-panggang-ala-maroko_57a5c686-b9fa-44df-856c-249f30b1b27a.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Capek atau Mulai Stres](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)





![[QUIZ] Cara Kamu Menenangkan Diri saat Cemas Mirip Siapa di 'Upin & Ipin'?](https://image.idntimes.com/post/20260505/screenshot_20260505-172134_youtube_e14e3aa1-93bd-4770-8b32-75b302d13c59.jpeg)
