Kelsey Locey, “Martin Couney and Incubator Exhibits from 1896 to 1943,” Embryo Project Encyclopedia, diakses September 2026.
World Health Organization, “WHO Advises Immediate Skin-to-Skin Care for Survival of Small and Preterm Babies,” diakses September 2026.
Jeffrey P. Baker, “The Incubator and the Medical Discovery of the Premature Infant,” Journal of Perinatology 20 (2000): 321–28, https://doi.org/10.1038/sj.jp.7200377.
Hannah Lieberman, “Incubator Baby Shows: A Medical and Social Frontier,” The History Teacher 35, no. 1 (2001): 81–88, https://www.jstor.org/stable/3054512.
Thijs Gras, “Alexandre Lion: The Forgotten Inventor of Incubator Shows,” Pediatrics 150, no. 3 (2022): e2021054576, https://doi.org/10.1542/peds.2021-054576.
Claire Prentice, “The Man Who Ran a Carnival Attraction That Saved Thousands of Premature Babies Wasn’t a Doctor at All,” Smithsonian Magazine, diakses September 2026.
William A. Silverman, “Incubator-Baby Side Shows (Dr. Martin A. Couney),” Pediatrics 64, no. 2 (1979): 127–41, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/382078/.
Bayi Prematur Pernah Dipamerkan di Taman Hiburan, Bagaimana Ceritanya?

Pada awal abad ke-20, perawatan khusus bayi prematur belum tersedia luas di rumah sakit Amerika Serikat.
Tiket pameran membantu membiayai inkubator, tenaga kesehatan, dan makanan bayi sehingga orang tua tidak dipungut biaya.
Pameran tersebut turut mengenalkan perawatan bayi prematur, tetapi jumlah bayi yang diklaim berhasil diselamatkan tidak dapat diverifikasi.
Di keramaian Coney Island, New York, Amerika Serikat (AS) pada awal abad ke-20, pengunjung dapat membayar 25 sen untuk melihat bayi-bayi prematur di dalam inkubator. Ya, mereka memang menjadi tontonan. Namun, perawat dan ibu susu bekerja menjaga kehangatan, kebersihan, dan asupan para bayi.
Orang tua tidak dipungut biaya. Uang tiket pengunjung digunakan untuk membiayai perawatan yang saat itu masih mahal dan belum tersedia luas di rumah sakit AS. Bagaimana fasilitas medis untuk bayi yang sangat rentan justru menemukan tempat di sebuah taman hiburan?
Table of Content
1. Perawatan bayi prematur pada waktu itu masih sangat terbatas
Inkubator bayi mulai dikembangkan oleh dokter-dokter Prancis sekitar 1880. Alat ini menyediakan lingkungan yang hangat bagi bayi prematur, yang lebih sulit mengatur suhu tubuh karena belum memiliki cukup lemak tubuh.
Namun, keberadaan alat belum otomatis menciptakan pelayanan yang baik. Telaah sejarah dalam Journal of Perinatology menjelaskan bahwa perkembangan inkubator berlangsung lambat selama sekitar 50 tahun. Keberhasilannya membutuhkan sistem pendukung, termasuk tenaga terlatih, pengaturan suhu, kebersihan, pemberian ASI, serta pemantauan bayi.
Di AS, fasilitas khusus bayi prematur justru lebih dahulu muncul di pameran, eksposisi, dan taman hiburan pada pergantian abad ke-20. Kajian dalam The History Teacher menyebut fasilitas tersebut turut memperlihatkan kepada masyarakat dan kalangan medis bahwa bayi prematur dapat dirawat menggunakan inkubator.
2. Martin Couney membuat pameran itu terkenal

Martin Couney (tengah) di stan pamerannya untuk Alaska–Yukon–Pacific Exposition, Washington, 1909. (commons.wikimedia.org/University of Washington Libraries) Tokoh yang paling sering dikaitkan dengan pameran tersebut adalah Martin Couney. Ia mengoperasikan pameran inkubator di Coney Island sejak awal 1900-an hingga 1943 serta mengikuti sejumlah pameran besar di AS.
Di dalam fasilitasnya terdapat inkubator, perawat, ibu susu, dan tenaga yang terlatih merawat bayi. Orang tua dapat menitipkan bayinya tanpa membayar, sedangkan biaya operasional diperoleh dari pengunjung.
Meski kerap disebut sebagai pelopor pameran inkubator, tetapi Couney bukan pencipta inkubator ataupun orang pertama yang memamerkannya.
Penelitian sejarah dalam jurnal Pediatrics pada 2022 menelusuri gagasan pameran bayi inkubator kepada Alexandre Lion, inventor asal Prancis yang telah menyelenggarakan pameran serupa di Eropa.
Status Couney sebagai dokter juga dipertanyakan. Penelusuran arsip yang dilaporkan Smithsonian Magazine tidak menemukan bukti bahwa ia menempuh pendidikan kedokteran di Leipzig atau Berlin seperti yang pernah diklaimnya. Kendati demikian, fasilitasnya kemudian bekerja sama dengan dokter anak dan mempekerjakan perawat terlatih.
3. Apakah pameran itu benar-benar menyelamatkan bayi?
Couney mengklaim telah merawat sekitar 8.000 bayi dan membantu 6.500 di antaranya bertahan hidup. Namun, angka tersebut tidak dapat diverifikasi melalui rekam medis lengkap atau pencatatan independen.
Artikel sejarah dalam jurnal Pediatrics pada 1979 mendokumentasikan keberadaan pameran tersebut dan peran Couney dalam sejarah perawatan bayi prematur. Namun, catatan yang tersedia tidak setara dengan penelitian klinis modern yang memiliki kelompok pembanding dan metode pengumpulan data terstandar.
Bukti sejarah yang lebih kuat ada pada keberadaan tenaga perawat, pemberian ASI, pengaturan suhu, dan penerimaan bayi tanpa memandang kemampuan membayar. Sejumlah rumah sakit bahkan mengirimkan bayi prematur ke fasilitas Couney ketika belum memiliki pelayanan yang memadai.
4. Antara pelayanan medis dan tontonan komersial

Inkubator buatan untuk bayi prematur yang dirancang oleh R. Mathieu. (commons.wikimedia.org/Wellcome Images/Photo number: M0012477) Ada dua fungsi yang berjalan bersamaan dari pameran bayi inkubator ini. Fasilitas tersebut memberikan pelayanan kepada bayi yang sulit memperoleh perawatan, tetapi juga memperoleh pemasukan dengan mempertontonkan pasien kepada masyarakat.
Praktik ini memicu kritik dari kelompok perlindungan anak pada masanya. Meski tuduhan terhadap fasilitas Couney tidak terbukti dalam pemeriksaan saat itu, tetapi kontroversi mengenai eksploitasi bayi terus menyertai kegiatannya.
Menjelang tahun 1940-an, rumah sakit mulai lebih banyak menyediakan pelayanan khusus untuk bayi prematur. Pameran Couney di Coney Island akhirnya berhenti pada tahun 1943.
Paviliun tersebut bukan unit perawatan intensif neonatal atau NICU seperti yang dikenal sekarang. Meski demikian, sejarahnya memperlihatkan bahwa perjalanan sebuah teknologi medis tidak hanya ditentukan oleh penemuan alat. Sistem perawatan di sekitar alat—tenaga terlatih, pendanaan, makanan, dan akses pasien—juga menentukan manfaatnya.
Di balik pameran tak lazim tersebut, bayi-bayi dalam inkubator yang dipertontonkan butuh kesempatan untuk bertahan hidup. Ini merupakan bagian dari sejarah ketika perawatan bayi prematur perlahan berpindah dari arena hiburan menuju rumah sakit seperti sekarang.
Referensi















![[QUIZ] Dari Jadwal Gym Kamu, Cek Kamu Overtraining atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)


