Comscore Tracker

Serba-serbi Fobia, Kenapa Seseorang Bisa Punya Rasa Takut Berlebihan?

Rasa takut berlebihan akan sesuatu tidak datang tiba-tiba

Beda dengan kecemasan sesaat, fobia adalah ketakutan berlebih yang tidak rasional terhadap objek atau situasi tertentu. Orang yang mengembangkan fobia akan mengalami reaksi psikologis maupun fisik secara intens dalam jangka panjang, sehingga dapat mengganggu kualitas hidupnya.

Sering kali orang-orang yang punya fobia sadar akan ketakutannya itu, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak untuk melawannya.

Lembaga Anxiety and Depression Association of America memperkirakan 19 juta penduduk Amerika Serikat memiliki fobia yang berdampak negatif terhadap kehidupan sehari-hari.

Orang-orang tanpa fobia mungkin heran dan bertanya-tanya, kenapa sampai ada orang bisa punya rasa takut berlebihan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

1. Faktor genetik

Serba-serbi Fobia, Kenapa Seseorang Bisa Punya Rasa Takut Berlebihan?unsplash.com/Jude Beck

Dilansir dari berbagai sumber, orang tua yang punya fobia spesifik (fobia terhadap objek, hewan, situasi, atau aktivitas yang spesifik) kemungkinan menurunkan ketakutan tersebut kepada anak-anaknya. Beberapa penelitian pun menunjukkan adanya hubungan antara fobia dengan riwayat keluarga.

Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Anxiety Disorder” tahun 2013. Di situ dikatakan bahwa tingkat heritabilitas ketakutan maupun fobia spesifik memiliki persentase 0-71 persen.

2. Insiden atau trauma khusus

Serba-serbi Fobia, Kenapa Seseorang Bisa Punya Rasa Takut Berlebihan?unsplash.com/Annie Spratt

Dilansir dari WebMD, fobia yang dikembangkan sejak kecil bisa merupakan akibat dari pengalaman traumatis. Contoh sederhananya adalah pernah digigit anjing, sehingga membuat individu tersebut mengembangkan ketakutan terhadap anjing hingga dewasa.

Orang-orang yang mengembangkan ketakutan spesifik juga bisa karena adanya pengalaman traumatis terhadap objek maupun situasi tertentu. Misalnya pernah jatuh, tenggelam, atau mengalami kecelakaan.

Baca Juga: 7 Fobia Aneh yang Membuatmu Berpikir Dua Kali, Emangnya Ada?

3. Respons terhadap panik maupun dari lingkungan

Serba-serbi Fobia, Kenapa Seseorang Bisa Punya Rasa Takut Berlebihan?Unsplash.com/Victor Rodvang

Dilansir dari laman Mind, badan amal kesehatan mental asal Inggris, faktor yang mungkin memainkan peran penting terhadap penyebab fobia salah satunya adalah respons individu terhadap ketakutan mereka sendiri dan lingkungan.

Seseorang dapat mengembangkan ketakutan secara ekstrem bila orang itu sebelumnya pernah menanggapi reaksi ketakutan tersebut.

Selain itu, orang tua yang dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan kecemasan atau ketakutan berlebihan, secara tidak langsung dapat memengaruhi psikologis anak untuk mengembangkan fobia yang mirip dengan orang tua.

Bahkan, tidak hanya orang tua, antara saudara kandung pun fobia dapat terjadi berawal dari respons yang dipelajari.

4. Faktor budaya

Serba-serbi Fobia, Kenapa Seseorang Bisa Punya Rasa Takut Berlebihan?unsplash.com/Andre Benz

Dilansir dari Verywell Mind, beberapa orang dapat mengembangkan fobia dalam kelompok budaya tertentu. Contohnya dalam budaya taijin kyofusho, yaitu fobia sosial di Jepang yang mana penderitanya merasa sangat takut merugikan atau menyinggung perasaan orang lain dalam situasi sosial.

Oleh karena itu, budaya mungkin dapat menjadi faktor bagi seseorang mengembangkan fobia.

5. Stres berkepanjangan hingga cedera otak traumatis

Serba-serbi Fobia, Kenapa Seseorang Bisa Punya Rasa Takut Berlebihan?Unsplash.com/Nick Karvounis

Stres yang berlarut-larut, entah karena masalah pribadi, pekerjaan, atau hal lainnya dapat menyebabkan kecemasan hingga depresi. Bila tidak ditangani, maka bisa timbul perasaan takut, khususnya saat mengalami situasi tertekan. Jika rasa takut itu bertahan dalam jangka waktu lama, besar kemungkinannya orang tersebut mengembangkan fobia.

Sementara itu, dilansir dari Healthline, individu dengan kondisi medis berkelanjutan atau masalah kesehatan seperti cedera otak traumatis juga sering dikaitkan dengan masalah fobia.

Ketakutan adalah respons yang wajar terhadap ancaman. Secara otomatis, diri kita membentuk pertahanan untuk menghadapi sesuatu yang dirasa berbahaya, tidak nyaman, atau mengganggu.

Namun, jika ketakutan mencapai tingkat mengkhawatirkan atau ekstrem, penanganan medis adalah kunci untuk terbebas dari belenggu tersebut. Dengan perawatan yang tepat, misalnya dengan konsultasi ke psikiater atau psikolog, kualitas hidup akan terjaga.

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya