Comscore Tracker

Gejala Flu Singapura: Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut akibat Virus

Bukan hanya anak, orang dewasa juga bisa mengalaminya

Flu Singapura atau yang dikenal sebagai hand, foot and mouth disease (HFMD) tergolong penyakit menular yang disebabkan oleh enterovirus dan coxsackievirus. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak usia di bawah 10 tahun, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Dilansir Healthline, gejala flu Singapura baru tampak setelah 3-7 hari setelah infeksi. Periode itu biasa disebut sebagai masa inkubasi. Lalu, apa saja gejala flu Singapura yang ditimbulkan? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Demam tinggi

Gejala Flu Singapura: Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut akibat Virusilustrasi demam (pexels.com/Gustavo Fring)

Pada awalnya seseorang yang mengalami flu Singapura akan mengalami demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celsius. Kondisi ini akan terlihat lebih parah pada 1-3 hari hari pertama. 

Iya, demam memang bisa mengindikasikan berbagai hal. Namun, pada flu Singapura, biasanya demam disertai dengan sakit tenggorokan yang mirip radang. Tidak tampak tanda-tanda flu layaknya pilek, hidung berair, dan bersin.

2. Tenggorokan terasa sakit

Gejala Flu Singapura: Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut akibat Virusilustrasi sakit tenggorokan (umiamihealth.org)

Seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, pasien flu Singapura akan mengalami sakit tenggorokan. Kondisi ini ditandai dengan sulitnya menelan, rasa sakit ketika berbicara, dan tenggorokan yang terasa seakan berpasir. 

Mengutip Mayo Clinic, biasanya kondisi tersebut berlangsung selama 1-2 hari setelah masa inkubasi berakhir. Pada tahap ini, flu Singapura masih sulit dibedakan dengan penyakit lainnya.

Baca Juga: Jangan Keliru, 7 Penyakit Ini Punya Gejala Sama dengan Virus Corona

3. Munculnya ruam merah seperti seriawan pada mulut

Gejala Flu Singapura: Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut akibat Virusilustrasi ruam merah di dalam mulut pada flu Singapura (medicinenet.com)

Dua hari setelah demam berlangsung, akan muncul ruam berwarna merah di area mulut. Bukan di bagian luar, melainkan di bagian dalam. Jadi, kamu bisa melihatnya di sekitar lidah, gusi, tenggorokan, dan bagian dalam pipi. 

Jangankan dipegang, ruam tersebut bahkan terasa sakit saat pasien minum, makan, dan menelan. Ini akan menyebabkan mereka kehilangan nafsu makan selama beberapa hari.

Walaupun begitu, pasien harus dipaksa makan agar kondisi tubuhnya tidak kian menurun. Sebisa mungkin hindari makanan yang panas karena suhu tinggi akan semakin memperburuk kondisi pasien.

4. Munculnya ruam merah melepuh di telapak tangan dan kaki

Gejala Flu Singapura: Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut akibat Virusilustrasi ruam merah melepuh di telapak tangan dan kaki (suisenceinte.com)

Menyusul ruam yang muncul pada mulut, pasien akan mendapatkan kondisi serupa pada telapak tangan, kaki, dan terkadang pada pantat.

Pada awalnya, ruam akan terlihat seperti bintik-bintik merah yang datar. Seiring waktu, bintik-bintik itu terasa melepuh dan sakit dari dalam. Namun, mereka tidak menimbulkan gatal, beda dengan ruam campak. Kondisi tersebut akan mengakibatkan pasien kesulitan memegang sesuatu dan berjalan dengan normal.

Kabar baiknya, setelah pengobatan dijalankan, ruam akan berangsur membaik. Warna merah menyala pada ruam akan memudar, rasa sakit dan sensasi terbakar pun turut hilang. Akan tetapi, ruam tersebut akan berubah menjadi bintik-bintik yang timbul di permukaan kulit. Setelah sembuh dan mengering, kulit pasien akan mengalami pengelupasan yang cukup parah.

5. Gejala tambahan yang terjadi pada anak-anak

Gejala Flu Singapura: Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut akibat Virusilustrasi bayi (cdc.gov)

Gejala yang disebutkan di atas terjadi pada semua pasien flu Singapura. Namun, pada anak-anak, terdapat gejala tambahan yang harus kamu ketahui. Ini karena rasa sakit yang ditimbulkan flu Singapura akan terasa lebih berat pada mereka. Berikut ini gejala tambahannya:

  • Sakit perut
  • Batuk 
  • Hilangnya nafsu makan
  • Rewel, menangis, dan mudah marah

Walaupun sangat menular, flu Singapura tidak sulit untuk ditangani karena tergolong infeksi yang ringan. Pada umumnya, kondisi pasien akan membaik sendiri setelah 7-10 hari. Namun, pasien tetap dianjurkan untuk istirahat total dan tidak beraktivitas. Dengan begitu, pasien akan cepat pulih dan tidak menulari orang lain.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Flu yang Ada di Indonesia Ini, agar Penanganannya Tepat

Topic:

  • Izza Namira
  • Bayu D. Wicaksono
  • Wendy Novianto
  • Bayu Aditya Suryanto
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya